Daftar Blog Saya

Sabtu, 20 September 2014

Pengusaha Lokal Taput Kecewa Kepada PT SOL

PT. SOL
Taput, Horas
Para pengusaha Kabupaten Tapanuli Utara merasa kecewa atas sikap PT Sarulla Operation Limeted (SOL) yang lebih memilih memakai jasa perusahaan luar daerah Taput termasuk dari Jakarta untuk mengerjakan berbagai proyek yang ada di PT SOL. Para pengusaha keberatan sebab belum tentu perusahaan dari luar tersebut lebih bagus dari mereka.

“ Kita sangat-sangat kecewa dengan sikap PT SOL yang lebih memilih memakai jasa perusahaan dari luar daerah daripada memakai jasa perusahaan yang terdaftar di Kabupaten Tapanuli Utara ini. Dari pekerjaan proyek yang dikerjakan oleh perusahaan luar daerah tersebut, kita juga mampu mengerjakan perkerjaan tersebut. Mengapa harus memakai jasa perusahaan luar daerah padahal kita mampu.” ujar Robert Hutabarat pemilik CV Bintang yang sudah terdaftar sebagai perusahaan di Taput kepada awak media ini di Kantor Bupati Taput Tarutung Senin (15/9).
Menurutnya, dari cara kerja dan hasil pekerjaan menurut jadwal penyelesaian yang dikerjakan oleh perusahaan luar daerah, ianya merasa perusahaan miliknya bekerja lebih bagus dan lebih cepat mengerjakan proyek yang ada di PT SOL tersebut daripada perusahaan luar daerah itu. Sehingga dirinya menggangap kehadiran PT SOL di Taput tidak sesuai dengan perjanjian PT SOL untuk ikut mensejahteraan masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara.

Senada, Pasonly Siburian mengungkapkan kekecewaannya atas perekrutan tenaga kerja PT SOL, menurutnya banyak putra daerah asal Pahae yang mempunyai bidang pendidikan sesuai dengan yang dibutuhkan PT SOL namun yang diangkat jadi tenaga kerja di PT SOL berasaldari luar daerah.

“ Jadi apa gunanya PT SOL hadir di Pahae dan Taput ini bila tenaga kerja yang yang mempunyai bidang pendidkan sesuai dengan kebutuhan PT SOL asal Pahae dan Taput ini tidak dipekerjakan di PT SOL ? Banyak putra Pahae dan Taput ini yang bidang pendidikan sesuai dan memenuhi persyaratan dan bekerja di perusahaan ternama namum tidak juga diperjakan PT SOL. Jadi apa gunannya PT SOL hadir Taput ? sebutnya.
Sementara itu, Ojak Sihombing dari Desa Silangkitang Pahae Taput menagih janji PT SOL untuk mengganti lahan milik masyarakat yang sampai saat ini belum terrealisasi. “ Mana janji PT SOL untuk mengganti rugi lahan saya, sampai sekarang mereka belum menyelesaikannya.” ujarnya.

Ketika Humas PT SOL Hindustan Sitompul diminta untuk konfirmasi, ianya berjanji untuk ketemu hari ini, namum entah kenapa dibatalkannya dan berjanji ketemu hari Selasa esok.(Erwin Nababan)  

PESTA PARHEHEON PAROMPUAN HKBP EXAUDI MERIAH

Pekabaru, Horas
Ina HKBP Exaudi Resort Sukajadi, Sabtu dan Minggu (13-14/9) melaksanakan Pesta Parompuan Peduli Pembangunan. Berbagai kegiatan dilakukan yang tujuanya adalah untuk menggalang dana demi pembangunan gereja tersebut. Kegiatan dimaksud adalah Pertandingan Foodsal, Pertandingan Masak Memasak, Pertandingan Trio, pertandingan merangkai bungan dan pertandingan merias tanpa kaca.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada hari sabtu malam dan Minggu, (13-14/9). Satu lagi acara yang sungguh mengasyikkan adalah penjualan Kupon Berhadiah. Pengundiannya pada hari Minggu, (14/9). Pemenangnya, tercatat 10 orang dan sudah bisa diambil di gereja sampai 30 hari ke depan. Hadianya sangat menarik seperti Televisi 30 inci dan hadiah lainnya.

Usai kebaktian, panitia menggelar tor-tor dan lelang. Semua undangan dari gereja tetangga yang juga adalah para ibu, dengan semangat memberi sumbangan. Dana dana yang diperoleh secara keseluruhan dari hasil pesta sebesar Rp 250 juta bersih. Panitia mengucapkan terima kasih atas bantuan dari seluruh jemaat yang hadir dan yang tidak hadir atas partisipasinya. **

Gereja HKBP Exaudi dan Gedung Gereja baru sudah siap di pundasi

Pdt. Ruth Simanjuntak sedang memimpin acara kebaktian

Koor Ibu-ibu

Sedang manortor

Pak Napitupulu sedang menyumbang ibu-ibu

Kamis, 18 September 2014

Tudu-tudu ni Sipanganon tanpa "Ulu", Boha do i?

Oleh : Drs. Pantas Sitompul

Tudu-tudu ni sipanganon
Adat ni halak batak, biasana ingkon adong do tudu-tudu ni sipanganon ima na dipasahat susut paranak tu suhut parboru, satu ekor pinahan lobu. Dungi dibalos suhut parboru ma i dohot mangalehon Dengke Mas. Tudu-tudu ni sipanganon i lengkap do i dipatupa di ginjang ni sambong na balga ima NA MARNGINGI, OSANG, ALIANG-ALIANG, SOMBA-SOMBA, SOIT dohot IHUR-IHUR.

Antar songoni ma biasana dipatupa ditingki adong adat di halak batak, isarana ditingki marhata sinamot, ulaon unjuk dohot angka ulaon adat na asing. Dung dipasahat suhut paranak tudu-tudu ni sapanganon i tu suhut parboru, ndang gabe hak ni suhut parboru jagal I sepenuhnya, dipaulak do muse satonga tu suhur paranak ia na digoari Ulu Mulak. Asa adong muse bagi-bagion ni suhut paranak tu hula-hulana dohot tu tulangna suang songoni tu angka undangan na asing. Suhut parboru pe tong do bagi-bagi onna i tu hula-hula dohot tulang na dohot tu angka undanganna na asing. Jala ditingki na pasahaton i tu horong ni hula-hula, tulang dohot angka undangan na asing jolo digorahon do i.
Manjalo tudu-tudu ni sipanganon

Tung mansai uli jala tabo do tahe adat ni halak batak i, masipaolo-oloan. Alai adong do di sebagian halak batak na so adong tudu-tudu ni sipanganon ditingki ulaon pangadation. Adong do nian dipasahat suhut paranak sipanganon tu suhut parboru di bagasan sambong na balga i , alai isini sambong i, ndang adong ulu ni pinahan i na biasana dibola dua. Holan tango-tanggo na bolon do isina. Jala dung sae dipasahat i tu suhut parboru pintor diboan do sude isi ni sambong i tu pudi jala disima dipature parhobas. Dibagi-bagi tu plastic laos dipambagihon situan na torop sesuai aturanna. Antar boha do songon i, boi doi di adat ni halak batak?

