Daftar Blog Saya

Minggu, 10 Februari 2013

Walikota Pekanbaru Lantik Pengurus IKBPS


Walikota : 
“Orang Batak di Pekanbaru Bukan Tamu”
* Andus Hutasoit : “IKBPS Dukung Program Pemko Pekanbaru”
* Trio Lamtama Hibur 3000-an Warga Batak Pekanbaru

Horas, Pekanbaru

Kepala Kesbang Polinmas Kota Pekanbaru Baharuddin SSos MSi atas nama Walikota Pekanbaru secara resmi melantik Andus Hutasoit sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) bersama pengurus lainnya di Lapangan Bandar Serai MTQ Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Sabtu sore, (9/2). St M Sinaga selaku anggota dewan penasehat saat membacakan surat keputusan memanggil satu persatu pengurus yang akan dilantik.

Pelantikan itu ditandai dengan penyerahan Pataka IKBPS oleh Baharuddin kepada Ketua Umum Andus Hutasoit yang didampingi Sekretaris Umum IKBPS R Amandus Sitanggang dan Bendahara Umum Ramos Teddy Sianturi. Baharuddin sendiri didampingi Ketua Dewan Penasehat FVK Saragih, sekretaris dewan penasehta TE Simanjuntak dan anggota penasehat lainnya. Usai dilantik, Ketua Dewan Penasehat IKBPS FVK Saragih menyerahkan Tungkot Tunggal Panaluan kepada Andus Hutasoit. 

Dalam acara pelantikan pengurus IKBPS tampak hadir H Djufri Hasan Basri dari Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) dan Ketua IKMR Kota Pekanbaru serta para tokoh Batak lainnya, termasuk diantaranya JP Simanjuntak. Jumlah masyarakat batak yang menghadiri pelantikan tersebut lebih kurang 3.000 orang. Mereka cukup puas dan terhibur dengan penampilan Trio Lamtama.
Walikota Pekanbaru H Firdaus ST MT mengatakan, orang batak yang berada di kota Pekanbaru hendaknya tidak lagi hadir sebagai tamu, namun hadir sebagai masyarakat yang penuh tanggungjawab bagi pembangunan Kota Pekanbaru. Dengan demikian, pepatah yang menyebutkan “Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung” dapat benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari tanpa harus menanggalkan identitas asal usulnya.

Demikian Walikota Pekanbaru H Firdaus ST MT dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Kesbangpol Linmas Kota Pekanbaru Baharuddin SSos MSi saat melantik Andus Hutasoit sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) yang didampingi Dewan Penasehat dan Dewan Pembina IKBPS, Sabtu sore, (9/2) di Lapangan Bandar Serai MTQ Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.
Walikota mengajak seluruh masyarakat Batak yang ada di Kota Pekanbaru supaya bergandeng tangan dan saling mendukung dengan pemerintah Kota Pekanbaru dalam membangun bumi bertuah. “Kami senantiasa terbuka menerima masukan, saran dan kritikan demi membangun Pekanbaru. Dengan demikian bumi bertuah ini menjadi kota ideal bagi siapa saja yang berdiam disini yaitu nyaman, aman serta hamonis,” kata walikota.

Kepengurusan IKBPS yang dikomandoi Andus Hutasoit diharapkan dapat menjalin komunikasi yang baik antar sesama warga dan pemerintah kota Pekanbaru sehingga terbangun hubungan yang saling menguntungkan untuk membangun Pekanbaru.
Dalam kesempatan itu walikota menjelaskan luas daerah kota Pekanbaru 623.266 km2 dan telah tumbuh menjadi Kota Besar. Jumlah penduduk saat ini mencapai satu juta jiwa dengan pertumbuhan penduduk 4,47 persen setiap tahun. Kota Pekanbaru terdiri dari beragam suku bungsa diantaranya suku Melayu 26,1 persen, Minangkabau 37,7 persen, Jawa 15 persen, Batak 10,8 persen, Sunda 1 persen, Banjar dan Bugis masing-masing 0,2 persen dan suku lainnya 8,8 persen

“Kegiatan pelantikan pengurus IKBPS hari ini merupakan gambaran dari perwujudan keharmonisan hidup seluruh masyarakat yang ada di kota Pekanbaru dalam menjaga hubungan yang baik, nyaman, aman dan terkendali serta didukung dengan situasi dan kondisi yang kondusif bagi kita semua untuk melakukan aktivitas di segala bidang,” kata Walikota.

