Daftar Blog Saya

Rabu, 31 Juli 2013

68 Tahun Indonesia Merdeka, Soposaba Masih Gelap Gulita

Torang Lumbantobing sudah dua periode menjabat sebagai Bupati Tapanuli Utara. Masyarakat sudah menikmati hasil pembangunan yang dilaksanakan selama sembilan tahun belakangan ini. 

Banyak daerah terpencil yang sudah dibuka akses seperti pembukaan jalan baru dan peningkatan jalan.

Sebuah teori menyebutkan bila akses jalan telah terbuka ke daerah terpencil, maka hasil bumi dari daerah tersebut bisa diangkut dengan lancar sehingga perekonomian masyarakat desa tersebut berkembang. Ini sudah terlaksana di pedesaan di wilayah Tapanuli Utara.

Tidak bisa dipungkiri dan tidak bisa disangkal, selama kepemimpinan Toluto, pembangunan di Tapanuli Utara sudah berjalan.

Sejak kepemimpinannya, Toluto termasuk salah satu pemimpin yang sering turun ke desa-desa melihat secara langsung kehidupan warganya. Dengan demikian, dia bisa menyerap secara langsung dari warga, pembangunan apa saja yang dikehendaki masyarakat.

Baik soal pendidikan, kesehatan serta sarana dan prasarana yang diperlukan masyarakat. Dengan demikian, bupati tidak hanya mendengar laporan dari bawahannya. 

Memang, harus diakui, pembangunan itu tidak ada cukupnya dan tidak ada henti-hentinya. Setiap tahun pemerintah mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit untuk membangun bangsa dan negara ini termasuk membangun Tapanuli Utara Sumatera Utara.

Beberapa waktu lalu, saya, Pantas Sitompul, berkunjung ke Kecamatan Adiankoting. Dari warga diperoleh informasi bahwa Bupati Tapanuli Utara Torang Lumbantobing sangat intens berkunjung ke desa-desa sejak menjabat sebagai bupati. Tidak hanya belakangan ini, tapi selama ini juga sudah berjalan. 

Cuma, ketika saya pergi ke kampung halamanku Soposaba Desa Pagaran Pisang, saya merasakan ada susuatu hal yang membuat perasaanku tidak enak. Siangnya saya tidak merasakan sesuatu yang kurang, namun di malam hari saya sangat terkejut merasakan sebuah suasana gelap gumpita. 

Penerangan listrik tidak ada. Yang ada hanya lampu teplok. Di rumah tetangga sebelah ada juga menyala lampu strongking. Di rumah yang sedikit agar jauh dari tempat saya malam itu ada sebuah sinar terang, ternyata adalah genset.

Menurut warga disana, sejak jaman baholok sampai Indonesia Merdeka dan sampai sekarang dua periode SBY menjabat sebagai Presiden, mereka tidak pernah mendapat penerangan listrik.

Saya bertanya kepada warga, apakah bupati pernah berkunjung ke Soposaba ini? Ada yang menjawab “mungkin belum”. 

Karena itu saya usulkan kepada mereka supaya mengundang Pak Bupati Toluto. “Ah, ai so huboto hami songon dia carana mengundang pak bupati, ndang tolap hami i,” kata seorang ayah setengah baya.

Hudok tu nasida, molo ro pak bupati tu hutaon, pintor mangolu do listrik di hutaon. Dalan tu huta on pe sian Pagaran Pisang pasti do patureanna. “Antong molo songon i taundang ma bah pak bupati tu hutantaon,” kata seorang ibu sambil menunjukkan rasa semangatnya. (Pantas Sitompul)

Sidang Gugatan Meninggalnya Vetry Purba Ketua Majelis Hakim Sarankan Kedua Belah Pihak Berdamai

Tarutung, Horas
Sidang kedua gugatan perdata No. 20/PDT.G/2013/PN Tarutung oleh Pandapotan Purba orang tua dari Vetry Purba seorang pelajar di SMAN 2 yang meninggal dunia akibat salah penanganan saat operasi Hernia  oleh tim dokter Rumah Sakit Swadana Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara  tanggal 25 Juni 2013 yang lalu digelar Rabu ( 24/7) di PN Tarutung.