Dengke

Angka on ma goar ni jambar juhut (Pinahan Lobu) :
1. Na marngingi (parsanggulan, ulu, kepala bagian atas, tempat otak);
2. Osang (kepala bagian bawah, silojaloja tingki marngalungalu);
3. Aliangaliang (rungkung -somalna diseati do on tingki mangan);
4. Sombasomba (rusuk depan dipotong melingkar tidak putus, unang maponggol);
5. Soit (buhubuhu sian pat); 6. Ihurihur. ***

Selasa, 16 September 2014

KPK Cegah Raja Bonaran Situmeang


JAKARTA, Horas
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung tancap gas memeroses kasus dugaan suap Rp1,8 miliar dalam pengurusan sengketa Pemilukada Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara 2011.
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang sebagai tersangka. Hari ini Bonaran langsung dicegah. KPK juga memeriksa lima saksi pertama.
Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan, KPK sudah melayangkan surat permintaan cegah kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk mencegah Bonaran. 
Pencegahan dilakukan untuk kepentingan penyidikan. Pasalnya saat yang bersangkutan diperiksa nantinya tidak sedang berada di luar negeri.
“Pencegahan RBS berlaku sejak hari ini tanggal 22 Agustus 2014 sampai enam bulan ke depan,” kata Johan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (22/8/2014) malam.
Hari ini penyidik memeriksa mantan anggota DPRD Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani, mantan Ketua KPU Sumut sekaligus Dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Irham Buana Nasution, Ketua KPU Tapteng Dewi Elfriana, ajudan Bonaran Daniel Situmeang, dan M. Ridho alias Pito (swasta).
Johan menuturkan, pemeriksaan kelima saksi ini tentu untuk merangkai konstruksi pidana penyuapan yang disangkakan kepada Bonaran. Meski begitu, Johan belum mengetahui bagaimana keterangan mereka yang disampaikan ke penyidik.
“Lima orang itu hadir dan sudah diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RBS,” kata Johan di Gedung KPK, Jakarta, tadi malam.
Dia membenarkan, di antara mereka sudah ada yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang terdakwa mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) M Akil Mochtar. Di antaranya Bakhtiar, Irham, Dewi Elfriana, dan Daniel. Meski begitu tuturnya, keterangan mereka saat itu tentu untuk kepentingan mendakwa dan membuktikan penerimaan Akil. (net)

Rabu, 03 September 2014

Mengenal Lebih Dekat Ir. Hotman Sitompul

Ir. Hotman Sitompul
Tokoh kita yang satu ini bernama Hotman Sitompul. Dia adalah anggota DPRD Kota Pekanbaru Periode 2014-2019 hasil Pemilu 9 April 2014. Dia bersama 44 orang anggota dewan lainnya akan dilantik menjadi anggota DPRD Kota Pekanbaru pada Sabtu, (6/9) di Gedung DPRD. Dia berasal dari PDIP dari DAPIL IV Nomor Urut 4 Kecamatan Bukit Raya dan Marpoyan Damai. Untuk mengenal lebih dekat siapa sosok Hotman Sitompul, perlu anda simak berita di bawah ini. ***
Ketua yang satu ini dilahirkan di Pematang Siantar pada tanggal 24 Nov tahun 1956, menamatkan SMA di Medan dan menyelesaikan kuliahnya di SSTN/ISTN Jakarta. 
Ir Hotman Sitompul/ Mitiawati Harahap  Bangga Jadi Marga Sitompul
Ir Hotman Sitompul pada awalnya tigak bersedia diangkat menjadi Ketua Punguan Sitompul dan Boru Kota Pekanbaru tahun 2007. Menurutnya, dia belum mampu mengemban tugas ketua punguan. Selain tidak mengerti soal adapt istiadat, dia juga berpikir bahwa selama ini belum ada yang diperbuat untuk punguan sitompul. Dan dalam benaknya mengatakan masih banyak tokoh yang lebih mampu dari dirinya menjadi ketua.

Saat itu, Pesta Bona Taon Sitompul dan Boru, tahun 2007, ketepatan ketua panitia adalah dia sendiri Ir Hotman Sitompul dan sekretaris panitia adalah Anton Sitompul SH. Menjelang pelaksanaan pesta, beberapa orang tua berkumpul seperti biasanya membicarakan dan menetapkan siapa ketua punguan. Pertemuan itu berlangsung di rumah Ompu Tulus Sitompul di Rumbai. Dan secara aklamasi mereka memilih Ir Hotman Sitompul menjadi ketua punguan untuk periode 2007-2009. Setelah beberapa orang tua dan penasehat punguan mengadakan rapat, Hotman pun dipanggil dan maksud baik natua-tua pun disampaikan kepada Hotman.

Alangkah terkejutnya Hotman mendengar hal itu. Dalam benaknya “saya belum mampu, saya belum bisa, masih ada yang lain, saya belum faham tentang punguan marga sitompul”. Awalnya dia menolak. Ompu Tulus selaku juru bicara menyampaikan kabar baik itu kepada Hotman. Sebuah ultimatum diterima Hotman. “Jawab dulu dengan jujur, kau terima Jadi Ketua, kalau tidak saya pulang, tak perlu ada pesta ini,” kata Ompu Tulus kepada Hotman. Dan dijawab Hotman “Ialah Ompung, saya pertimbangkan”. Itulah jawaban secara singkat yang pada hakekatnya hanya sekedar mencari celah agar dia tidak dipilih menjadi ketua.

Pergumulan Hotman sangat berat. Dia pun menanyakan kepada orangtuanya di Medan sekaligus meminta pendapat. Orang tuanya menyarankan supaya meminta dan memohon kepada orangtua Sitompul di Pekanbaru supaya diberi jabatan lain, asal tidak jadi Ketua. Dia juga bertanya dan berkonsultasi dengan abangnya di Surabaya yang sudah dua periode menjadi Ketua Punguan Sitompul dan Boru Surabaya sekitarnya. Abangnya mengatakan bahwa untuk menjadi Ketua Sitompul harus ada waktu yang cukup, ada financial, tidak hanya dalam adapt istiadat saja, bahasa batak harus dikuasai. Mendengar jawaban dari orang tua dan abang kandungnya, dia pun semakin kecut menerima amanah tersebut.

Sehari sebelum acara pesta, dia belum yakin bahwa dirinya akan dilantik menjadi ketua karena dia memang tidak menerima keputusan natua-tua tersebut. Namun pagi hari saat pelaksanaan pesta, setelah mendapat petunjuk dari Tuhan, Hotman pun menerimanya dan dia pun dilantik menjadi Ketua Punguan periode 2007-2009.

Setelah menjadi ketua, Hotman bersaksi, bahwa yang didapat dari punguan sitompul sungguh sangat banyak. Dia mengaku bangga menjadi marga sitompul. Setelah menjabat jadi ketua dia baru tahu bahwa orang tua sitompul semua pintar-pintar terutama soal paradaton. Ternyata semua sudah ada diatur dalam adapt. Sebagai ketua punguan saya juga sangat bangga di tengah masyarakat. Artinya, banyak hal yang ia peroleh secara positip selama menjabat jadi ketua.

Di lingkungan kerjanya, Hotman menjadi disegani. Bahkan setelah atasannya mengetahui dia sebagai ketua marga sitompul dia disalami sebagai ucapan selamat. Sejawat di organisasi lain pun menjadi segan sama kita dan mereka mengatakan kita Ketua Suku. Terus terang dia katakana, setelah menjabat ketua punguan, dia pun mendapat jabatan baru dilingkungan kerjanya menjadi Kepala Bagian. Itu saya syukuri, soalnya, jabatan itu saya terima setelah saya menerima jabatan ketua sitompul.

Setelah menjabat ketua, dia pun secara pelan-pelan belajar dan rajin bertanya kepada natua-tua. Apa yang dia dapat, ternyata, punguan sitompul sudah ada sejak tahun 1961. Saya tak bisa lagi memberi komentar, rupanya punguan ini sudah cukup dikenal, tidak hanya di kalangan sitompul, kalangan orang batak tapi juga di kalangan masyarakat Riau. Ternyata sitompul sudah punya nama di Riau.