Andus Hutasoit : IKBPS Dukung Program Pemerintah Kota Pekanbaru
Ketua Umum Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) Andus Hutasoit dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan walikota Pekanbaru melantik pengurus IKBPS periode 2013-2018. Dia juga tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran pengurus Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Provinsi Riau dan IKMR Kota Pekanbaru. Tidak lupa diucapkan terima kasih kepada para tokoh Batak dan para pengurus Parsahutaon yang hadir. Ucapan terima kasih yang lebih besar diucapkan kepada seluruh masyarakat batak yang hadir yang jumlahnya mencapai 3000 orang.
Secara terang dan jelas, Andus menjelaskan sekaligus menjawab semua pertanyaan menyangkut kehadiran IKBPS. Dia menjelaskan bahwa IKBPS lahir atas mandat seluruh pengurus Parsahutaon (kumpulan orang-orang batak yang ada di Perkampungan) kota Pekanbaru. Pada awalnya bertujuan untuk mencegah agar tidak terjadi perpecahan di tengah masyarakat batak yang ada di Provinsi Riau khususnya di Kota Pekanbaru. IKBPS berharap tidak terjadi perpecahan sesama masyarakat Batak. Mari kita satukan pikiran dan kita rapatkan barisan agar persatuan dan kesatuan tetap terjalin dengan baik. 
IKBPS berharap, Ikatan Keluarga Batak Riau (IKBR) yang kini terdapat dua kepengurusan (ganda) segera bersatu. Dan itu harapan dari seluruh masyarakat Riau. “Bila IKBR bersatu, IKBPS akan melebur kembali ke IKBR,” kata Andus.

Menurut Andus Hutasoit, kepemimpinan IKBPS adalah kolektif kolegial. Semua keputusan yang akan diambil dan dilaksanakan harus berdasarkan kesepakatan dan sepengetahuan seluruh pengurus IKBPS dan pengurus Parsahutaon. Hal itu berlaku untuk keputusan internal dan eksternal.
 Dia menjelaskan bahwa IKBPS bersifat sosial dan tidak berpolitik. Hingga hari ini, kata Andus Hutasoit, IKBPS tidak ada mendukung salah satu kandidat calon Gubernur. Dana yang keluar untuk membiayai acara ini berasal dari seluruh panitia dan pengurus. “Kami masing-masing buka dompet untuk membiayai acara ini,” kata Andus.

Ke depan, kata Andus, bila ada bantuan yang diterima IKBPS dari luar harus transparan dan harus diketahui seluruh pengurus dan parsahutaon. “Bila Ubi yang diterima, maka Ubilah yang sampai ke Pengurus Parsahutaon”.

Menyangkut program kerja yang akan dilaksanakan ke depan, segera akan dibahas. Karena itu, IKBPS terbuka menerima saran dan kritik membangun. Jangan segan-segan memberi masukan kepada kami demi kemajuan IKBPS. Program kerja menyangkut masalah pendidikan, IKBPS akan komit dan memberi perhatian terhadap anak-anak Batak sebagai generasi penerus bangsa. Ke depan akan tumbuh PAUD-PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di perkampungan-perkampungan orang Batak di Kota Pekanbaru
Beberapa hari lalu, pengurus IKBPS mengadakan audiensi dengan pengurus IKMR. Salah satu hal menarik yang dilihat Andus dari perbincangan dengan pengurus IKMR adalah soal koperasi. Usaha koperasi yang dibangun IKMR sangat bagus dan perlu dicontoh. Hal ini sangat membantu warga kurang mampu dengan syarat gampang yaitu hanya menunjukkan kartu keluarga (KK). Bunga pinjaman pun sangat rendah antara 1 -2 persen.

Tentang keanggotaan, Andus menjelaskan bahwa anggota IKBPS adalah individu-individu etnis Batak yang ada di Kota Pekanbaru. Kita tidak berbicara sub etnis, tapi etnis, jelasnya. Sebagai warga batak yang tinggal dan berdiam serta hidup di Kota Pekanbaru, sudah barang tentu IKBPS mendukung sepenuhnya program pemerintah kota Pekanbaru. *)

Trio Lamtama Goyang Kota Pekanbaru

Sekitar 3000 – an warga batak Pekanbaru benar-benar terhibur menyaksikan penampilan Trio Lamtama, Sabtu, (9/2) di lapangan Bandar Serai MTQ dalam acara Pesta Rakyat dan Pelantikan Pengurus IKBPS periode 2013-2018. Anak-anak, remaja dan orang tua ikut bergoyang di depan pentas ketika Trio Lamtama mendendangkan lagu “Anak Medan”.

