Daftar Blog Saya

Selasa, 24 Desember 2013

Paulak Une dan Tingkir Tangga Pendangkalan Makna pada Ulaon Sadari

Sampe Purba
Di kota-kota besar, di mana Pesta adat Unjuk diselenggarakan di Gedung Pertemuan., setelah acara selesai  - biasanya selepas maghrib -  akan dilanjutkan dengan Ulaon Sadari. Acara ini terkesan sangat dipaksakan. Dan menyesatkan ! .  Terlepas rumang ni ulaon apakah dialap jual atau taruhon jual, prosesinya adalah sama. Pengantin wanita dan suaminya berdiri di jajaran keluarga Parboru., kemudian dengan membawa tandok berisi lampet dan beras, beberapa Boru/ pariban ni boru muli bersama kedua pengantin tersebut, melangkah ke seberang meja di jajaran Paranak. Selanjutnya kedua pengantin tinggal di situ, dan rombongan boru tadi kembali ke jajaran meja Parboru dengan membawa makanan adat lengkap (biasanya anak ni pinahan lobu/ pinallo dengan parjambarannya). Boru tersebut juga diberikan amplop yang dikategorikan sebagai Upa Panaru. Prosesi ini tidak lebih dari 10 menit. Setelah itu bubar, karena kedua hasuhuton sudah berdiri, karena memang sudah siap-siap mau pulang ke rumah masing-masing setelah sehari penuh mengikuti acara pesta. 

Ini adalah prosesi yang menyesatkan, melecehkan dan mendangkalkan arti Paulak Une Tingkir Tangga. Argumentasi untuk itu adalah sebagai berikut :
Apabila rumang ulaon adalah ditaruhon jual, artinya bolahan amak/ host/ shahibul bait adalah Paranak. Bagaimana mungkin logikanya, pengantin wanita/ boru muli yang telah dirajahon hot di hundulanna , dan dipestakan di halaman rumah suaminya, harus di buat seolah-olah berangkat lagi dari rumah orangtua parboru. Kalau saja, rumang ulaon adalah di alap jual, masih ada logikanya, sekalipun kekeliruan maknanya lebih banyak lagi. 

Pada substansinya, paulak une adalah suatu acara antar keluarga inti, beberapa hari setelah pesta unjuk selesai. Keluarga muda ini bersama orang tuanya akan datang ke rumah parboru, untuk bersilaturahmi, mengingat pada waktu pesta tidak banyak waktu bersama.  Tetapi satu esensi penting, adalah ucapan terima kasih dari pengantin pria, bahwa orang tua pengantin wanita berhasil mengasuh, mendidik dan memelihara adab dan adat borunya, yang tetap dalam kondisi "Gadis", hingga ke hari perkawinannya. Gadis itu, tetap "UNE". Pada zaman dahulu, "UNE", adalah semacam jimat yang menjaga kegadisan seorang wanita dari pria jahat (semacam jimat anti pemerkosaan), yang diberikan orang tua kepada anak gadisnya. UNE tersebut dikembalikan (dipaulak UNE) dengan ketakziman oleh menantu laki-lakinya. 

Apabila seorang pengantin wanita ternyata sudah tidak gadis lagi, maka si pria akan meninggalkan SALAPA/ tempat tembakau yang kosong di sisi tempat tidurnya. Kemudian, utusan keluarga Paranak akan membawa SALAPA tsb ke hutanya parboru, serta menyampaikan maksud akan mengembalikan/ paulakhon/ mangolting/ menceraikan boru tsb. Apabila bukti-buktinya kuat, maka hal tersebut akan diterima dan disahkan oleh para pengetuai adat. Si wanita akan dijemput balik oleh parboru, atau dipaulak oleh paranak. Sementara itu, Sinamot/ mahar/ tuhor yang telah diberikan paranak sebelumnya harus dikembalikan parboru dua kali lipat. Di sini, ungkapan/ pepatah yang berlaku adalah :

Si dangka sidangkua, si dangka ni singgolom, na sada gabe dua, na tolu gabe onom, utang ni si pahilolong !!!
Nasehat kepada orang tua, yang memiliki boru untuk menjaga kesucian adalah :
"Marsihurhe manukna, unang teal buriranna".
Tinallik bulung si hupi, pinarsaong bulung siala
Unang sumolsol tu pudi, ndang sipasingot na so ada
Demikianlah, betapa sakral dan suci suatu lembaga pernikahan adat batak, dalam konteks Paulak UNE yang sesungguhnya. 
Dengan model yang sangat LEAS/ NEANG/ ASAL-ASALAN sekarang ini, di dalam ULAON SADARI, maka hilang dan sirna lah sudah esensi PODA moral kepada generasi muda kita untuk selalu menjaga kesucian tersebut. 
Tingkir Tangga
Tingkir Tangga adalah kunjungan balasan dari orang tua pengantin wanita bersama kerabat terdekatnya, ke huta Hela/ besannya, beberapa waktu setelah singkop/ tuntas Paulak Une., secara umum untuk melihat keadaan sosial, ekonomi dan spritual boru dan helanya. 