Dia berpesan kepada pengurus yang ada sekarang dan pengurus yang akan datang supaya ada estafet kepemimpinan kepada pengurus baru. Jangan hanya sekedar makan-makan, tapi harus bisa menunjukkan makna yang lebih jauh. Kalau ada marga sitompul yang berprestasi harus kita dukung. Dia berharap untuk masa yang akan datang sitompul lebih maju dan tetap kompak.

Style kepemimpinan yang diterapkan Hotman sewaktu menjabat ketua yaitu berusaha memberdayakan semua unsure pengurus. Dan hamper tidak ada masalah dan kesulitan. Ketua Bidang Budaya banyak memberi dukungan dan semangat. Style saya waktu itu lebih banyak mengadakan pendekatan dan lebih banyak mangelek (membujuk). Saya selalu berikap mengalah yang penting kegiatan punguan tetap berjalan. Banyak juga orang tua yang memberi semangat kepada saya sehingga bisa tetap tegar dalam memimpin punguan.

Dia melihat ada satu hal luar biasa dalam punguan. Ketua Wijk yang mengurusi anggota memberikan perhatian serius terhadap punguan. Dia tidak punya gaji, tidak punya honor dan tidak mendapat apa-apa dari punguan, tapi tetap mau dengan suka rela mengantarkan undangan ke rumah setiap anggota, mau memberikan informasi dari punguan ke anggota. Ini semua luar biasa pengorbanan ketua wijk terhadap punguan. Saya salut terhadap seluruh ketu wijk punguan sitompul.

Pengalaman pahit yang dirasakan dalam punguan diantaranya lagi enak-enak tidur, ada telepon, kita harus keluar mengurusi sitompul. Kita sudah berbuat yang terbaik buat punguan, tapi masih ada yang ngomong kurang inilah, kurang itulah. Tak ada puasnya. Ada juga kritik dari natua-tua, pengurus dan dari anggota yang sifatnya membangun ada juga kritik yang memojokkan. Semuanya kita alami dan kita terima dengan lapang dada.

Perubahan AD-ART

Selasa, 02 September 2014

SONIWATI AKAN DILANTIK MENJADI ANGGOTA DPRD RIAU

Soniwati Simatupang
Salah satu pendatang baru di gedung DPRD Riau, Soniwati, akan turut dilantik bersama anggota DPRD Riau lainnya perode 2014-2019, Sabtu, 6/9). Soniwati Simatupang berasal dari Dapil VI Siak dan Pelalawan Nomor urut 2 dari Partai PDIP. 
Soniwati Simatupang adalah istri dari Ir Hendrik Sitompul mantan Kepala Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau.
Soniwati lahir di desa Teluk Dalam Kabupaten Nias Barat yang masih jauh dari pusat kota tahun 1967. Dia bersekolah mulai dari SD, Smp, sma di kota kelahirannya. Setelah lulus dari sma dia mencoba merantau ke propinsi Riau untuk melanjutkan pendidikan ke kota Pekanbaru. Berkat kasih Tuhan Soniwati di terima kuliah di UNRI, angkatan 1984. Selesai kuliah di unri, dia mencoba melamar pekerjaan di salah satu asuransi di kota Pekanbaru. Itulah besar kasih karunia Tuhan. Soniwati  langsung diterima bekerja di salah satu asuransi di kota Pekanbaru.
Setelah beberapa tahun bekerja di asuransi, Soniwati berjumpa dengan laki- laki berdarah Batak. Tidak lama berpacaran hanya satu tahun berkenalan langsung kawin. Suaminya Ir Hendrik Sitompul, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Riau. Mereka, kini, telah dikarunia tiga anak.
Soniwati menikah dengan Ir Hendrik Sitompul pada tahun 1990 di kota Pekan baru. Di pernikaannya Soniwati dinobatkan sebagai Boru Simatupang dan orang tua angkatnya tinggal di Minas.
Memang, berkat  Tuhan tidak bisa dihambat. Keluarga ini diberkati Tuhan  tiga orang anak. Satu laki-laki dan dua putri. 
Tidak terasa waktu berjalan sampai saat ini anak sulungnya  sudah lulus dari perguruan tinggi dan putri tertua sekarang sedang kuliah, sementara putri bungsunya masih sekolah di tingkat smp.
Terjun ke dunia politik
Awalnya ia hanya ingin memenuhi kuota 30% perempuan.Tetapi setelah terjun langsung ke lapangan wanita ini merasa terpanggil untuk bisa langsung membantu masyarakat yang di bawah garis kemiskinan, dan anak anak yg putus sekolah,
Wanita yg bernama lengkap Soniwati Wau, merupan Calon Anggota DPRD Riau dari partai PDIP Dapil VI Siak dan Pelalawan dengan nomor urut 2. Wanita ini tetap gigih turun ke masyarakat di waktu memperkenalkan cagub dan cawagub LURUS yang di usung dari partai PDIP. Dari sanalah Soniwati melihat langsung bagaiman sebenarnya yang terjadi di lapangan.
Banyak masyarakat yang memang belum tersentuh dari pihak pemerintah Propinsi Riau, kususnya di daerah pedesaan. Satu contoh air bersih di daerah perawang dan Minas dan aliran listrik di daerah kecamatan Minas Barat.
Dia berkarir di bidang organisasi wanita. Saat ini Soniwati menjabat sebagai bendahara di gabungan organisasi wanita (GOW) dan Ketua dpc PWKI (Persatuan wanita kristen indonesia). Walau pun wanita ini ibu rumah tangga masih tetap exsis di pekerjannya di asuransi terkenal.
Dimana saat ini  kpk gencar gencarnya membrantas korupsi di negara kita yg tercinta ini. Soniwati tidak pernah takut dan tidak luntur hatinya untuk pencalegkan ini, "Saya bukan ingin korupsi walau nanti saya di izinkan Tuhan duduk di gedung legeslatif itu,"ungkap Soniwati.
“Tujuan saya masuk dalam dunia politik bukan hanya untuk jabatan, tapi saya sudah membuat rencana kedepan memproritaskan masalah pendidikan, infrastruktur dan meningkatkan koperasi bagi kalangan pengusaha ekonomi kecil,” katanya.
Disamping itu, katanya, untuk lebih dekat dengan masyarakat pedesaan yang selama ini masyarakat yang tidak pernah tersentuh dari program pemerintah, dimana program pemerintah saat ini banyak tapi bagi kalangan masyarakat yang ada di desa-desa terpencil tidak pernah tersentuh oleh pemerintah setempat.
Soniwati dan keluarga memohon doa dan dukungan dari masyarakat khususnya yang ada di daerah kabupaten Siak dan Pelalawan.
Dia juga memohon dukungan dari keluarga besar Sitompul, Simatupang, Nainggolan dan Tambunan Silalahi Sabungan yang ada di wilayah Dapil VI Kabupaten Siak dan Pelalawan, karena dia ingin mengabdi kepada rakyat. (Horas)

“Desaku Bebas Narkoba”

Mahasiswa Kukerta Unri dan Badan Narkoba Kampar Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba
di Desa Tanjung Alai Kampar

Oleh : Veronika Sitompul (Mahasiswa Kukerta UNRI Fakultas Ekonomi)

Kampar, 1 September 2014
Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Riau yang sedang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (Kukerta)  di Desa Tanjung Alai Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar telah banyak melaksanakan kegiatan bersama masyarakat desa. Salah satu, salah satu diantaranya adalah kegiatan penyuluhan Narkoba.