Walau Pekanbaru sempat diguyur hujan sekitar pukul 12.00 Wib, tapi tidak menyurutkan niat warga Batak Pekanbaru berduyun-duyun ke Bandar Serai MTQ Jalan Sudirman Tangkerang. Sejak acara dimulai hingga selesai hampir seluruh pengunjung setia mengikuti acara demi acara. 
Pembawa acara Bintang Pasaribu bersama seorang pemuda ganteng benar-benar membuat suasana hidup. Satu persatu acara dipandu dengan dengan baik dan tidak membosankan.
 Usai walikota Pekanbaru melantik pengurus IKBPS, Bintang Pasaribu langsung memanggil ketiga personil Trio Lamtama dan lagu pertama yang didendangkan adalah lagu Melayu. Suara khas artis ibukota ini membuat seluruh pengunjung tersentak kegiranan sambil menyambutnya dengan tepuk tangan. Untuk menyaksikan secar dekat, pengunjung yang umumnya anak gadis dan pemuda berkerumun mendekati pentas. Sambil mengikuti lagu yang dibawakan Trio Lamtama, mereka juga asik dengan mengabadikan artis ini melalui telepon selularnya.
Hujan gerimis berganti terik matahari yang menerpa panggung ukuran 8 x 6 meter itu tidak sedikit pun tampak dirasakan ketiga personil trio ini. Mereka tetap setia menyanyikan lagu yang diminta oleh pengunjung. Acara hiburan sore itu, memang, dikhususkan buat Trio Lamtama dengan tujuan menghibur warga batak Pekanbaru yang haus dengan hiburan. 
Nikson Simanjuntak salah satu personil trio ini menjadi bintang. Sesekali dia turun panggung menghampiri pengunjung ke tengah tenda. Mikropon yang ada di tangannya sesekali diberi ke pengunjung menyambung lagu yang didendangkan.

Raja Tartar Simanjuntak yang sejak tengah hari hadir dan duduk di kursi jajaran depan spontan bangkit dari duduknya ketika Nikson Simanjuntak menyebut namannya. Dia berjalan menuju panggung dan menyalami ketiga artis trio itu sambil memberi saweran.
 Kepala Kesbangpolinmas Pekanbaru sempat mengalunkan sebuah lagu. Pengurus inti IKBPS yang telah dilantik turut berjoget di atas panggung menemaninya diantaranya Andus Hutasoit, RA Sitanggang, Romos Teddy Sianturi, Manahara Matondang, Yonesri dan Rustam Panjaitan. 
Setelah trio Lamtama turun panggung, penggemarnya langsung menyerbu meminta foto bersama. Anak-anak, remaja bahkan ibu-ibu menyempatkan diri berfoto bersama artis kesayangannya itu.
Di akhir acara, Panitia mengucapkan terimakasih banyak atas sambutan masyarakat dengan kehadiran IKBPS. Kita sangat bersyukur atas suksesnya acara ini, kita berterimkasih kepada masyarakat  Batak yang ada di Kota ini secara khusus juga untuk yang datang dari luar Kota atas antusiasnya menghadiri acara ini, kata Arthur Sihombing, SE selaku Sekretaris Panitia.*) 

Selasa, 05 Februari 2013

Sabtu, 9 Februari 2013 di Bandar Serai MTQ. Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Gelar Pesta Rakyat. Dimeriahkan Artis Ibukota Trio Lamtama


Horas, Pekanbaru

Yonesri. S
Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) akan menggelar Pesta Rakyat, Sabtu (9 Februari 2013) di Bandar Serai MTQ Jalan Sudirman Tangkerang Pekanbaru. Pesta Rakyat ini dimeraihkan oleh artis ibukota Trio Lamtama dan artis-artis Pekanbaru.

Ketua Panitia Yonesri S kepda wartawan di Pekanbaru, Selasa, (5/2) mengatakan Pesta Rakyat ini dilaksanakan dalam rangka pelantikan pengurus Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) periode 2013-2018. Andus Hutasoit terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum IKBPS, Sabtu, (19/1) di Hotel Ibis Pekanbaru dalam rapat seluruh Pengurus Parsahutaon yang ada di Kota Pekanbaru. Sementara Sekretaris R Amandus Sitanggang selaku Sekretaris Umum dan Ramos Teddy Sianturi selaku Bendahara Umum bersama pengurus lengkap lainnya ditetapkan berdasarkan rapat Tim Formatur.