Sidang kedua  dihadiri penggugat Pandapotan Purba dan istrinya Lumasta Sitompul, serta keluarga didampingi Tim Pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum Sekolah Roder Nababan, SH melawan tergugat I dr Saut Hutasoit, SP.AN (diwakili), tergugat II dr Jassy,SP.BU ( tidak hadir), tergugat III Hendrik Purba,SH selaku Plt  Rumah Sakit Swadana (hadir), tergugat IV dr Bobby Simanjuntak selaku Plt Kadis Kesehatan ( diwakili )  dan tergugat V Torang Lumbantobing selaku Bupati Taput ( diwakili ) ditutup dengan saran dari Ketua Majelis Hakim  Rosmina Simbolon,SH dengan anggotanya Melinda Aritonang  dan Relson Nababan,SH  agar ditempuh dengan proses berdamai.

Pantauan Wartawan,  Ketua Majelis Hakim Rosmina Simbolon, SH saat memulai proses persidangan menanyakan masing-masing kehadiran para penggugat dan tergugat apakah secara langsung atau diwakili, dari kelima penggugat hanya tergugat II dr Jassy yang tidak hadir ataupun menghadirkan kuasanya dan untuk ini Ketua Majelis menyarankan untuk di sidang berikutnya agar Panitera melayangkan surat untuk menghadiri sidang berikutnya.

Ketua Majelis Hakim Rosmina Simbolon, SH dalam persidangan menyarankan sesuai dengan peraturan MA ada diatur upaya perdamaian bagi kedua belah dan kedua belah pihak sama-sama menyetujui mediasi serta menyerahkannya ke Majelis Hakim. Dalam hal ini Majelis Hakim menunjuk Hakim Mediator Yudi Dharma untuk  menjembatani perdamaian kedua belah pihak  selanjutnya sidang ditunda dan dilanjutkan pada hari Rabu 21 Agustus .

Roder Nababan,SH selaku Kuasa Hukum Penggugat dari  LBH Sekolah kepada kepada Wartawan mengatakan sidang kedua ini pihaknya menghormati permintaan majelis untuk upaya berdamai karena hal tersebut ada diatur didalam peraturan MA. Kata Roder lagi, namun pihaknya masih menunggu apakah usul mediasi yang akan ditawarkan oleh penggugat kalau cocok kita terima, tapi bila tidak proses akan kita lanjutkan. “ Materi gugatan telah kita susun yakni perbuatan melawan hukum atas tindakan tergugat I dan II yang tidak sesuai prosedur UU no 44 tahun 2004 tentang praktek kedokteran , UU  no 36 tahun 2009 tentang kesehatan pasal 190 ayat 1 dan ayat 2 serta UU tentang Rumah Sakit tahun 2009 dengan tuntutan materil dan immateril sebesar Rp 1.001.200.000 ( satu milyar satu juta rupiah), “ tandas Roder.
Sementara itu secara terpisah  Ir Poltak Pakpahan selaku ketua komisi C yang membidangi kesehatan saat dimintai pendapatnya di ruang kerjanya mengatakan pihak RSU Swadana Tarutung harus bertanggung jawab mengenai masalah ini khususnya Plt Direktur Henry Purba karena dia merupakan pimpinan di instansi tersebut.

Kita sangat menyesalkan dan menyayangkan terjadinya kasus yang mempermalukan rumah sakit satu-satunya yang ada di Taput. Komisi C telah berulang kali menyampaikan teguran dan pemanggilan kepada Plt Direktur untuk memperbaiki kinerjanya namun sepertinya kurang ditanggapi,” ujar politisi PDIP ini.
Namun karena masalah ini sudah masuk ranah hukum, kita tunggulah hasilnya dulu namun DPRD akan tetap mengawal masalah ini karena sudah mengambil korban jiwa, tandas Poltak Pakpahan.
(Jeremia Hutahaean)

