Daftar Blog Saya

Rabu, 20 Maret 2013

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-6 Vihara Hok Tek Kiong Kandis


Pesta Kembang Api dan Atraksi Barongsai Hibur Warga Kandis

Alimin dan Hasan
Horas, Kandis
LANGIT hitam malam itu sontak berubah dengan warna-warni dari Kembang Api, persis di Km 73 Kandis Kabupaten Siak. Suara petasan dan kembang api yang menghiasi langit tengah malam itu, Selasa, (12/3) membuat masyarakat setempat keluar dari rumah menyaksikan sebuah pemandangan indah pesta kembang api. 

Ada yang hanya menyaksikan dari halaman rumah, ada juga yang turun ke jalan raya dan tidak sedikit pula yang mendatangi lokasi pesta kembang api tersebut yaitu Vihara Hok Tek Kiong yang berada di Km 73 Kandis. Sekitar 50 meter dari jalan besar masuk melalui sebuah gang diantara ruko-ruko yang berjejer.

Di halaman Vihara tersebut berkumpul warga Tionghoa bercampur baur dengan warga setempat menyaksikan pesta kembang api. Unsur Pimpinan Kecamatan Kandis seperti dari kecamatan, Polsek dan Danramil serta para tokoh masyarakat tampak hadir. Tidak bisa dipungkiri bahwa pelaksanaan pesta kembang api malam itu benar-benar menjadi sebuah hiburan gratis buat masyarakat Kandis secara umum yang berlangsung hampir satu jam. Acara Pesta Kembang Api mengawali kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Vihara Hok Tek Kiong Kandis yang ke-6 tahun 2013. 

Besoknya, Rabu, (13/3) pagi diadakan acara ritual agama Budha di dalam Vihara yang dipimpin oleh Pekong Kwan Tekong. Di halaman Vihara juga diadakan acara pembakaan kertas yang juga dipimpin oleh Pekong Kwan Tekong. Siang hingga malam diadakan atraksi Barongsai.
Syaiful Kanit Intelkam sedang angkat angpao
Vihara Hok Tek Kiong berdiri tahun 2005 diatas sebidang tanah yang dihibahkan oleh seorang pengusaha dari Pekanbaru yaitu Alimin. Di awal pembangunannya, tidak banyak yang memberi sokongan. Namun lambat laun sokongan datang dari mana-mana sehingga bangunan tersebut bisa kokoh berdiri seperti sekarang ini. 
Vihara ini berada dibawah naungan Yayasan Sosial Hikmat, kata Hasan kepada Horas, Rabu, (13/3). Hasan sendiri adalah Ketua Yayasan Sosial Hikmat. Dia juga adalah Ketua Keluarga Masyarakat Tionghoa Kecamatan Kandis. Bahkan, dia dipercaya sebagai Ketua Vihara. Tidak heran, semua warga Tionghoa yang ada di Kandis menyapa Hasan dengan panggilan "Ketua". 

Sejak diresmikan tahun 2007, Vihara ini dijadikan sebagai tempat sembahyang (rumah ibadah) bagi penganut agama Budha yang ada di Kecamatan Kandis sekitarnya setiap hari. Walau tergolong kecil, namun bagi mereka tempat ibadah ini sangat dibutuhkan. Letaknya sangat strategis dan mudah dijangkau. 

Ketua Vihara Hasan didampingi Bendahara Joko dan pendiri Alimin, jumlah warga Tionghoa di Kecamatan Kandis berkisar 120 kepala keluarga. Sejak awal pembangunannya hingga berdiri dan dipergunakan hingga sekarang, tidak ada permasalahan berarti. Semua perijinan menyangkut berdirinya Vihara ini sudah ada. Pemerintah setempat mulai dari Ketua Rt, Rw, Lurah, Camat sampai Bupati memberi dukungan penuh atas pendirian rumah ibadah bagi kaum Budha ini. 

Pendiri Yayasan Sosial Hikmat, Alimin, mengatakan sumbangan dari masyarakat atas pembangunan fisik Vihara terus mengalir setiap tahunnya. Diantaranya, jalan menuju Vihara merupakan sumbangan masyarakat.
Sumbangan masyarakat lainnya, kata Alimin, yaitu sepasang Naga yang terdapat di Gapura pintu masuk, Naga dan Harimau yang terdapat di dalam pintu masuk, serta sepasang Naga yang terdapat di atas atap. Dan masih banyak bangunan lainnya yang berasal dari sumbangan masyarakat, kata Alimin sambil mengucapkan terima kasih kepada para donateur yang telah memberikan sumbangannya.