Menurut Yonesri, yang melantik Pengurus IKBPS adalah Walikota Pekanbaru Firdaus MT dan mengenai kesiapannya sudah dikonfirmasikan. Diharapkan, masyarakan batak yang datang menghadiri perhelatan ini sekitar 2.000 orang. Undangan sudah dilayangkan kepada seluruh masyarakat Batak Pekanbaru melalui parsahutaon, kata Yonesri dan menambahkan, panitia sengaja mengundang artis ibukota Trio Lamtama untuk menghibur masyarakat Pekanbaru.

Sementara itu, sekretaris panitia Arthur Sihombing mengatakan, persiapan panitia sudah rampung. Lima sub etnis batak yaitu Toba, Karo, Simalungun, Mandailing dan Pakpak akan menampilkan tarian (tor-tor) dari daerah masing-masing.

Ketua Umum IKBPS Andus Hutasoit kepada wartawan mengatakan berdirinya kembali paguyuban IKBPS merupakan kesepakatan para pengurus parsahutaon yang ada di Kota Pekanbaru. Kesepakatan itu muncul setelah Tim Rekonsiliasi Ikatan Keluarga Batak Riau (IKBR) yang diketuai Andus Hutasoit tidak berhasil mempersatukan dualisme kepengurusan IKBR yang ada sekarang ini. Ketua Umum IKBR hasil Mubes di Hotel Mutiara adalah Tumpal Hutabarat dan Ketua Umum IKBR hasil Mubeslub di Hotel Grand Central adalah Cornelius Barus. Kedua kubu ini saling mengklaim dirinya yang benar.

Andus Hutasoit menjelaskan kronologis terbentuknya IKBPS. Ketika akhir tahun 2012 terdengar berita bahwa IKBR telah pecah dua kepengrusannya, Andus Hutasoit bersama rekan-rekannya sudah berusaha agar kedua kubu bersatu segera. Kedua kubu sudah dihimbau lewat media massa agar bersatu dan kemudian disurati, namun kedua kubu tetap bersitegang dengan pendapat dan kebenaran masing-masing.  

Selasa, (8/1) Andus Hutasoit mengundang pengurus parsahutaon yang ada di Kota Pekanbaru di Hotel Ibis untuk mencari solusi mempersatukan kedua kubu yang bersiteru ini. Semuanya setuju dan sepakat untuk membentuk Tim Rekonsiliasi. Ketika itu Andus Hutasoit terpilih sebagai ketua tim dan anggotanya FK Saragi, Rustam Panjaitan, Dapot Sinaga, N Purba, M Matondang, Bindang Sianipar dan Yonesri Situmeang. Kepada tim diberi waktu satu minggu untuk mempersatukan kedua kubu.

Sabtu, (12/1) tim rokonsilisasi mengundang kubu Tumpal Hutabarat dan kubu Conelius Barus di secretariat Jalan Selamat Gg Sentosa. Namun yang datang menghadiri undangan tersebut hanya Tumpal Hutabarat. Usai pertemuan tersebut, Tim berangkat menemui Hinsatopa Simatupang di kantornya selaku Sekretaris Umum IKBR versi Mubeslub. Dalam pertemuan itu tidak terdapat kesepakatan untuk bersatu.

Andus Hutasoit pun melaporkan hasil kerja tim kepada seluruh pengurus Parsahutaon dalam rapat yang digelar Sabtu, (19/1) di Hotel Ibis. Karena tidak ada titik temu, akhirnya para pengurus parsahutaon bersepakat untuk membentuk Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) dan malam itu juga memilih Ketua Umum. *)

Dapot Sinaga Terpilih Jadi Ketua Generasi Muda Batak Pekanbaru



Horas, Pekanbaru

Dapot Sinaga
Dapot Senaga SE secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Generasi Muda Batak (GMB) Kota Pekanbaru pada Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Hotel Mutiara, Selasa malam (5/2). Peserta yang terdiri dari generasi muda batak dari 12 kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru berjumlah kurang lebih 70 orang. Proses pemilihan ketua periode 2013-2017 ini berlangsung demokratis.