Peserta Kukerta UNRI berfose bersama BNN Kampar,
Kepala Desa dan BPD Desa Tanjung Alai  - Kampar
Kegiatan ini berlangsung di Aula SMP Plus PP Syekh H Abdurrahman, Sabtu, (30/8) pukul 09.00 – 12.00 Wib yang dihadiri seluruh peserta KKN Fakultas Ekonomi UNRI dan 60 orang siswa SMP, para pemuda, tokoh masyarakat, ninik mamak, para guru, Kepala BPD Abdul Muluk, S.Pd, Kepala Desa Tajung Alai Yulhendri, S.Pd dan perangkat desa. Pembicara dalam penyuluhan itu adalah Badan Narkotika Kabupaten Kampar.

Penyuluhan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman mengenai Bahaya Pemakaian Narkoba kepada masyarakat desa Tanjung Alai dengan tema Desaku Bebas Narkoba. Peserta Kukerta berkerjasama dengan pihak badan narkotika kabupaten Kampar.

“Acara yang di hadiri oleh murid SMP dan seluruh perangkat desa dan tokoh masyarakat ini, bermaksud agar seluruh lapisan masyarakat tahu dan memerangi bahaya narkoba di Desa Tanjung Alai ini, karena penyebaran obat-obatan terlarang ini sudah masuk ke pelosok desa bukan hanya daerah kota”, ujar Marsulin selaku ketua pelaksana kegiatan penyuluhan ini yang juga mahasiswa UNRI. Materi penyuluhan disampaikan oleh anggota Badan Narkotika Kabupaten Kampar. Diantara materi yang dipaparkan adalah,  jenis-jenis narkoba, cara penggunaan narkoba, efek yang ditimbulkan akibat penggunaan narkoba, serta sanksi hukum dan rehabilitasi bagi para pecandu narkoba sehingga para generasi muda tidak terlibat dengan obat-obatan yang merusak baik pribadi maupun orang lain. ***)



Senin, 01 September 2014

LCKI Dumai Angkat Bicara, Soal Anggota Dewan yang Korup

Jufrida Diadukan ke Polisi Soal Bansos


Richard Sirait, Bendahara LCKI Dumai
Dumai, Horas
Pengurus Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Dumai menyayangkan prilaku Jufrida anggota DPRD Dumai yang mengkorupsi uang masyarakat. Oleh karena itu, LCKI Dumai meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini sampai terang. “Kita meminta pihak kepolisian supaya mengusut atas laporan warga tersebut, jika laporan yang dilakukan tidak ditindaklanjuti Polres Dumai maka kita dari tim LCKI Dumai akan menindak lanjuti hingga ke Polda dan ke Mabes Polri," ujar R Sirait bendahara LCkI Dumai.

Sebagaimana diketahui, MR Tarigan Kader Posyandu Asoka Kelurahan Purnama Dumai Barat melaporkan anggota DPRD Dumai Jufrida dari Partai Barisan Nasional (Barnas) ke polisi. Dia dilaporkan atas dugaan korupsi dana bantuan 13 Posyandu di Kecamatan Dumai Barat pada tahun anggaran 2013 lalu melalui Dinas Koperasi Pemberdayaan Masyarakat dan UKM Kota Dumai. Hal ini sesuai dengan surat pelapor dengan nomor: R/LI/476/VII/2014 tanggal 30 Juli 2014.

Awalnya, pengurus Posyandu Dumai Barat mengajukan proposal bantuan kepada Jufrida supaya bisa diperjuangkan masuk di anggaran APBD Dumai 2013. Dan proposal itu dimasukkannya ke Dinas Koperasi Pemberdayaan Masyarakat dan UKM Kota Dumai. Proposal itu pun disetujui Pemko Dumai dan dianggarkan melalui Dinas Koperasi Pemberdayaan Masyarakat dan UKM Kota Dumai.

Setelah menunggu beberapa lama dana tersebut belum juga dikucurkan, maka pengurus mempertanyakannya langsung ke Dinas Koperasi Pemberdayaan Masyarakat dan UKM Kota Dumai. "Kita pertanyakan dinas koperasi, kata staf yang dijumpai mengatakan bahwa dana sudah diambil oleh terlapor JF yang dibuktikan surat tanda terima dan kwitansi lainya yang ditandatangani. Uang tersebut sudah diambil tanggal 6 September 2013 sebesar Rp186 juta.," ujar M.R Tarigan. Karenanya, muncul niat mereka untuk mengadukan Jufrida ke Polisi.

Seperti diketahui, Jufrida anggota DPRD Dumai dari Partai Barnas, terpilih kembali menjadi anggota DPRD Dumai periode 2014-2019 dari Partai Hanura dari Dapil 4 nomor urut 2. ***