LCKI Minta Kapolda Bertindak Tegas


Usaha Mafia CPO Illegal Menjamur di Riau

Dumai, Horas
Berdasarkan temuan Tim lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Kota Dumai bersama Clean Governance (CG) yang merupakan sebagai Lembaga relawan Anti korupsi turun lapangan baru baru ini bersama Awak Koran ini. Dalam penelusuran itu menemukan dibeberapa tempat  lokasi mafia minyak ilegal di daerah Dumai (lokasi penampungan BBM dan CPO ilegal red-). Usaha penampungan  milik mafia ini sepertinya dibiarkan ,da dipelihara sebab tidak pernah tersentuh Hukum 

Tim LCKI, Hariyadi, Ir T Tampubolon dan Rudy, S aktivis lembaga relawan anti korupsi Clean Governance (CG) mencatat sejumlah lokasi penampungan  kencing  minyak ilegal yang berhasil  ditemukan Ini fakta yang ada dilapangan kata Ir T .Tampubolon sekretaris LCKI dumai pada Horas. Lokasi penampung  itu tiap hari disinggahi oleh banyak sopir sopir melego minyak muatan truk tanki CPO.dilokasi tersebutlah transaksi jual beli minyak pada penadahnya aktivitas mafia tersebut tansparan dimata umum. 

Kegiatan usaha yang melawan Hukum ini  aman aman saja beroperasi.kenapa bisa begitu???  diduga” ada main  mata dengan oknum berkompeten,manalah mungkin bisa seenak perutnya buka usaha Mafia kalau tidak ada “komprominya”  disinyalir  Upeti setiap bulannya tentu mengalir”kalau tidak pasti sudah  disikat kata beberapa pengamat dan pemerhati dari anggota warga di bagan besar terkait Mafia itu. Begitu pula di kulim Duri kilometer 9 penampungan CPO ilegal milik Kochun .menurut  anggota warga ,dekat lokasi itu pada Horas yang mohon tidak ditulis namanya usaha Kocun ini tidak pernah terlihat dirazia Polisi katanya.

Penampungan CPO yang  bertengger dengan transparan itu tampak dengan kasat mata  bukan saja di Wilayah bagan besar dan di  Bukit nenas.tetapi sesuai temuan Tim LCKI  pada selasa 23/7 tampak dilihat mata  umum ,  usaha penampungan CPO ilegal dan lokasi Mengkolak Cangkang ada  dikulim kilometer Sembilan  Duri. yang menurut warga disana usaha penampungan CPO tersebut ditongkrongi oknum TNI AL/Marinir dari Belawan beririal Atin . usaha ini, Tetap aman aman saja sebut masyarakat didaerah itu pada Tim LCKI .lokasi Usaha  penampungan CPO  milik mafia, yang toke besarnya Kochun warga Sumut Medan. Kalau usaha penampungan CPO di kecamatan tapung hilir kilometer 8 kabupaten Kampar Sesuai impormasi dan keterangan  dirangkum tim LCKI saat turun ke daerah itu usaha Ilegal  ini di jaga oknum TIN AL /marinir dari Belawan disebut sebut masyarakat disana oknum TNI AL itu berinitial Tengku dan Hen terkait usaha ini merupakan info berharga  buat Dan Lantamal Belawan serta KASAL di Mabes TNI Cilangkap Jakarta. Mengapa oknum TNI AL dari daerah Sumut merambah ke Daerah Riau diduga meninggalkan markas kerjanya hanya  membeking  usaha penampungan minyak CPO ilegal ke Riau ini??? tabloid Horas tidak mengetahui “siapa beking Oknum TNI AL “ tersebut. Ini juga masukan berharga buat DAN LANAL Dumai.serta buat DANDenPomal Dumai. Soal kasus  ini, LCKI Riau menjelaskan pada tabloid Horas ,telah kordinasi kepada DPP LCKI di Jakarta .untuk segera  ditindak lanjuti ke Mabes Polri.maka Panglima TNI RI  agar secepatnya mengambil langkah tegas ujar Dewan pakar dan Sekretaris LCKI Dumai itu pada Horas.