Danramil Kandis Masri Khat,  anggota dan Alimin dan Hasan
Masyarakat Tinghoa beberapa tahun terakhir ini tidak perlu lagi ke vihara lain seperti ke Duri, Perawang dan Pekanbaru untuk melakukan sembahyang. Vihara Hok Tek Kiong telah bisa digunakan sebagai tempat sembahyang bersama. Walau pembangunannya berjalan maraton, tapi manfaatnya sangat dirasakan oleh warganya.

Selain dimanfaatkan sebagai rumah ibadah, Vihara ini juga sangat dirasakan sebagai sarana kebersamaan dan persaudaraan sesama warga Tionghoa.

Masyarakat setempat dari berbagai suku dan agama yang ada di Kecamatan Kandis juga memberi apresiasi. Semua hidup rukun dan damai. Satu sama lain saling menghormati dan tetap terjalin hubungan silaturahmi yang baik. Hubunan antar umat Beragama di daerah ini juga terjaga dengan baik, kata Zakirman Ketua Rt 01/Rw 05 Kelurahan Simpang Blutu Kandis kepada Horas. Ditambahkannya, kehadiran Vihara ini sejak dibangun hingga sekarang tidak ada masalah dan perijinannya sudah lengkap.

Kehadiran Vihara Hok Tek Kiong di Kandis Kabupaten Siak banyak memberi nilai positif terhadap masyarakat setempat. Masyarakat Kecamatan Kandis baru mengenal dan menyaksikan sendiri Barongsai sejak Vihara ini berdiri. Soalnya, pihak pengelola Vihara ini setiap tahun mendatangkan Barongsai ke Kandis dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Vihara ini. Begitu juga dengan pesta Kembang Api. Masyarakat setempat selama ini hanya melihat kembang api di layar kaca televisi. Pada peringatan Hari Ulang Tahun Vihara Hok Tek Kiong ke-6 ini, masyarakat Kandis sangat terhibur dengan Pesta Kembang Api yang dilaksanakan di halaman Vihara.

Selama dua malam berturut-turut, pengelola Vihara ini mengadakan Pesta Kembang Api, yaitu Selasa malam (12/3) dan Rabu malam (13/3). Dari jarak jauh dan jarak dekat, masyarakat Kandis menyaksikan begitu indahnya langit malam yang dihiasi kembang api warna-warni. Anak-anak, remaja, ibu-ibu dan bapak-bapak berkerumun mendekat ke lokasi Vihara untuk menyaksikan pesta kembang api di hari pertama dan hari kedua. Begitu juga pada hari kedua pesta kembang api yang dibarengi dengan atraksi Barongsai di lokasi Vihara. 

Atraksi Barongsai
Atraksi Barongsai dimulai sejak pukul 14.00 Wib, Rabu, (13/3) di Vihara. Setelah itu rombongan Barongsai mengadakan atraksi di Mapolsek Kandis. Masyarakat setempat berkerumun di halaman Mapolsek Kandis menyaksikan atraksi Barongsai. Dua Barongsai warna merah dan putih terlebih dahulu atraksi di pintu masuk Polsek kemudian masuk ke dalam dan memasuki setiap ruangan yang ada di Mapolsek itu. 

Beberapa orang anggota Polsek Kandis tampak hadir menyambut kedatang Barongsai. Syaiful, Kanit Intelkam mewakili Kapolsek berdiri dan mengangkat tangan tinggi sambil melambai-lambaikan tangan kanannya dengan amplop merah berisi uang (angpau). Ini sebagai pancingan agar kedua Barongsai memakanannya. Barongsai pun berdiri dan mengambil angpau yang ada di tangan Syaiful. Tidak ketinggalan, anggota polisi lainnya juga berdiri sambil memegang angpau. Pemberian angpau kepada Barongsai sudah menjadi kebiasaan dalam setiap atraksi.