Senin, 25 Agustus 2014

Pemkab Bengkalis Diminta Usut Pasar Modern dan Swalayan

Jenis barang illegal yang dijual di swalayan
Bengkalis - Dirsus Komisi Pencari Fakta Republik Indonesia (KPF-RI) wilayah Riau, meminta Pemerintah Kabupaten Bengkalis maupun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), mengusut tuntas pasar modern atau mini market dan Swalayan diwilayah Kabupaten Kota Bengkalis. Permintaan itu berkaitan dengan beredarnya rumor yang menyebutkan  adanya sejumlah mini market dan Swalayan yang menjual produk makanan dan obat yang tidak memenuhi per¬sya¬ratan keamanan, khasiat/ke¬manfaatan dan mutu.
Bahkan kasus dugaan peredaran produk impor ilegalyang telah bertahun-tahun lamanya beraksi di Kabupaten Bengkalis, disinyalir Negara dirugikan miliaran rupiah, karena tidak tercatat pada pembayaran pajak.
Hal tersebut dikatakan Direktur Khusus Komisi Pencari Fakta Republik Indonesia (KPFRI) wilayah Riau, Edi Hadinata di Bengkalis minggu kemaren, terkait penemuan ratusan jenis barang selundupan dan palsu yang semakin marak beredar di pasar modern atau mini market dan Swalayan. Selain jenis barang obat, kos¬metik dan makanan ilegal asal Malasyia, Thailand, Cina dan Singapore, juga disinyalir tidak masuk dalam pembayaran pajak. Ia mengatakan, seharusnya semua barang dari luar negeri yang masuk ke Bengkalis, melalui rangkaian prosedur di antaranya pencatatan pembayaran pajak.
Edi, sangat mengkhawatirkan dari sejumlah minimarket maupun swalayan yang tersebar di Kabupaten Bengkalis, terdapat juga makanan haram seperti produk daging babi kaleng yang didatangkan dari Cina yang tidak terdaftar atau mencantumkan izin edar fiktif. “Kami khawatir makanan haram jenis daging babi kaleng ilegal yang telah banyak beredar diseluruh pelosok Desa, Kecamatan dan Kota Bengkalis selama ini,” ujarnya.
Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis dan BPOM dia merespon isu tersebut dengan segera merazia kasus yang satu ini, demi kemaslahatan umat lanjutnya. “BPOM dan Dinkes segera bergerak untuk menjaga agar produk haram itu tidak akan masuk dan beredar lagi diwilayah Kabupaten Bengkalis maupun diseluruh Indonesia,” kata Edi.
KPFRI wilayah Riau menilai bahwa makanan label non halal banyak beredar di pasar modern. Oleh karenanya, masyarakat (konsumen) disebutkan Edi, mesti hati-hati saat berbelanja. Artinya, mereka harus membaca terlebih dulu kandungan bahan makanan tersebut. “Kami meminta Pemda dan pihak terkait  segera merazia seluruh pasar modern atau minimarket dan swalayan tanpa terkecuali, agar tidak timbul prasangka persaingan bisnis.
Disamping itu, pihaknya meminta agar Pemda Bengkalis dan pihak terkait lainnya segera menyelidiki hasil setor bayar pajak jenis produk barang-barang asal luar negeri selama ini. Sebab, data yang diperoleh, daftar komuditi ekspor dan komuditi impor di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, hanya tercatat beberapa kegiatan ekspor dan kegiatan impor saja. Seperti barang eskpor kelapa bulat, kopra, pinang, sagu, industri dan ikan segar. Sementara barang impor, yang izin edarnya resmi, seperti kacang kedelai, ikan teri, cabe kering, kacang tanah, kacang hijau, kertas sembahyang, lidi sembahyang, pelampun jaring, garut sampah, kotak nasi bungkus, cat tembok, tali plastik, kantong plastik dan popok bayi.
Namun, bila dibandingkan dengan produk-produk barang asal luar negeri yang masuk ke wilayah Kabupaten Bengkalis selama ini, mencapai ratusan jenis produk. Misalnya, produk minuman kaleng kratingdaeng (RedBull) asal Thailand, makanan kaleng (Sotong) produk Malasyia, produk susu cap junjung dari Singapore, biskuit asal Malasyia, produk minyak sembahyang dari malaysia, produk kecap asin asal China, produk friskies asal Malaysia, susu beruang kaleng produk Thailand, produk daging babi kaleng impror dari China, produk kream pembersih muka asal Thailand, dariri champ asal Singapore, produk kulit, produk fashion serta produk laptop dan jenis produk barang lainnya asal luar negeri ke Bengkalis-Riau yang tidak tercatat pada pendaftaran pajak. ungkap, Edi.
Menyikapi produk ilegal yang meresahkan warga masyarakat, Kepala Bidang perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkalis, Drs, H. Raja Arlingga, angkat bicara. Raja Arlingga kepada Berantas diruangan kerjanya mengungkapkan, kejadian adanya sejumlah mini market dan Swalayan di Bengkalis selama ini yang semakin merajalela menjual produk makanan dan obat yang tidak memenuhi per¬sya¬ratan keamanan, khasiat/ke¬manfaatan dan mutu lainnya, akibat permainan dari pihak Bea Cukai dengan pengusaha-pengusaha luar dan didalam. Masalah ini semuanya, tanggungjawab BC disini. karena mereka yang mengawasi dan melewati barang-barang haram itu masuk ke Kabupaten Bengkalis,,” katanya.
Ia mengatakan, seharusnya semua barang dari luar negeri yang masuk ke Bengkalis ini, melalui rangkaian prosedur, di antaranya pencatatan pembayaran pajak. namun, jenis barang-barang yang masuk sesuai dengan laporan yang kami terima selama ini, hanya beberapa jenis barang saja, seperti kedelai.
Atas adanya temuan dari teman-teman Media dan LSM seperti ini diseluruh minimarket dan swalayan yang ada, bisa aja langsung dilaporkan kepihak terkait termasuk ke dinas ini secara tertulis. Dengan adanya bukti-bukti seperti ini, pihak petugas BC Bengkalis dinilai lalai atau sengaja mengabaikan prosedur. itu harus dapat dipertanggungjawabkan oleh mereka. katanya menambahkan.
Sementara itu, seksi perlindungan konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkalis, Diah Helena mengungkapkan, satu bulan yang lalu, pihaknya banyak menemukan produk-produk asal luar negeri yang tidak memiliki nomor registrasi dari Badan POM RI atau Departemen Kesehatan RI serta tidak memiliki label kadaluarsa. Hal ini terjadi didaerah Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. “Kami memang sangat menyayangkan tindakan pengusaha yang menjual produk bermasalah seperti kami temukan itu bulan lalu dilapangan. apalagi seperti data yang baru ditemukan teman-teman Pers ini di sejumlah swalayan dan minimarket di Bengkalis, itu sangat salah besar, kesal Diah Helena.
Menyikapi persoalan peredaran produk ilegal disejumlah toko, minimarket dan swalayan diwilayah Kabupaten Bengkalis, beberapa pengurus/pemilik usaha, seperti Evan Swalayan, Mini Market (MM), Center Mart dan pemilik Plaza Mandiri-Bengkalis yang dicoba dikonfirmasi Berantas secara tertulis belum ada jawaban. Namun, pengurus Evan Swalayan yang berupaya tidak menyebutkan jati dirinya kepada Wartawan, mengaku bahwa produk barang yang tidak memiliki nomor registrasi dari Badan POM RI atau Departemen Kesehatan RI, ada izin dari luar negeri, cetusnya.

Kepala Sub Seksi Pencegahan dan Penindakan pada Bea dan Cukai Bengkalis, H Dahwir yang ditemui Berantas diruang kerjanya belum lama ini mengatakan, “Kalau barang asal luar negeri itu kami larang masuk ke Bengkalis, nanti BC yang disalahkan masyarakat. Memang kami kerja disini itu sebenarnya, serba salah,” katanya…..Nantikan Ulasan berita ini selanjutnya pada Koran SKU-Berantas Edisi 025,terbitan Rabu (20/08/2014) mendatang**Ismail** (harianberantas)

ROKOK LUFFMAN TANPA BANDROL BEREDAR LUAS DI PEKANBARU

Rokok Luffman
Pekanbaru, Horas Indonesia - Satu bulan terakhir ini, di Kota Pekanbaru, beredar luas rokok merk Luffman tanda bandrol ada warna putih dan merah. Untuk mendapatkan rokok ini sangat mudah dan dijual di warung-warung.
Menurut beberapa pemilik warung, yang ditanyai THI, beberapa hari terakhir ini, rokok ini diantar langsung oleh beberapa orang sales ke toko-toko dan warung. Harganya, sangat murah Rp 6.000 per bungkus. Bila membeli satu pak Rp 55.000. 
Dalam kemasannya tertulis "Khusus Kawasan Bebas". Menurut cerita dari mulut ke mulut, rokok ini diproduksi di Batam. Maka, bila kita ingin membeli rokok ini kepada penjual di warung harus kita sebut "Ada rokok Batam". Akan dijawab lagi, yang merah atau yang putih. 
Rokok ini masuk ke kawasan Pekanbaru tanpa pajak. Ini bisa dibuktikan dengan tidak dicantumkanya bandrol di kemasannya. Bisa dipastikan bahwa rokok Luffman ini masuk tanpa adanya pengawasan dari intansi terkait.
Lalu, kenapa aparat terkait lainnya seperti YLKI diam? Dimana polisi yang selama ini bisa membongkar kasus Narkoba, dimana petugas kantor bea dan cukai?.  Sama seperti rokok lainnya, terdapat gambar yang sangat menyeramkan dan ditulis "Peringatan....Merokok Membunuhmu". Kepada petugas yang berwenang diminta supaya merajia jenis rokok ini, segera. (IH)


Selasa, 24 Desember 2013

Paulak Une dan Tingkir Tangga Pendangkalan Makna pada Ulaon Sadari

Sampe Purba
Di kota-kota besar, di mana Pesta adat Unjuk diselenggarakan di Gedung Pertemuan., setelah acara selesai  - biasanya selepas maghrib -  akan dilanjutkan dengan Ulaon Sadari. Acara ini terkesan sangat dipaksakan. Dan menyesatkan ! .  Terlepas rumang ni ulaon apakah dialap jual atau taruhon jual, prosesinya adalah sama. Pengantin wanita dan suaminya berdiri di jajaran keluarga Parboru., kemudian dengan membawa tandok berisi lampet dan beras, beberapa Boru/ pariban ni boru muli bersama kedua pengantin tersebut, melangkah ke seberang meja di jajaran Paranak. Selanjutnya kedua pengantin tinggal di situ, dan rombongan boru tadi kembali ke jajaran meja Parboru dengan membawa makanan adat lengkap (biasanya anak ni pinahan lobu/ pinallo dengan parjambarannya). Boru tersebut juga diberikan amplop yang dikategorikan sebagai Upa Panaru. Prosesi ini tidak lebih dari 10 menit. Setelah itu bubar, karena kedua hasuhuton sudah berdiri, karena memang sudah siap-siap mau pulang ke rumah masing-masing setelah sehari penuh mengikuti acara pesta. 