TIM LCKI dan tabloid  Horas terkait  tentang Usaha penampungan CPO milik Kochun itu, terungkap di kantor Notaris RATNAWATI, SH,M.KN selasa 23/7 sekitar pukul 13,00. Wib,persoalan  terkait klarifikasi sengketa perjanjian pinjaman uang untuk usaha jual beli Minyak CPO. Sesuai keterangan diperoleh di kantor Notaris RATNAWATI ,SH,M.KNB.di jalan Jenderal Sudirman no.241 samping Bank BCA kecamatan Mandau Duri,bahwa  usaha penampungan CPO yang berlokasi di kilometer delapan kecamatan tapung hilir Kabupaten Kampar pengelolanya adalah Ridho junaidi, anggota TNI AL /Marinir dari belawan.dalam akta perjanjian dinotaris tentang  usaha tersebut tanggal 14 mei 2013 .dalam perjanjian dinotaris  yang berhasil dibaca Horas ,tentang kerja sama usaha jual beli CPO itu,  pihak pertama adalah rido Junaedi alamat perbaungan kabupaten serdang bedagai, dan pihak kedua adalah monang Naenggolan warga Kandis kabupaten Siak, serta sotar manungkalit dari Dumai.kasus ini terungkap karena terjadi pemutusan kerja terhadap Sotar manungkalit secara sepihak .jadi pengelolanya adalah Ridho junaedi terang Hariyadi dan Ir Toga Tampubolon pada Horas. Ini merupakan info berharga  buat Kapolda Riau yang baru bapak Brigjen Pol Condro Kirono.

Temuan Pengurus inti LCKI Dumai terhadap  sejumlah  tempat  usaha mafia   penampung minyak ilegal ini, LCKI  minta Kapolda Riau yang baru Brigjen POL Condro Kirono harus berani bertindak tegas. Aktivitas usaha penampungan minyak  itu   adalah merupakan perbuatan yang melawan Hukum atau  kejahatan tegas Ir T.Tampubolon dan   Hariyadi  menjelaskan pada tabloid  Horas.   LCKI  minta Kapolda Riau untuk bertindak tegas, agar POLRES Siak dan Polres  Bengkalis  dan Polresta Dumai,sewrta Polres Rohil untuk segera turun tangan, Tangkap mafia CPO diwilayah Hukum masing masing.termasuk pengawal usaha Mafia CPO yang   berada di lintas tanah putih –Balam Rohil, dibukit nenas kecamatan  bukit kapur Dumai,di  km 9 kulim  mandau  Duri , penampungan CPO Dekat Simpang Bangko , serta dikecamatan  tapung Hilir KM 8 Kabupaten Kampar  tersebut tegas Ir T.Tampubolon . masyarakat banyak bertanya tanya kenapa usaha mafia Minyak ilegal tersebut tidak pernah tersentuh  Hukum ???. 

Semntara berbagai kalangan banyak curiga dan menuilai bahwa usaha mfia CPO diduiga dipelihara “. Sebab, pihak oknum yang melego minyak jenis solar ataupun premium dan minyak CPO yang kerap dilakukan oknum sopir truk pengangkut CPO ke penadah dibeberapa lokasi penampungan  tadi tidak ada kedengaran yang ditangkap, ada apa sebenarnya dibalik uasaha ilegal ini ya ?? Lanjut anggota LCKI itu lagi, dilokasi usaha ilegal tersebut  ada personil penjaganya  ,disinyalir   bodyguard yang di berdayakan  tokepemiliknya modus itu terlihat di bukit nenas, bahkan ada  oknum yang menongkrongi usaha Mafia CPO disana ,ada pula mengaku Wartawan, wah duh malunya itu wak,”  Oknum yang mengaku Wartawan tersebut sudah saatnya organisasi Wartawan yang ada  di riau.,seperti PWI, AWI,AJI ,PWI  Reformasi,GWI bisa   melaporkan nya ke pihak berwajib , karena ulah oknum itu bisa merusak Citra Wartawan terang pengurus LCKI itu pada Horas.langkah terbaik agar oknum yang mengakungaku Wartawan itu segera  di tangkap  saja sebutnya .