Dari Mapolsek, rombongan Barongsai menuju Kantor Koramil Kandis. Disana sudah menunggu Danramil Kandis Masri Khat bersama anggotanya. Setelah Barongsai memberi hormat kepada komandan berbaju hijau itu, kedua Barongsai memasuki setiap ruangan. Katanya untuk membersihkan setiap ruangan. Danramil serta anggotanya berkesempatan memberikan angpau kepada kedua Barongsai. Sebelum rombongan Barongsai meninggalkan tempat itu menuju Kantor Camat Kandis, terlebih dahulu diadakan foto bersama antara kedua Barongsai dengan Danramil dan anggotanya serta pengurus Vihara Hok Tek Kiong.

Di kantor Camat Kandis, rombongan disambut Sekcam dan seluruh staf yang dari tadi belum pulang kantor hanya menunggu kedatangan Barongsai. Masyarakat setempat juga berdatangan menyaksikan atraksi tersebut. Disini, Barongsai juga memasuki setiap ruangan kantor Camat untuk dibersihkan. Sekcam dan beberapa orang stafnya juga memberikan angpau kepada Barongsai. 

Atraksi Barongsai tidak hanya dilakukan di kantor UPIKA (kantor Polsek, Koramil dan Camat) juga dilakukan di kediaman warga. Diantaranya di Kedai Chandra Snack, Bengkel dan rumah Pak Hasan (Ketua Vihara), Bengkel Utama Jaya Motor milik Asiong, Bengkel Akuang, di tempat terbuka halaman dokter praktek di Pasar Minggu, Tpkp Perabot Asia Sukses Mandiri, Bengkel Yamaha dan terakhir di Swalayan Pasaraya Kandis milik Alimin.
Vihara Hok Tek Kiong Kandis

Wartawan Horas yang mengikuti perjalanan atraksi Barongsai tersebut menyaksikan animo dan sambutan masyarakat Kandis sangat tinggi. Setiap atraksi banyak warga Kandis mendekat menyaksikannya, baik anak-anak, remaja, ibu-ibu dan bapak-bapak. Dari raut wajah warga yang menyaksikan atraksi tersebut terihat kegembiraan yang dibuktikan dengan wajah ceria dan sesekali tertawa. Kehadiran Barongsai di Kandis benar-benar membawa hiburan segar bagi warga setempat.

Pantauan Horas di Swalayan Pasar Raya Kandis, ada seorang penjaga swalayan yang ketakutan dan tidak berani melihat secara dekat Barongsai. Wanita penjaga swalayan ini berondok saat Barongsai melewatinya. "Saya takut……," katanya sambil tertawa terbahak-bahak.

Membersihkan Ruangan
Pertunjukan Barongsai, ternyata tidak hanya sekedar hiburan belaka bagi masyarakat. Ada satu makna tersendiri bagi warga Tionghoa, yaitu mengusir roh-roh halus dan roh jahat yang ada dalam rumah. Maka, ada satu istilah yaitu membersihkan ruangan. Disaat Barongsai memasuki setiap ruangan rumah atau kantor yang dikunjungi, diyakini, bila di dalam ruangan itu ada mahluk halus dan roh jahat akan pergi dan tidak akan kembali lagi. Soalnya, roh jahat sangat takut kepada Barongsai.

Malam penutupan
Perjalanan atraksi Barongsai yang sangat melelahkan itu berakhir hingga pukul 19.00 Wib malam. Kemudian seluruh krew Barongsai kembali ke Vihara dan makan malam bersama pengurus Vihara dan warga Tionghoa lainnya. Sebelum makan, tampak para warga melakukan sembahyang di dalam Vihara.
Pukul 20.00 Wib, Barongsai kembali menunjukkan kebolehannya. Pertunjukan Barongsai di malam penutupan itu diawali dengan pertunjukan music saja tanpa tarian Barongsai. Alat music yang dimainan diantaranya Tambor, Cecer dan Gong. Pukulan Tambor pertama sangat keras sehingga menghentakkan suasana malam itu menjadi ramai. 

Usai pertunjukan alat music Barongsai dua babak, Barongsai merah dan putih memulai atraksinya. Setiap gerakannya yang lincah, tetap sesuai dengan alat music yang dimainkan. Warga Tionghoa bersama anak-anaknya mulai mendekat. Terlihat ada yang mengabadikan pertunjukan itu dengan itu dengan kamera handphond, ada juga yang merekamnya dengan kamera Ipad. 