Ini adalah prosesi yang menyesatkan, melecehkan dan mendangkalkan arti Paulak Une Tingkir Tangga. Argumentasi untuk itu adalah sebagai berikut :
Apabila rumang ulaon adalah ditaruhon jual, artinya bolahan amak/ host/ shahibul bait adalah Paranak. Bagaimana mungkin logikanya, pengantin wanita/ boru muli yang telah dirajahon hot di hundulanna , dan dipestakan di halaman rumah suaminya, harus di buat seolah-olah berangkat lagi dari rumah orangtua parboru. Kalau saja, rumang ulaon adalah di alap jual, masih ada logikanya, sekalipun kekeliruan maknanya lebih banyak lagi. 

Pada substansinya, paulak une adalah suatu acara antar keluarga inti, beberapa hari setelah pesta unjuk selesai. Keluarga muda ini bersama orang tuanya akan datang ke rumah parboru, untuk bersilaturahmi, mengingat pada waktu pesta tidak banyak waktu bersama.  Tetapi satu esensi penting, adalah ucapan terima kasih dari pengantin pria, bahwa orang tua pengantin wanita berhasil mengasuh, mendidik dan memelihara adab dan adat borunya, yang tetap dalam kondisi "Gadis", hingga ke hari perkawinannya. Gadis itu, tetap "UNE". Pada zaman dahulu, "UNE", adalah semacam jimat yang menjaga kegadisan seorang wanita dari pria jahat (semacam jimat anti pemerkosaan), yang diberikan orang tua kepada anak gadisnya. UNE tersebut dikembalikan (dipaulak UNE) dengan ketakziman oleh menantu laki-lakinya. 

Apabila seorang pengantin wanita ternyata sudah tidak gadis lagi, maka si pria akan meninggalkan SALAPA/ tempat tembakau yang kosong di sisi tempat tidurnya. Kemudian, utusan keluarga Paranak akan membawa SALAPA tsb ke hutanya parboru, serta menyampaikan maksud akan mengembalikan/ paulakhon/ mangolting/ menceraikan boru tsb. Apabila bukti-buktinya kuat, maka hal tersebut akan diterima dan disahkan oleh para pengetuai adat. Si wanita akan dijemput balik oleh parboru, atau dipaulak oleh paranak. Sementara itu, Sinamot/ mahar/ tuhor yang telah diberikan paranak sebelumnya harus dikembalikan parboru dua kali lipat. Di sini, ungkapan/ pepatah yang berlaku adalah :

Si dangka sidangkua, si dangka ni singgolom, na sada gabe dua, na tolu gabe onom, utang ni si pahilolong !!!
Nasehat kepada orang tua, yang memiliki boru untuk menjaga kesucian adalah :
"Marsihurhe manukna, unang teal buriranna".
Tinallik bulung si hupi, pinarsaong bulung siala
Unang sumolsol tu pudi, ndang sipasingot na so ada
Demikianlah, betapa sakral dan suci suatu lembaga pernikahan adat batak, dalam konteks Paulak UNE yang sesungguhnya. 
Dengan model yang sangat LEAS/ NEANG/ ASAL-ASALAN sekarang ini, di dalam ULAON SADARI, maka hilang dan sirna lah sudah esensi PODA moral kepada generasi muda kita untuk selalu menjaga kesucian tersebut. 
Tingkir Tangga
Tingkir Tangga adalah kunjungan balasan dari orang tua pengantin wanita bersama kerabat terdekatnya, ke huta Hela/ besannya, beberapa waktu setelah singkop/ tuntas Paulak Une., secara umum untuk melihat keadaan sosial, ekonomi dan spritual boru dan helanya. 

Maknanya adalah silaturahmi dengan keluarga besar besan/ tondong, sebagai implementasi bahwa dengan adanya pernikahan, maka hubungan kekeluargaan itu tidak hanya terbatas pada hela dan boru saja tetapi menyangkut juga keluarga besarnya. Adapun istilah TANGGA dimaksud, beberapa pihak menafsirkan adalah untuk melihat apakah hela/ borunya berasal dari keluarga par tangga ganjil, ruma timbo, yang melambangkan asal usul keluarga yang jelas, atau partangga gonop, yakni keluarga yang tidak jelas asal usulnya, atau mungkin bekas hatoban/ na tinean dan sebagainya. 

Tetapi sesungguhnya, klaim ini sudah kurang relevan, karena ketika akan mengawali partuturan/ partondongon, mulai pra marhori-hori dinding, utusan/ intelijen parboru seyogianya melakukan pengumpulan informasi lebih awal mengenai kekeluargaan calon helanya. 

Pepatah menyebut : 
Pangaririt pe baoa si doli, lobi pangariritan do ianggo si boru.  Faktor bobot, bibit, bebet dan sebagainya harus sudah dipertimbangkan. Ini bukan soal materialisme, tetapi adalah untuk kehati-hatian.  Orang yang terburu-buru, dan tidak melakukan pertimbangan yang matang, komprehensif adalah bagaikan :
Nai humarojor tata indahanna, Nai humalaput mabola hudonna.  

Kenyataan bahwa misalnya, ternyata hela adalah keluarga yang berasal dari partangga gonop, tidak memiliki dasar yuridis adat yang kuat sebagai alasan untuk menarik boru itu. Itulah jodoh/ sirongkap ni tondi nya, yang sudah direstui dan digabei untuk maranak marboru, matangkang manjuara.

Ndada simanuk manuk, sibontar andora, ndada sitodo turpuk si ahut lomo ni roha.
Orang tua parboru harus menerimanya dengan lapang dada, memberikan nasehat dan dorongan kepada keluarga muda tersebut untuk bekerja keras, hormat, dan melakukan yang terbaik di keluarga besar paranak.  Kalau sekiranyapun status keluarga/ ekonomi orangtua parboru lebih tinggi, atau dari turunan yang merupakan "buruk-buruk ni jarango, ihur-ihur ni bosi ma tasik - keluarga yang telah makmur dan terhormat  beberapa turunan), itu tidak boleh menjadi alasan untuk kurang menaruh hormat. Sebaliknya, orang tua boru akan menasehati borunya untuk tetap menjaga nama besar dan nama baik keluarga asalnya.  Borunya adalah utusan/ duta besar terbaik dari keluarga parboru "na patimbo parik jala na gabe paniaran di keluarga hela nya".

Demikianlah sesungguhnya, makna Paulak Une dan Tingkir Tangga.
Disarankan, di kota-kota besar di mana karena keterbatasan waktu dan sebagainya, tidak perlu dan JANGAN dilakukan itu acara ULAON SADARI, karena itu adalah MENYESATKAN dan MENDANGKALKAN makna yang sesungguhnya. Hal kunjung- mengunjung keluarga, dapat ditunda, sampai tiba waktu na lehet/ ombas na uli . Apalagi di zaman kemajuan teknologi ini, komunikasi sudah sedemikian baik dan lancar. 