Setelah terpilih menjadi ketua, Dapot Sinaga dalam sambutannya mengatakan, susunan pengurus lengkap Generasi Muda Batak Pekanbaru akan disusun segera oleh formatur dengan melibatkan semua unsur dari kecamatan.

“Dalam kepengurusan nanti, kita akan merekrut para pengacara untuk bergabung dengan GMB, begitu juga dengan potensi pemuda lainnya,” kata Dapot Sinaga.

Yonesri S mantan ketua I periode kepengurusan sebelumnya dalam sambutan penutupan Musda mengucapkan selamat kepada Dapot Sinaga yang telah terpilih menjadi ketua GMB. Dia mengharapkan agar kepengurusan yang akan dibentuk nanti bisa menjalankan roga organisasi ini dengan baik. “Pilihlah pengurus yang mempunyai komitmen untuk aktif di organisasi ini,” kata Yonesri mantan anggota DPRD Kota Pekanbaru ini.

Generasi Muda Batak (GMP) Kora Pekanbaru berdiri pada tahun 2002 dan ketuanya adalah MH Hutabarat (Ucok Barat) dan sekretarisnya adalah Dapot Sinaga. GMP ini berada dibawah naungan Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) yang ketika itu diketahuai oleh St HW Hutahaean. Setelah IKBPS melebur ke IKBR Kota Pekanbaru, Generasi Muda Batak Pekanbaru berada dibawah naungan IKBR Kota Pekanbaru.

Sejak dibentuk tahun 2002, GMB tidak pernah mengadakan musyawarah untuk menggantikan kepengurusan hingga akhir tahun 2012. Semangat untuk menghidupkan kembali Generasi Muda Batak Pekanbaru berawal dari semangat terbentuknya kembali IKBPS yang sekarang yang diketuai Andus Hutasoit.

Dan, GMP ini berada dibawah naungan IKBPS. “Saya mengharapkan GMP ke depan tetap berkoordinasi dengan IKBPS,” kata Yonesri sambil mengharapkan agar seluruh generasi muda batak Pekanbaru supaya menghadiri Pesta Rakyat dan Pelantikan Pengurus IKBPS yang akan digelar Sabtu, (9/2) di Bandar Serai MTQ Pekanbaru. *)

Rabu, 23 Januari 2013

Pengurus IKBPS Dilantik 9 Februari di Purna MTQ. Akan Dimeriahkan Artis-Artis Ternama

Logo IKBPS
Pengurus Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) telah terbentuk dalam rapat Formatur Rabu malam (23/1) di sekretariat Jalan Sentosa Pekanbaru yang dipimpin oleh Ketua Umum terpilih Andus Hutasoit. Pengurus KSB-nya yaitu : Ketua Umum Andus Hutasoit, Sekretaris Umum RA Sitanggang dan Bendahara Umum Ramos Teddy Sianturi.

Dalam kesempatan itu telah ditetapkan bahwa kepengurusan IKBPS akan dilantik pada hari Sabtu, tanggal 9 Februari 2013 di lapangan Purna MTQ Pekanbaru. Yonesri Situmeang ditunjuk menjadi Ketua Panitia dan Arthur Sihombing sebagai sekretaris panitia. Sementara sekretariat panitia berkantor di Jalan Bangau No. 20 Sukajadi Pekanbaru. 

Struktur organisasi IKBPS telah disusun sedemikian rupa sehingga bisa mengakomodir semua unsur yang ada termasuk unsur lima sub etnis batak yaitu toba, simalungun, mandailing, karo dan pakpak Dairi. (Susunan kengkap kepengurusan belum bisa kami lampirkan karena masih ada perbaikan). Dibawah Badan Pengurus akan dibentuk segera Koordinator Kecamatan (Korcam) yang membawahi semua Punguan Parsahutaon.Pelantikan ini akan dimeriahkan oleh artis-artis ternama untuk menghibur masyarakat Batak Pekanbaru.