Dalam waktu hitungan menit, pintu masuk Vihara sudah dipadati warga Kandis. Mereka ingin kembali menyaksikan pertunjukan Barongsai. Setelah keluar dari dalam Vihara, kedua Barongsai menemui warga yang sudah berkerumun di pintu masuk sampai ke pintu gerbang jalan besar. 

Pesta kembang api kembali digelar. Pengunjung semakin mendekat untuk menyaksikan indahnya kembang api menghiasi udara malam cerah itu. Warga Kandis sekitar lokasi Vihara juga menyaksikan kembang api tersebut di udara dari jarak jauh. Sambil pesta kembang api, kedua Barongsai tetap menari sesuai iringan music tambor. Horas mencatat, pertunjukan Barongsai dibarengi dengan pesta kembang api pada malam penutupan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Vihara Hok Tek Kiong Kandis ke- 6 berlangsung selama 40 menit non stop. 

Horas juga mencatat, sejak acara dimulai dari pagi, Rabu, (13/3) hingga malamnya tidak ada kata-kata sambutan. Semua acara berjalan secara spontan sesuai yang sudah diaturkan sebelumnya. 
Barongsai Himpunan Tjinta Teman (HTT) Pekanbaru

Barongsai yang tampil di Kandis diundang dari Himpunan Tjinta Teman (HTT) Pekanbaru. Aseng, pimpinan Barongsai HTT Pekanbaru kepada Horas mengatakan, jumlah anggotanya (pemain) sebanyak 29 orang. Tapi yang dibawa ke Kandis hanya 14 orang. Para pemain Barongsai ini umumnya anak sekolah SMP, SMA dan ada juga yang sudah kerja. 

Pemain Barongsai ini, ternyata, tidak hanya anak-anak warga Tionghoa. Ada juga Jawa dan Minang. Itu artinya, siapa saja yang ingin belajar Barongsai, HTT Pekanbaru terbuka. Latihannya empat kali dalam satu minggu, yaitu Selasa dan Kamis pukul 19.00 Wib.  Sabtu dan Minggu pukul 14.00 Wib. Tempat latihannya di Jalan Riau Ujung Pekanbaru. Pelatihnya yang cukup handal ada tiga orang yaitu Hendra, Manto dan Salim. Alat music pengiring tarian Barongsai hanya ada tiga yitu Tambor, Cecer dan Gong. 

Di Pekanbaru hanya terdapat tiga buah perkumpulan Barongsai. Salah satunya dalah Barongsai HTT Pekanbaru yang berdiri tahun 2001. Perkumpulan ini sudah sering tampil di Pekanbaru. Bahkan sudah beberapa kali mengikuti pertandingan Barongsai tingkat Nasional. Pernah mengikuti Presiden Cup Megawaty Soekarno Putri di Yogyakarta dan berhasil mendapat juara harapan satu. Tahun 2012 kemarin mendapat juara harapan satu di Selatpanjang.*Horas)

Minggu, 10 Februari 2013

Walikota Pekanbaru Lantik Pengurus IKBPS


Walikota : 
“Orang Batak di Pekanbaru Bukan Tamu”
* Andus Hutasoit : “IKBPS Dukung Program Pemko Pekanbaru”
* Trio Lamtama Hibur 3000-an Warga Batak Pekanbaru

Horas, Pekanbaru

Kepala Kesbang Polinmas Kota Pekanbaru Baharuddin SSos MSi atas nama Walikota Pekanbaru secara resmi melantik Andus Hutasoit sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) bersama pengurus lainnya di Lapangan Bandar Serai MTQ Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Sabtu sore, (9/2). St M Sinaga selaku anggota dewan penasehat saat membacakan surat keputusan memanggil satu persatu pengurus yang akan dilantik.

Pelantikan itu ditandai dengan penyerahan Pataka IKBPS oleh Baharuddin kepada Ketua Umum Andus Hutasoit yang didampingi Sekretaris Umum IKBPS R Amandus Sitanggang dan Bendahara Umum Ramos Teddy Sianturi. Baharuddin sendiri didampingi Ketua Dewan Penasehat FVK Saragih, sekretaris dewan penasehta TE Simanjuntak dan anggota penasehat lainnya. Usai dilantik, Ketua Dewan Penasehat IKBPS FVK Saragih menyerahkan Tungkot Tunggal Panaluan kepada Andus Hutasoit. 