Maknanya adalah silaturahmi dengan keluarga besar besan/ tondong, sebagai implementasi bahwa dengan adanya pernikahan, maka hubungan kekeluargaan itu tidak hanya terbatas pada hela dan boru saja tetapi menyangkut juga keluarga besarnya. Adapun istilah TANGGA dimaksud, beberapa pihak menafsirkan adalah untuk melihat apakah hela/ borunya berasal dari keluarga par tangga ganjil, ruma timbo, yang melambangkan asal usul keluarga yang jelas, atau partangga gonop, yakni keluarga yang tidak jelas asal usulnya, atau mungkin bekas hatoban/ na tinean dan sebagainya. 

Tetapi sesungguhnya, klaim ini sudah kurang relevan, karena ketika akan mengawali partuturan/ partondongon, mulai pra marhori-hori dinding, utusan/ intelijen parboru seyogianya melakukan pengumpulan informasi lebih awal mengenai kekeluargaan calon helanya. 

Pepatah menyebut : 
Pangaririt pe baoa si doli, lobi pangariritan do ianggo si boru.  Faktor bobot, bibit, bebet dan sebagainya harus sudah dipertimbangkan. Ini bukan soal materialisme, tetapi adalah untuk kehati-hatian.  Orang yang terburu-buru, dan tidak melakukan pertimbangan yang matang, komprehensif adalah bagaikan :
Nai humarojor tata indahanna, Nai humalaput mabola hudonna.  

Kenyataan bahwa misalnya, ternyata hela adalah keluarga yang berasal dari partangga gonop, tidak memiliki dasar yuridis adat yang kuat sebagai alasan untuk menarik boru itu. Itulah jodoh/ sirongkap ni tondi nya, yang sudah direstui dan digabei untuk maranak marboru, matangkang manjuara.

Ndada simanuk manuk, sibontar andora, ndada sitodo turpuk si ahut lomo ni roha.
Orang tua parboru harus menerimanya dengan lapang dada, memberikan nasehat dan dorongan kepada keluarga muda tersebut untuk bekerja keras, hormat, dan melakukan yang terbaik di keluarga besar paranak.  Kalau sekiranyapun status keluarga/ ekonomi orangtua parboru lebih tinggi, atau dari turunan yang merupakan "buruk-buruk ni jarango, ihur-ihur ni bosi ma tasik - keluarga yang telah makmur dan terhormat  beberapa turunan), itu tidak boleh menjadi alasan untuk kurang menaruh hormat. Sebaliknya, orang tua boru akan menasehati borunya untuk tetap menjaga nama besar dan nama baik keluarga asalnya.  Borunya adalah utusan/ duta besar terbaik dari keluarga parboru "na patimbo parik jala na gabe paniaran di keluarga hela nya".

Demikianlah sesungguhnya, makna Paulak Une dan Tingkir Tangga.
Disarankan, di kota-kota besar di mana karena keterbatasan waktu dan sebagainya, tidak perlu dan JANGAN dilakukan itu acara ULAON SADARI, karena itu adalah MENYESATKAN dan MENDANGKALKAN makna yang sesungguhnya. Hal kunjung- mengunjung keluarga, dapat ditunda, sampai tiba waktu na lehet/ ombas na uli . Apalagi di zaman kemajuan teknologi ini, komunikasi sudah sedemikian baik dan lancar. 

Pragmatisme pelaksanaan adat, tidak boleh mengkudeta atau menyimpangi esensi substansi yang hendak ditegakkan. Pir tondi ma togu, horas tondi ma dingin.*) Jakarta, Desember 2013. Penulis, Praktisi, dan penikmat adat habatahon na tur. *)

“MAFIA TANAH DI DUMAI BAKAL DITANGKAPI”

KASUS  PERUSAKAN SAWIT DAN NENAS WARGA RT 05  MUNDAM TENGAH DITANGANI CAMAT MEDANG KAMPAI 
Horas:Dumai
Kasus perusakan tanaman sawit dan nenas yang diduga dilakukan oknum pengusaha berinisial CTO sudah ditangani Camat medang kampai. Pengaduan warga kepada  Camat atas tindakan  perusakan terhadap ribuan pokok tanaman nenas dan puluhan batang sawit milik M Wahid dkk , kini ditindak lanjuti camat medang kampai.ditafsirkan kerugian Warga pemilik tanaman itu sebesar Puluhan juta rupiah. Hal ini harus dipertanggung jawabkan oleh  pelaku.