Kononkeberadaan usaha CPO ilegal  seperti   di wilayah kecamatan bukit kapur disoroti berbagai kalangan dituding sebagai kawasan bebas untuk lokasi usaha ilegal. Apa yang tampak dilapangan  bisa dipahami.membuat timbunya protes dari masyarakat. Bahkan belum lama ini Ketua DPRD Dumai telah menyoroti  keras usaha ilegal itu karena berada dekat pemukiman masyarakat. “seakan  wilayah kecamatan bukit kapur tidak bertuan”  ini menjadi Virus yang berbahaya bisa merusak mentalitas generasi, karena tempat usaha ilegal penampungan CPO, keberadaannya  tidak jauh dari pemukiman masyarakat. Tetapi tidak pernah diberantas. Kok begitu ya ???untuk kasus mafia minyak ilegal ini diminta Kapolda Riau segera menangkap mafia minyak ilegal  serta personil yang menongkrongi lokasi penampungan ilegal tersebut  (TIM).

Pesta Pembangunan HKBP Hutaraja Ugan Dihadiri Bupati Torang Lumbantobing

Tarutung, Horas !

Pesta Pembangunan Gereja HKBP Hutaraja Ugan Minggu, 28 Juli 2013. Siraman Rohani disampaikan Preses HKBP Pdt. Kardi Simanjuntak M.Min : mengambil Nast Alkitab Lukas 10 : 25 – 37 Preses menyampaikan intinya Dosa bukan hanya melanggar hukum Tuhan, tetapi yang tidak peduli kepada sesama yang selalu memikirkan sendiri, dan tidak merasa puas atas berkat yang diberikan Tuhan, kita harus mengerti Tuhan kita adalah Pengasih dan Penyayang, pada saat ini banyak orang yang mene\gerti akan kasih tetapi tidak melaksanakannya, itu termasuk pelanggaran Allah. Kasih adalah pelaksanaan. Jadi kita harus pengasih dan penyayang seperti Tuhan Jesus berkorban demi mengasihi umat manusia. Tanpa Kasih iman kita akan kerdil, marilah kita berlomba-lomba untuk mengeluhkan kasih dan sesama, tanpa menunggu perintah orang lain. Amin.

Usai kebaktian Pdt. Ressort HKBP Hutaraja Ugan Pdt. A.T Situmorang mengucapkan selamat datang kepada Amang Preses dan Bapak Bupati dan Ibu beserta SKPD dan juga seluruh undangan kami, semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati kita semua, Horas !

Demikian juga Ketua Panitian Pembangunan M. Lumbantobing (Pak Carles) mengatakan : Adapun Pembangunan yang mau kami laksanakan adalah untuk memperbesar Gereja kita ini, kalau melihat Ekonomi Anggota Jemaat ini tak sanggup untuk melaksanakannya, tetapi pembangunan ini adalah untuk membangun rumah Tuhan maka kami percaya Tuhan akan menolong kami dalam Pembangunan Gereja ini, oleh karena itu kami ucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan kami horas.