Dalam acara pelantikan pengurus IKBPS tampak hadir H Djufri Hasan Basri dari Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) dan Ketua IKMR Kota Pekanbaru serta para tokoh Batak lainnya, termasuk diantaranya JP Simanjuntak. Jumlah masyarakat batak yang menghadiri pelantikan tersebut lebih kurang 3.000 orang. Mereka cukup puas dan terhibur dengan penampilan Trio Lamtama.
Walikota Pekanbaru H Firdaus ST MT mengatakan, orang batak yang berada di kota Pekanbaru hendaknya tidak lagi hadir sebagai tamu, namun hadir sebagai masyarakat yang penuh tanggungjawab bagi pembangunan Kota Pekanbaru. Dengan demikian, pepatah yang menyebutkan “Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung” dapat benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari tanpa harus menanggalkan identitas asal usulnya.

Demikian Walikota Pekanbaru H Firdaus ST MT dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Kesbangpol Linmas Kota Pekanbaru Baharuddin SSos MSi saat melantik Andus Hutasoit sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) yang didampingi Dewan Penasehat dan Dewan Pembina IKBPS, Sabtu sore, (9/2) di Lapangan Bandar Serai MTQ Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.
Walikota mengajak seluruh masyarakat Batak yang ada di Kota Pekanbaru supaya bergandeng tangan dan saling mendukung dengan pemerintah Kota Pekanbaru dalam membangun bumi bertuah. “Kami senantiasa terbuka menerima masukan, saran dan kritikan demi membangun Pekanbaru. Dengan demikian bumi bertuah ini menjadi kota ideal bagi siapa saja yang berdiam disini yaitu nyaman, aman serta hamonis,” kata walikota.

Kepengurusan IKBPS yang dikomandoi Andus Hutasoit diharapkan dapat menjalin komunikasi yang baik antar sesama warga dan pemerintah kota Pekanbaru sehingga terbangun hubungan yang saling menguntungkan untuk membangun Pekanbaru.
Dalam kesempatan itu walikota menjelaskan luas daerah kota Pekanbaru 623.266 km2 dan telah tumbuh menjadi Kota Besar. Jumlah penduduk saat ini mencapai satu juta jiwa dengan pertumbuhan penduduk 4,47 persen setiap tahun. Kota Pekanbaru terdiri dari beragam suku bungsa diantaranya suku Melayu 26,1 persen, Minangkabau 37,7 persen, Jawa 15 persen, Batak 10,8 persen, Sunda 1 persen, Banjar dan Bugis masing-masing 0,2 persen dan suku lainnya 8,8 persen

“Kegiatan pelantikan pengurus IKBPS hari ini merupakan gambaran dari perwujudan keharmonisan hidup seluruh masyarakat yang ada di kota Pekanbaru dalam menjaga hubungan yang baik, nyaman, aman dan terkendali serta didukung dengan situasi dan kondisi yang kondusif bagi kita semua untuk melakukan aktivitas di segala bidang,” kata Walikota.

Andus Hutasoit : IKBPS Dukung Program Pemerintah Kota Pekanbaru
Ketua Umum Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) Andus Hutasoit dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan walikota Pekanbaru melantik pengurus IKBPS periode 2013-2018. Dia juga tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran pengurus Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Provinsi Riau dan IKMR Kota Pekanbaru. Tidak lupa diucapkan terima kasih kepada para tokoh Batak dan para pengurus Parsahutaon yang hadir. Ucapan terima kasih yang lebih besar diucapkan kepada seluruh masyarakat batak yang hadir yang jumlahnya mencapai 3000 orang.
Secara terang dan jelas, Andus menjelaskan sekaligus menjawab semua pertanyaan menyangkut kehadiran IKBPS. Dia menjelaskan bahwa IKBPS lahir atas mandat seluruh pengurus Parsahutaon (kumpulan orang-orang batak yang ada di Perkampungan) kota Pekanbaru. Pada awalnya bertujuan untuk mencegah agar tidak terjadi perpecahan di tengah masyarakat batak yang ada di Provinsi Riau khususnya di Kota Pekanbaru. IKBPS berharap tidak terjadi perpecahan sesama masyarakat Batak. Mari kita satukan pikiran dan kita rapatkan barisan agar persatuan dan kesatuan tetap terjalin dengan baik. 
IKBPS berharap, Ikatan Keluarga Batak Riau (IKBR) yang kini terdapat dua kepengurusan (ganda) segera bersatu. Dan itu harapan dari seluruh masyarakat Riau. “Bila IKBR bersatu, IKBPS akan melebur kembali ke IKBR,” kata Andus.