Pragmatisme pelaksanaan adat, tidak boleh mengkudeta atau menyimpangi esensi substansi yang hendak ditegakkan. Pir tondi ma togu, horas tondi ma dingin.*) Jakarta, Desember 2013. Penulis, Praktisi, dan penikmat adat habatahon na tur. *)

“MAFIA TANAH DI DUMAI BAKAL DITANGKAPI”

KASUS  PERUSAKAN SAWIT DAN NENAS WARGA RT 05  MUNDAM TENGAH DITANGANI CAMAT MEDANG KAMPAI 
Horas:Dumai
Kasus perusakan tanaman sawit dan nenas yang diduga dilakukan oknum pengusaha berinisial CTO sudah ditangani Camat medang kampai. Pengaduan warga kepada  Camat atas tindakan  perusakan terhadap ribuan pokok tanaman nenas dan puluhan batang sawit milik M Wahid dkk , kini ditindak lanjuti camat medang kampai.ditafsirkan kerugian Warga pemilik tanaman itu sebesar Puluhan juta rupiah. Hal ini harus dipertanggung jawabkan oleh  pelaku.

Kepada wartawan  media ini Camat medang kampai Wan Kamarudin mengatakan untuk tindak lanjut laporan Warga nya itu, pihaknya  sudah menyurati lurah mundam agar melakukan pengecekan kelapangan, untuk melihat kondisi  lahan dan tanaman  milik warga yang dirusak oleh  pelaku  tersebut . sebab menurut laporan warga, bahwa CTO diduga  telah merusak tanaman sawit termasuk ribuan pokok tanaman nenas jadi  hancur babak belur pada  beberapa waktu lalu  dengan menggunakan alat berat Eskavator . masalah itu dilaporkan pemiliknya (A Wahid dkk_red) kepada Camat medang kampai. Kini masalah tersebut  juga menjadi bahan pembahasan  pembicaraan banyak orang didaerah Mundam Dumai ,”apa dasar oknum CTO merusaki tanaman warga Mundam ?.ini perbuatan melawan Hukum ,dan terjadi Kejahatan.  

Dari pantauan media Horas  serta informasi diperoleh dikantor Camat Medang kampai  menyebutkan, laporan warga soal masalah lahan dalam dua bulan terakhir ini ada tiga kasus masalah lahan di daerah Mundam ,yang ahirnya kasus tersebut  menjadi meruncing. Terkait kasus itu kita sudah menerima laporan masyrakat karena  warga itu merasa dirugikan .  pemerintah kecamatan tetap tanggap terhadap pemasalahan yang dihadapi warga tersebut, dan harus di sikapi secara arif dan bijaksana  ujar Kasi  Pemerintahan kecamatan medang kampai A Berri saat menjawab  wartawan  Tabloid Horas   Jumat 6/12 belumn lama ini.
Terkait perusakan tanaman milik warga yang terletak di RT 05 surat telah disampaikan pihak kecamatan  untuk kelurahan  Mundam agar turun kelapangan melakukan penelitian dan pengecekan terhadap lahan dan tanaman yang dirusak sang pelaku itu ujar A Berri. Nanti kita minta hasil laporan dari kelurahan Mundam terkait perusakan tanaman sawit dan nenas tersebut dan selanjutnya kecamatan segera menindak lanjutinya terang Kasi Pemerintahan kecamatan Medang Kampai .disebutkan  lagi,  masalah lahan warga Mundam tersebut  harus dituntaskan sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku dan apabila terbukti ada pelanggaran Hukum silahkan ditindak lanjuti keranah Hukum jelasnya.

Informasi beredar didaerah mundam dan banyak kalangan bertanya bahwa perusakan sawit dan nenas tersebut seharusnya pelaku diusut oleh kepolisian. Namun setiap ada permasalahan lahan didaerah mundam khususnya dikecamatan medang kampai dan di Kecamatan sungai Sembilan  terkesan sulit ditangani kepolisian ujar beberapa anggota warga  yang mohon tidak ditulis namanya. Selain itu semua orang tau soal masalah lahan banyak terkuak kepermukaan ,termasuk didaerah Gurun Panajang kecamatan Bukit Kapur, impormasi dirangkum Horas,permainan mafia tanah di Gurun panjang merajalela.tidak tersentuh Hukum .sehingga kasus lahan di gurun panjang meningkat .

Meskipun kasus lahan  banyak terungkap kepermukaan, tetapi baru segelintir yang sampai disidangkan di Pengadilan Negeri Dumai. dan terbukti  beberapa waktu yang lalu Camat medang kampai, lurah, dan juru ukur masuk penjara. Pejabat yang dipenjara tersebut zaman  semasa  Walikota  Zul As. 
Kini setelah awal desember 2013 terkait korupsi ganti rugi lahan dipelintung kecamatan medang kampai diduga Wan Fahrizal Noer terlibat dalam proses ganti rugi lahan yang bermasalah itu, akhirnya ditangkap pihak berwajib. Kini sedang menjalani proses Hukum di Pekanbaru. 
Berbagai pengamat Hukum dan beberapa lembaga peduli  masyarakat sudah angkat bicara terkait kasus penyerobotan  lahan Hutan Negara  dikota Dumai seperti dikecamatan sungai Sembilan kini Dua orang ditangkap Polisi Densus 88 dan kini menjalani proses Hukum di Polda Riau,yach barulah kena batunya,” diduga   karena menjuali lahan hutan Negara. (RDS)

POLISI BERHASIL RINGKUS KURIR PENJUAL NOMOR TOGEL DAN JUDI SONG

“BANDAR TOGEL BEBAS BERKELIARAN DI DUMAI”
Horas, Dumai
Petugas Polresta Dumai kembali berhasil meringkus kurir ( penulis nomor togel) baru baru ini. Dimana dua orang kurir togel tersebut berhasil ditangkap dijalan sentul sukajadi Dumai. Kini keduanya sudah diamankan dan tengah menjalani proses hukum di Polresta Dumai.kemudian petugas polsek Dumai timur berhasil meringkus 6 orang penjudi (11/12) .3 diantaranya penjudi kartu remi atau Song dan tiga tersangka lagi penjual Togel. Sampai kini belum terdengar ada kabar siapa  bos ( Bandar) dari para  kurir-kurir  togel tersebut. Disinyalir  Bandar judi togel itu aman aman bebas  gentayangan dikota Dumai

Dari pantauan media ini, praktek penjualan nomor togel  itu diduga masih berlangsung dibeberapa kedai kedai kopi. Dimana para kurir yang diperkerjakan Bandar togel di Dumai masih banyak beroperasi ditengah masyarakat menjual nomor togel dengan cara terselubung. Tidak jelas diketahui kenapa? Bandar togel dikota Dumai tidak dapat ditangkap pihak berwajib padahal dalam dua  bulan terakhir ini hampir dua  puluh orang kurir kurir togel berhasil ditangkapi tetapi bandarnya tidak ada kedengaran tertangkap.
Seperti diberitakan media ini sebelumnya bahwa dari wilayah Dumai Timur dikelurahan Tanjung Palas petugas kepolisian belum lama ini berhasil memburu  belasan orang kurir togel. Ketika itu barang bukti berupa catatan nomor yang dijual dan uang tunai berhasil diamankan. kini kurir togel itu meringkuk dipenjara. Baru berselang satu bulan kurir togel dua orang berhasil ditangkap polisi dari gang sentul Sukajadi Dumai berinisial S dan M. diduga kurir togel ini sudah lama beroperasi diwilayah itu ,karena sesuai kabar beredar disebut sebut bahwa Dua Kurir togel itu  sudah lama jadi target pihak Polisi termasuk kurir-kurir togel  lainnya yang beroperasi dijalan pulau payung dan di jalan tegalega serta didaerah pangkalan jalan Dock . Informasi baru diperoleh tabloid Horas   bahwa kurir togel masih banyak gentayangan dibilangan jalan pulau payung (jalan diponegoro) yang hingga kini belum berhasil ditangkap polisi. Bahkan tersiar kabar, kurir togel itu  banyak berkeliaran didaerah bagan besar, bukit nenas dan bukit kayu kapur serta digurun panjang dan juga di daerah purnama , maupun juga di bukit timah dan lubuk gaung termasuk dibangsal acehdan dibilangan jalan pulau payung atau sukajadi Dumai  Dumai.