Logo Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (Logo IKBPS) diatas telah disepakatan, kata Arthur Sihombing sekretaris panitia.*)

Resmon Sagala Ditunjuk Jadi Komandan KOTI PP Riau

Yoyok Wardoyo berbincang-bincang dengan Resmon Sagala
Ketua MPW Pemuda Pancasila Anto Rachman menghunjuk Resmon Sagala menjadi Komandan Koti Pemuda Pancasila Provinsi Riau menggantikan Sumbara yang meninggal 2012 lalu. Sesuai dengan petunjuk ketua, saya diberi tugas untuk menyusun pengurus Koti PP Riau sebanyak 10 orang dan Pasukan Inti Koti Riau sebanyak minimal 30 orang (satu Pleton), kata Resmon Sagala dalam pertemuan di Global Jalan Tuanku Tambusai, Rabu, (23/1) dengan puluhan kader PP. Dihadiri sesepuh PP Yoyok Wardoyo, Burhan Manalu dan Hotman Sitompul. *)

Sabtu, 19 Januari 2013

ANDUS HUTASOIT TERPILIH JADI KETUA UMUM IKATAN KELUARGA BATAK PEKANBARU SEKITARNYA (IKBPS)

Andus Hutasoit, Ketua Umum IKBPS Terpilih


Horas, Pekanbaru
Seluruh Punguan Parsahutaon yang ada di Kota Pekanbaru akhirnya bersepakat untuk menghidupkan kembali Paguyuban Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) dan secara aklamasi Andus Hutasoit terpilih sebagai Ketua Umum. Kesepakatan itu diambil pada pertemuan seluruh pengurus parsahutaon yang ada di kota Pekanbaru, Sabtu malam (19/1) di Hotel Ibis Pekanbaru. yang dihimpun dan diprakarsai oleh Andus Hutasoit  Dengan demikian, seluruh Punguan Parsahutaon (batak) yang ada di Kota Pekanbaru tidak lagi mengakui dan tidak lagi menerima kehadiran Ikatan Keluarga Batak Riau (IKBR). Namun, bila kedua kubu IKBR bersatu, maka IKBPS akan melebur kembali ke IKBR.

Pada pertemuan pertama di Hotel Ibis Pekanbaru, Selasa, (8./1), seluruh Pengurus Punguan Parsahutaon telah memberi mandat kepada sembilan orang sebagai Tim Rekonsiliasi yaitu mempersatukan dua kubu IKBR yang sedang mengklaim dirinya yang benar yaitu kubu Tumpal Hutabarat (versi Mubes) dan Cornelius Barus (versi Mubeslub).

Ketua Tim Rekonsiliasi Andus Hutasoit dalam pertemuan kedua, Sabtu malam (19/1) di Hotel Ibis menjelaskan, tim rekonsiliasi telah mengundang pihak Tumpal Hutabarat dan Cornelius Barus pada hari Sabtu, (12/1) di Sekretariat Tim Jalan Sentosa Pekanbaru. Yang hadir hanya Tumpal Hutabarat. Sementara Cornelius Barus dkk tidak hadir.

Usai pertemuan dengan Tumpal Hutabarat, Hinsatopa Simatupang mengundang Tim Rekonsiliasi ke kantornya. Namun, kata Andus Hutasoit, Hinsatopa Simatupang tidak bersedia untuk dipersatukan dengan pihak Tumpal Hutabarat.

Mandat kepada kami hanya satu minggu dan tugas sudah kami jalankan, namun hasilnya kedua kubu tidak bisa dipersatukan. Karena itu kami serahkan kepada floor apa langkah yang akan kita tempuh untuk selanjutnya, kata Andus Hutasoit.

Yonesri Situmeang yang memimpin rapat malam itu memberi kesempatan kepada floor untuk memberi tanggapan atas pemaparan yang disampaikan Andus Hutasoit selaku ketua tim rekonsiliasi sekaligus pemrakarsa.

Tumpak Manalu yang diberi kesempatan pertama untuk menyampaikan tanggapan meminta kepada tim rekonsilisasi yang sekaligs menjadi pimpinan rapat dan duduk di depan untuk mengambil sikap yaitu membentuk kepengurusan Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) sesuai dengan kesepakatan pertama yang menyebutkan "bila tim tidak berhasil dalam tempo satu minggu untuk mempertemukan kedua kubu, maka akan dibentuk kepengurusan IKBPS".

Patar Sitanggang juga mempertegas agar komitmen semula segera dilaksanakan. Cuma dia meminta kepada seluruh pengurus parsahutaon yang ada di Pekanbaru agar tidak plin-plan. Artinya, semua harus mempunyai komitmen untuk membentuk IKBPS dan tidak tunduk kepada salah satu kepengurusan IKBR yang ada sekarang.

Pembicara lain seperti Manurung Parhasapi, Nainggolan dari Rumbai, Togap Marpaung, Sianipar dan utusan dari Palas serta pembicara lainnya mengutarakan pendapat yang sama. Semuanya sepakat untuk membentuk kepengurusan IKBPS.