Sambutan Bupati Taput Torang Lumbantobing : Sebelum memberikan kata sambutan Bupati Melantumkan suaranya dengan lagu : Diparmahan Tuhan I do au. Usai menyanyi Bupati berpesan : kami sebagai parhobas memohon agar semuanya kita bekerja keras dan memanfaatkan waktu demi meningkatkan perekonomian kita, Pemkab Taput dapat membantu Bibit-bibit dan alat-alat pertanian bagi kelompok tani yang benar-benar berfungsi. Demikian juga tidak lama lagi Pemilihan Kepala Daerah / Wakil Taput ini, maka kami menghimbau agar semuanya kita yang berhak memberikan suaranya, mari kita sukseskan dengan memberi hak suara kita, walaupun beda pendapat, beda pilihan itu adalah wajar tetapi janganlah terjadi perselisihan diantara kita, marilah kita bersama-sama menjaga kekondusipan daerah yang kita cintai ini. Demikian juga Preses HKBP Pdt. Kardi Simanjuntak M.Min mengatakan : Tuhan akan memberkati orang yang dengan tulus memberikan perhatiannya demi pembangunan Gereja, sebab Gereja adalah tempat penyaluran kasih Yesus Kristus, demikian juga kepada Panitia anggota jemaat HKBP Hutaraja Ugan yang dengan tulus dan tekad bulat sehingga terlaksananya Pesta Pembangunan Gereja kita ini, Tuhan akan memberkati kita semua, dan juga Amang Bupati Torang Lumbantobing sejak mulai menjadi Bupati Taput telah banyak membantu pembangunan Gereja di Taput ini, kami sebagai hamba Tuhan mengucapkan terima kasih banyak kepada Amang Bupati semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberkati Amang Bupati Torang Lumbantobing dan keluarga. Selanjutnya Panitia Pembangunan memohon agar Bupati Torang Lumban Tobing sebagai juru lelang, dan segala lelang yang telah dipersiapkan Panitia dapat disalurkan terutama kepada rombongan Bupati. Diakhir acara Panitia mengingatkan cedera mata berupa ulos kepada Bupati Torang Lumbantobing Ibu Elly br. Manalu, demikian juga kepada Preses HKBP Silindung 2 Pdt. Kardi Simanjuntak dan Ibu. Acara Pesta Pembangunan Gereka HKBP Hutaraja Ugan berjalan dengan baik. Susunan Panitia Pembangunan Gereja HKBP Hutaraja Ugan.
1. Koordinator Pdt. A.T Situmorang ( Pdt. Ressort )
2. Ketua M. Lumbantobing 
3. Sekretaris R. Pasaribu (Bapak Rini)
4.  Bendahara Mamak Mona br. Hutapea
5.   Dan dilengkapi Seksi-seksi.
 (J. Hutahaean)


Profil Sutiyoso


Letjen TNI (Purn) DR Hc Sutiyoso SH yang akrab dipanggil Bang Yos, dilahirkan tanggal 6 Desember 1944, sebagai anak keenam dari delapan bersaudara disebuah dusun kecil bernama Pongangan di daerah Perbukitan Jawa Tengah, sekitar 12 km dari kota Semarang. Kedua orang tuanya Tjitrodihardjo dan Sumini, memberikan nama Sutiyoso karena Yoso dalam bahasa Jawa bermakna memiliki atau kaya. Ayahandanya mengharapkan agar kelak anaknya dapat mempertahankan kemapanan kehidupan keluarga mereka, bahkan bias lebih baik lagi sesuai dengan tantangan zaman.


Ayah Sutiyoso yang seorang pendidik pada masa pemerintahan Belanda dan Jepang terkenal keras dalam mendidik anak-anaknya. Sutiyoso sendiri mempunyai sikap pemberontak seperti layaknya anak-anak kecil seusianya, namun ia selalu berbakti dan menuruti kemauan kedua orang tuanya. Pada Tahun 1964 sesuai kemauan orangtuanya ia mendaftar ke Fakultas Teknik Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag). Padahal sebenarnya Sutiyoso lebih memilih menjadi tentara seperti kakaknya yang masuk Tentara Pelajar.

Selama menjalani kuliah di Untag, keinginan untuk menjadi tentara semakin menggebu-gebu. Akibatnya iapun kuliah dengan setengah hati. Kebetulan pada saat itu ada pembukaan pendaftaran AMN (Akademi Militer Nasional) di Magelang, Jawa Tengah. Akhirnya ia membulatkan tekad dan mendaftarkan diri dan mengikuti tes AMN, mulai dari tingkat Kodam Diponegoro. Lolos ditingkat Kodam, ia menjalani tes lanjutan di Bandung dan terakhir di Lembang (Bandung bagia Utara). Semua tes dilakukan tanpa sepengetahuan kedua orangtuanya.

Tahun 1968 akhirnya Sutiyoso lolos sebagai Prajurit Taruna (Pratar). Sekembalinya ke Magelang, ia menyurati orang tuanya kalau ia diterima menjadi Pratar di AMN Magelang.
Pada tahun 1971 Sutiyoso diwisuda menjadi perwira muda TNI Angkatan Darat dengan pangkat Letnan Dua. Sutiyoso kemudian ditawari pilihan karir dan kesatuan yang diminatinya melalui penelusuran bakat dan kemampuan. Sutiyoso memilih kesatuan infanteri di angket yang disediakan, yaitu kesatuan tempur yang berada digaris depan.