Kepada wartawan  media ini Camat medang kampai Wan Kamarudin mengatakan untuk tindak lanjut laporan Warga nya itu, pihaknya  sudah menyurati lurah mundam agar melakukan pengecekan kelapangan, untuk melihat kondisi  lahan dan tanaman  milik warga yang dirusak oleh  pelaku  tersebut . sebab menurut laporan warga, bahwa CTO diduga  telah merusak tanaman sawit termasuk ribuan pokok tanaman nenas jadi  hancur babak belur pada  beberapa waktu lalu  dengan menggunakan alat berat Eskavator . masalah itu dilaporkan pemiliknya (A Wahid dkk_red) kepada Camat medang kampai. Kini masalah tersebut  juga menjadi bahan pembahasan  pembicaraan banyak orang didaerah Mundam Dumai ,”apa dasar oknum CTO merusaki tanaman warga Mundam ?.ini perbuatan melawan Hukum ,dan terjadi Kejahatan.  

Dari pantauan media Horas  serta informasi diperoleh dikantor Camat Medang kampai  menyebutkan, laporan warga soal masalah lahan dalam dua bulan terakhir ini ada tiga kasus masalah lahan di daerah Mundam ,yang ahirnya kasus tersebut  menjadi meruncing. Terkait kasus itu kita sudah menerima laporan masyrakat karena  warga itu merasa dirugikan .  pemerintah kecamatan tetap tanggap terhadap pemasalahan yang dihadapi warga tersebut, dan harus di sikapi secara arif dan bijaksana  ujar Kasi  Pemerintahan kecamatan medang kampai A Berri saat menjawab  wartawan  Tabloid Horas   Jumat 6/12 belumn lama ini.
Terkait perusakan tanaman milik warga yang terletak di RT 05 surat telah disampaikan pihak kecamatan  untuk kelurahan  Mundam agar turun kelapangan melakukan penelitian dan pengecekan terhadap lahan dan tanaman yang dirusak sang pelaku itu ujar A Berri. Nanti kita minta hasil laporan dari kelurahan Mundam terkait perusakan tanaman sawit dan nenas tersebut dan selanjutnya kecamatan segera menindak lanjutinya terang Kasi Pemerintahan kecamatan Medang Kampai .disebutkan  lagi,  masalah lahan warga Mundam tersebut  harus dituntaskan sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku dan apabila terbukti ada pelanggaran Hukum silahkan ditindak lanjuti keranah Hukum jelasnya.

Informasi beredar didaerah mundam dan banyak kalangan bertanya bahwa perusakan sawit dan nenas tersebut seharusnya pelaku diusut oleh kepolisian. Namun setiap ada permasalahan lahan didaerah mundam khususnya dikecamatan medang kampai dan di Kecamatan sungai Sembilan  terkesan sulit ditangani kepolisian ujar beberapa anggota warga  yang mohon tidak ditulis namanya. Selain itu semua orang tau soal masalah lahan banyak terkuak kepermukaan ,termasuk didaerah Gurun Panajang kecamatan Bukit Kapur, impormasi dirangkum Horas,permainan mafia tanah di Gurun panjang merajalela.tidak tersentuh Hukum .sehingga kasus lahan di gurun panjang meningkat .

Meskipun kasus lahan  banyak terungkap kepermukaan, tetapi baru segelintir yang sampai disidangkan di Pengadilan Negeri Dumai. dan terbukti  beberapa waktu yang lalu Camat medang kampai, lurah, dan juru ukur masuk penjara. Pejabat yang dipenjara tersebut zaman  semasa  Walikota  Zul As. 
Kini setelah awal desember 2013 terkait korupsi ganti rugi lahan dipelintung kecamatan medang kampai diduga Wan Fahrizal Noer terlibat dalam proses ganti rugi lahan yang bermasalah itu, akhirnya ditangkap pihak berwajib. Kini sedang menjalani proses Hukum di Pekanbaru. 
Berbagai pengamat Hukum dan beberapa lembaga peduli  masyarakat sudah angkat bicara terkait kasus penyerobotan  lahan Hutan Negara  dikota Dumai seperti dikecamatan sungai Sembilan kini Dua orang ditangkap Polisi Densus 88 dan kini menjalani proses Hukum di Polda Riau,yach barulah kena batunya,” diduga   karena menjuali lahan hutan Negara. (RDS)