Untuk menjawab pertanyaan dari floor, Dapot Sinaga mencoba memberi sedikit ulasan tentang keberadaan IKBPS. Menurut Dapot Sinaga, sebenarnya IKBPS merupakan cikal bakal terbentuknya IKBR. Dan pada awalnya di tahun 2000 IKBPS dan IKBR sama-sama dikukuhkan. Beberapa lama setelah itu, terbentuk juga Ikatan Keluarga Batak Duri (IKBD), Ikatan Keluarga Batak Dumai dan IKB-IKB lainnya di Riau. Di pertengahan perjalanannya, akhirnya semua IKB yang ada di daerah dirubah nama menjadi IKBR dan berada dibawah kepengurusan IKBR Pusat yang berkedudukan di Pekanbaru. Karena itu, tidak ada salahnya kita kembali ke asal yaitu IKBPS.

Setelah semuanya sepakat, maka pimpinan rapat Yonesri Situmeang mengajukan pertanyaan kepada floor "apakah kita semua setuju untuk membentuk IKBPS?". Floor menjawab "setuju........". Maka pimpinan rapat mengetuk palu pertanda bahwa IKBPS resmi dibentuk kembali.

Pemilihan Ketua Umum
Pimpinan rapat melemparkan kepada floor siapa calon ketua sekaligus mempersilahkan siapa diantara floor dan jajran pimpinan rapat yang menjadi ketua. Tumpak Manalu secara spontan mengusulkan nama Andus Hutasoit. Hampir seluruh floor bersedia. Namun, seorang peserta rapat Siagian tunjuk tangan dan mengusulkan nama Dapot Sinaga. Namun Dapot Sinaga langsung menjawab bahwa dirinya tidak bersedia menjadi ketua IKBPS. "Selama ini saya adalah sekretaris Generasi Muda Batak Pekanbaru. Dan dalam waktu dekat, kami akan melaksanakan Musda dan saya akan mencalonkan sebagai Ketua Generasi Muda Batak Pekanbaru," kata Dapot.

Dapot Sinaga yang dari tadi sudah memegang palu, kembali bertanya kepada floor apakah floor setuju bahwa Ketua IKBPS adalah Andus Hutasoit, seluruh mengatakan setuju. Sebelum palu diketok, Manurung Parhasapi angkat bicara agar semua angkat tangan dan berdiri sebagai pertanda persetujuan aklami kepada Andus Hutasoit. Dapot Sinaga pun mengetuk palu sebanyak tiga kali.

Setelah itu Andus Hutasoit ditanya apakah bersedia? Dia terdiam sejenak sambil memandangi satu persatu floor. Akhirnya dia berkata "ya". Untuk menyusun kepengurusan lengkap, Andus Hutasoit otomatis menjadi Ketua Tim Formatur ditambah tujuh orang mewakil Pengurus Punguan Parsahutaon, dari lima sub etnis dan para peimpinan rapat.

Sebelum rapat ditutup, Patar Saitanggang, seorang pengacara dan aktivis buruh kembali memegang corong dan meminta kepada ketua dan pengurus terpilih nantinya agar IKBPS jangan dijadikan sebagai alat untuk kepentingan pengurus IKBPS. Jangan dijadikan alat politik. Bila memang ada aspirasi untuk itu, kita semua berkumpul seperti ini untuk membicarakannya bersama-sama. Kita jadikan wadah ini untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi, kata Patar Sitanggang.Andus Hutasoit bangkit berdiri ke podium dan menyampaikan bahwa dia sangat setuju dengan apa yang disampaikan Patar Sitanggang.

Di akhir acara, FK Saragih memberikan pengarahan kepada seluruh pengurus Punguan Parsahutaon dan seluruh yang hadir dalam ruangan itu. Dia mengharapkan kiranya organisasi ini berjalan sesuai harapan masyarakat batak. Sesekali peserta rapat tertawa dibuat FK Saragih dengan gaya humornya. Selamat buat IKBS.*)


FK Saragih, M Simamora, Tumpak Manalu

Dapot Sinaga, Yonesri, Bintang Sianipar
Andus dan Rustam Panjaitan



Nainggolan dan Manurung Parhasapi


Patar, Dapot, Parpalas

Siahaan


Togap Marpaung



Arthur Hutasoit
Ibu-ibu peserta
Arthur dan Bintang