Terhadap maraknya judi togel di Dumai berbagai kalangan sejak lama sudah menyoroti termasuk beberapa LSM dan Lembaga Peduli sudah angkat bicara agar Bandar togel yang diduga bercokol dijalan nangka Dumai, di daerah jalan merdeka dan jalan merdeka baru serta di jayamukti agar diselidiki sampai tuntas. Bila induk atau Sang Bandar judi togel itu sudah bisa berhasil ditangkap Polisi maka populasi pekat judi togel dapat  diantisipasi di Dumai. Artinya pihak berwajib jangan pilih kasih. Untuk Bandar togel di Dumai  tegakkan Hukum dengan sebenarnya kalau terbukti harus ditindak tegas.

Dari pantauan Media ini, gerakan pihak berwajib dalam gelar razia PEKAT  (penyakit masyarakat) 2013 diwilayah  Polsek Dumai Timur,pada rabu (11/12) petugas berhasil meringkus enam orang penjudi .tiga diantaranya adalah penjudi kartu Remi .tersangka ditangkap pada saat asyik main Song di jalan lintas Dumai_Sei pakning .barang bukti uang tunai berhasil diamankan petugas sebesar Rp236.000.sementara tiga orang lagi adalah penjudi toto gelap(Togel).belum dapat diketahui Horas Siapa Bandar Togel atau bos dari tiga tersangka itu.namun untuk kota Dumai disinyalir Bandar Togel masih banyak berkeliaran dan patengtengan dan Sok Anggar jago ditengah masyarakat karena belum tertangkap Polisi.sedangkan untuk penjudi song di beberapa tempat masih terus marak .pemainnya ada kalangan omak omak atau yang kerab di sebut Inang inang parjuji napabilak bilakkon”seperti di jalan Bukit timah didekat Cucian motor Bus.termasuk di rumah rumah anggota warga di jalan Merdeka baru, di Jalan Bundaran , juga di daerah bagan besar, di Bumi ayu ,di daerah ampang ampang .yang jelas kasus judi togel dan judei Song dan judi sabung ayam masih marak di Dumai. (TIM)

Jumat, 22 November 2013

Mari kita dukung dan kita menangkan Annas Maamun dan Andi Rahcman sebagai Gubernur Riau pada Pilkada Riau Putaran kedua 27 November 2013





Annas Maamun dan Andi Rahcman
Pengurus IKBR

Menelusuri Bansos Anggota DPRD Pekanbaru Hery Freddy Simanjuntak

60 Persen untuk Pemilik Proposal dan 40 Persen untuk Anggota Dewan

Setelah di telusuri lebih jauh ternyata memang benar politik yang berbau agama ini akan merusak masyarakat yang tidak mengerti politik.

Pekanbaru, Horas
Setelah sepekan tim Horas menjelajahi dimana bansos pds yang saat ini banyak diketahui siluman, ternyata masih banyak lagi basis-basis partai pds yang siluman untuk tahun 2012.
Sementara dilapangan banyak yang tidak mengetahui bahwa dana tersebut ada dari pemko Pekanbaru, tetapi semuanya permainan anggota dprd yang merekomendasi proposal tersebut, ada semacam kebiasaan kalau dana itu turun dari pemko dewan tersebut mendapat jatah, atau dibagi 60% untuk pengurus proposal dan 40% untuk dewannya 
Lurah Palas Hamza pernah menadatangani proposal atas rekomendasi anggota dprd kota pekanbaru dari partai pds Hery Freddy Simanjuntak bahwa semua proposal yang ditandatangani lurah tersebut telah melalui prosudur, karna sudah ditandatangani RT/RW setempat dan sudah diparaf oleh seklur.
"Ya memang saya pernah tanda tangani proposal yg anggaran Rp 30 juta ada beberapa nama di kelurahan saya tapi saya kan ngak mungkin cek langsung ke bawah," tegas Hamza Lurah Palas.
Hamza mengatakan semua proposal yang pernah ditandatangani sampai saat ini tidak pernah ada kelompok-kelompok yang sudah menerima bantuan sosial yang dari Pemko. Satu contoh Kelompok Pelestasi Musik Tradisional Batak Jalan Perjuangan Palas. Sepengetahuan lurah Palas yang punya musik tradisional batak di palas hanya dua orang yaitu Sitanggang dan Nainggolan di Pastoran.
Salah seorang warga Palas mengatakan semua proposal yang dibuat dari Palas itu hanya menjual nama warga Palas saja sementara perbuatan anggota dewan dari pds Hery Freddy Simanjuntak tidak pernah berbuat di wilaya Palas. Contoh jalan-jalan di Palas saat ini masih banyak berlumpur sementara kita melihat di wilayah lain gang- gang pemukiman masyarakat sudah banyak yg di semenisasi atau dicor," ya coba lihat jalan kami ini belum di semenisasi, sementara suara dia dulu hampir 80% untuk pds," tegas pak Gultom.
Sementar di wilayah Rumbai Kukit ada juga kelompok ternak rumbai bukit yg sampai saat ini kelompok tersebut tidak ada. Waratwan Horas mencari tahu dimana kelompok ternak tersebut,ternyata tidak ada. Kita mencoba bertanya kepada warga setempat apa mereka pernah tau ada kelompok ternak di kampung mereka, semua warga Rumbai Bukit terkejut mendengar ada kelompok ternak di wilayah mereka karna hampir 50% orang batak di wilayah Rumbai Bukit berternak babi. “Bahkan kapan itu ada kelompok ternak di sini aku tidak pernah tau ada kelompok ternak di sini," tegas M Sianturi dengan perasaan terkejut.
Sianturi juga menambahkan kenapa jadi anggota dewan dari dapil lain membuat usaha ternak di wilayah yagg bukan daerah pemilihan nya, sementara di jalan fajar masih banyak peternak babi disana kenapa harus dirumbai. Dari sini sudah ada pertanyaan kepada dewan tersebut apa ada udang di balik batu, atau udang dibalik bakwan. Sianturi juga meminta agar pihak pihak yg berwajib tegas menyelidiki dana bansos yg saat saat ini tidak jelas kemana arahnya, apakah menguntungkan masyarakat atau memperkaya diri sendiri, pinta bpk sianturi dengan nada keras. 
Sementara kader pds mengharapkan ketiga anggota dewan yg sudah pindah partai agar legowo meninggalkan kursi dewan tersebut, karna mereka bertiga tidak lagi anggota, atau kader pds.
Ferry Shandra Pardede, Kudus Kurniawan Siahaan, Donna Rosita Hutauruk sudah terdaftar sebagai calon anggota legeslatif dari partai Hanura. Seluruh kader pds meminta agar walikota menarik semua fasilitas yang dipakai anggota dprd dari fraksi pds tersebut. Dan kepada badan kehormatan (BK) anggota dewan agar bersikap tegas kepada anggota dprd yang berpindah partai. 
Kepada aparat penegak hukum diminta untuk mengusut kasus ini sampai tuntas. (jnt)