Setelah menjadi Komandan Kompi dengan pangkat Kapten, Sutiyoso menikah dengan seorang gadis dari Jawa Tengah bernama Setyorini pada tahun 1974, dari buah perkawinan itu dikaruniai dua orang puteri yaitu Yessy Riana Dilliyanti dan Renny Yosnita Ariyanti.
Selain berbagai penugasan di daerah operasi, Sutiyoso juga sering dikirim mengikuti sekolah atau kursus diluar negeri, antara lain ke Republik Korea tahun 1982, Australia tahun 1989 dan ke negeri Paman Sam Amerika Serikat tahun 1991.

Pada tahun 1988 – 1992 ia menjabat Asisten Personil, Asisten Operasi, dan Wakil Komandan Jenderal Kopassus. Sosoknya mulai mencuat saat terpilih sebagai komandan resimen terbaik se-Indonesia ketika menjabat Kepala Staf Kodam Jaya pada 1994. Prestasi yang digenggamnya itu kemudian ikut menghantarkannya pada jabatan Panglima Kodam Jaya dan jabatan tersebut adalah posisi sangat strategis dari seluruh Pangdam di Indonesia. Semasa menjadi panglima itu, namanya kian dikenal terutama lewat acara Coffee Morning. Acara tersebut digelar sebulan sekali, Sutiyoso berdiskusi dengan sesepuh dan tokoh masyarakat dalam kaitan dengan kemanan ibukota.

Jabatan Panglima Kodam Jaya tersebut menghantarkan Sutiyoso menjadi Gubernur DKI Jakarta pada periode 1997-2002, berlanjut pada periode kedua tahun 2002-2007.
Pada tahun 2004, ia meluncurkan sistem angkutan massal dengan nama bus Trans Jakarta atau lebih populer disebut Busway sebagai bagian dari sebuah sistem transportasi baru kota. Setelah sukses dengan koridor I, dikembangkan ke koridor-koridor berikutnya. Ia juga mencetuskan mengembangkan sistem transportasi kota modern juga yaitu subway dan monorel.

Keberadaan Busway yang semula ditentang beberapa pihak terutamanya pengguna kendaraan pribadi lambat laun keberadaan Busway disambut baik oleh masyarakat karena dianggap lebih nyaman dari angkutan umum sejenis lainnya. Bukan hanya sebagai sarana transportasi perkotaan modern untuk angkutan missal saja, tetapi juga dapat berfungsi sebagai bus pariwisata kota.

Jabatan lain yang pernah diemban oleh Sutiyoso ialah Ketua Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) periode 2004-2008. Ia juga terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) untuk masa bakti 2006-2011.

Sutiyoso juga menerima beberapa penghargaan yaitu pada tahun 2006, ia menerima penghargaan 2006 Asian Air Quality Management Champion Award dari Clear Air Initiative for Asian Cities (CAI) bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta atas prestasinya untuk Gagasan pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) terbesar di Asia melalui Busway Penerbitan Perda No.2 tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Ia juga menerima gelar pahlawan pengelolaan kualitas udara di Asia diberikan dengan pertimbangan berhasil dalam mengembangkan akuntan umum Transjakarta (busway) yang mengurangi emisi gas kendaraan bermotor di Jakarta. Pembentukan fasilitas umum busway meniru sistem Bus Rapid Transportation (BRT) di Bogota (Kolombia) dan menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang mempunyai Peraturan Daerah tentang Pengendalian Pencemaran Udara (Perda No 2/2005).

Penghargaan serupa diberikan kepada Direktur Jenderal Pengendalian Polusi Departemen Lingkungan Hidup Thailand Supat Wangsongwatana, pengamat senior Lingkungan Hidup Badan Kerjasama Pembangunan Internasional Swedia Sara Stenhammar, dan seorang hakim di Lahore (Pakistan) Hamid Ali Shah.

Saat ini Sutiyoso menjabat Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKP INDONESIA) masa bakti 2010-2015. *)