POLISI BERHASIL RINGKUS KURIR PENJUAL NOMOR TOGEL DAN JUDI SONG

“BANDAR TOGEL BEBAS BERKELIARAN DI DUMAI”
Horas, Dumai
Petugas Polresta Dumai kembali berhasil meringkus kurir ( penulis nomor togel) baru baru ini. Dimana dua orang kurir togel tersebut berhasil ditangkap dijalan sentul sukajadi Dumai. Kini keduanya sudah diamankan dan tengah menjalani proses hukum di Polresta Dumai.kemudian petugas polsek Dumai timur berhasil meringkus 6 orang penjudi (11/12) .3 diantaranya penjudi kartu remi atau Song dan tiga tersangka lagi penjual Togel. Sampai kini belum terdengar ada kabar siapa  bos ( Bandar) dari para  kurir-kurir  togel tersebut. Disinyalir  Bandar judi togel itu aman aman bebas  gentayangan dikota Dumai

Dari pantauan media ini, praktek penjualan nomor togel  itu diduga masih berlangsung dibeberapa kedai kedai kopi. Dimana para kurir yang diperkerjakan Bandar togel di Dumai masih banyak beroperasi ditengah masyarakat menjual nomor togel dengan cara terselubung. Tidak jelas diketahui kenapa? Bandar togel dikota Dumai tidak dapat ditangkap pihak berwajib padahal dalam dua  bulan terakhir ini hampir dua  puluh orang kurir kurir togel berhasil ditangkapi tetapi bandarnya tidak ada kedengaran tertangkap.
Seperti diberitakan media ini sebelumnya bahwa dari wilayah Dumai Timur dikelurahan Tanjung Palas petugas kepolisian belum lama ini berhasil memburu  belasan orang kurir togel. Ketika itu barang bukti berupa catatan nomor yang dijual dan uang tunai berhasil diamankan. kini kurir togel itu meringkuk dipenjara. Baru berselang satu bulan kurir togel dua orang berhasil ditangkap polisi dari gang sentul Sukajadi Dumai berinisial S dan M. diduga kurir togel ini sudah lama beroperasi diwilayah itu ,karena sesuai kabar beredar disebut sebut bahwa Dua Kurir togel itu  sudah lama jadi target pihak Polisi termasuk kurir-kurir togel  lainnya yang beroperasi dijalan pulau payung dan di jalan tegalega serta didaerah pangkalan jalan Dock . Informasi baru diperoleh tabloid Horas   bahwa kurir togel masih banyak gentayangan dibilangan jalan pulau payung (jalan diponegoro) yang hingga kini belum berhasil ditangkap polisi. Bahkan tersiar kabar, kurir togel itu  banyak berkeliaran didaerah bagan besar, bukit nenas dan bukit kayu kapur serta digurun panjang dan juga di daerah purnama , maupun juga di bukit timah dan lubuk gaung termasuk dibangsal acehdan dibilangan jalan pulau payung atau sukajadi Dumai  Dumai.

Terhadap maraknya judi togel di Dumai berbagai kalangan sejak lama sudah menyoroti termasuk beberapa LSM dan Lembaga Peduli sudah angkat bicara agar Bandar togel yang diduga bercokol dijalan nangka Dumai, di daerah jalan merdeka dan jalan merdeka baru serta di jayamukti agar diselidiki sampai tuntas. Bila induk atau Sang Bandar judi togel itu sudah bisa berhasil ditangkap Polisi maka populasi pekat judi togel dapat  diantisipasi di Dumai. Artinya pihak berwajib jangan pilih kasih. Untuk Bandar togel di Dumai  tegakkan Hukum dengan sebenarnya kalau terbukti harus ditindak tegas.

Dari pantauan Media ini, gerakan pihak berwajib dalam gelar razia PEKAT  (penyakit masyarakat) 2013 diwilayah  Polsek Dumai Timur,pada rabu (11/12) petugas berhasil meringkus enam orang penjudi .tiga diantaranya adalah penjudi kartu Remi .tersangka ditangkap pada saat asyik main Song di jalan lintas Dumai_Sei pakning .barang bukti uang tunai berhasil diamankan petugas sebesar Rp236.000.sementara tiga orang lagi adalah penjudi toto gelap(Togel).belum dapat diketahui Horas Siapa Bandar Togel atau bos dari tiga tersangka itu.namun untuk kota Dumai disinyalir Bandar Togel masih banyak berkeliaran dan patengtengan dan Sok Anggar jago ditengah masyarakat karena belum tertangkap Polisi.sedangkan untuk penjudi song di beberapa tempat masih terus marak .pemainnya ada kalangan omak omak atau yang kerab di sebut Inang inang parjuji napabilak bilakkon”seperti di jalan Bukit timah didekat Cucian motor Bus.termasuk di rumah rumah anggota warga di jalan Merdeka baru, di Jalan Bundaran , juga di daerah bagan besar, di Bumi ayu ,di daerah ampang ampang .yang jelas kasus judi togel dan judei Song dan judi sabung ayam masih marak di Dumai. (TIM)