Menurut Andus Hutasoit, kepemimpinan IKBPS adalah kolektif kolegial. Semua keputusan yang akan diambil dan dilaksanakan harus berdasarkan kesepakatan dan sepengetahuan seluruh pengurus IKBPS dan pengurus Parsahutaon. Hal itu berlaku untuk keputusan internal dan eksternal.
 Dia menjelaskan bahwa IKBPS bersifat sosial dan tidak berpolitik. Hingga hari ini, kata Andus Hutasoit, IKBPS tidak ada mendukung salah satu kandidat calon Gubernur. Dana yang keluar untuk membiayai acara ini berasal dari seluruh panitia dan pengurus. “Kami masing-masing buka dompet untuk membiayai acara ini,” kata Andus.

Ke depan, kata Andus, bila ada bantuan yang diterima IKBPS dari luar harus transparan dan harus diketahui seluruh pengurus dan parsahutaon. “Bila Ubi yang diterima, maka Ubilah yang sampai ke Pengurus Parsahutaon”.

Menyangkut program kerja yang akan dilaksanakan ke depan, segera akan dibahas. Karena itu, IKBPS terbuka menerima saran dan kritik membangun. Jangan segan-segan memberi masukan kepada kami demi kemajuan IKBPS. Program kerja menyangkut masalah pendidikan, IKBPS akan komit dan memberi perhatian terhadap anak-anak Batak sebagai generasi penerus bangsa. Ke depan akan tumbuh PAUD-PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di perkampungan-perkampungan orang Batak di Kota Pekanbaru
Beberapa hari lalu, pengurus IKBPS mengadakan audiensi dengan pengurus IKMR. Salah satu hal menarik yang dilihat Andus dari perbincangan dengan pengurus IKMR adalah soal koperasi. Usaha koperasi yang dibangun IKMR sangat bagus dan perlu dicontoh. Hal ini sangat membantu warga kurang mampu dengan syarat gampang yaitu hanya menunjukkan kartu keluarga (KK). Bunga pinjaman pun sangat rendah antara 1 -2 persen.

Tentang keanggotaan, Andus menjelaskan bahwa anggota IKBPS adalah individu-individu etnis Batak yang ada di Kota Pekanbaru. Kita tidak berbicara sub etnis, tapi etnis, jelasnya. Sebagai warga batak yang tinggal dan berdiam serta hidup di Kota Pekanbaru, sudah barang tentu IKBPS mendukung sepenuhnya program pemerintah kota Pekanbaru. *)

Trio Lamtama Goyang Kota Pekanbaru

Sekitar 3000 – an warga batak Pekanbaru benar-benar terhibur menyaksikan penampilan Trio Lamtama, Sabtu, (9/2) di lapangan Bandar Serai MTQ dalam acara Pesta Rakyat dan Pelantikan Pengurus IKBPS periode 2013-2018. Anak-anak, remaja dan orang tua ikut bergoyang di depan pentas ketika Trio Lamtama mendendangkan lagu “Anak Medan”.

Walau Pekanbaru sempat diguyur hujan sekitar pukul 12.00 Wib, tapi tidak menyurutkan niat warga Batak Pekanbaru berduyun-duyun ke Bandar Serai MTQ Jalan Sudirman Tangkerang. Sejak acara dimulai hingga selesai hampir seluruh pengunjung setia mengikuti acara demi acara. 
Pembawa acara Bintang Pasaribu bersama seorang pemuda ganteng benar-benar membuat suasana hidup. Satu persatu acara dipandu dengan dengan baik dan tidak membosankan.
 Usai walikota Pekanbaru melantik pengurus IKBPS, Bintang Pasaribu langsung memanggil ketiga personil Trio Lamtama dan lagu pertama yang didendangkan adalah lagu Melayu. Suara khas artis ibukota ini membuat seluruh pengunjung tersentak kegiranan sambil menyambutnya dengan tepuk tangan. Untuk menyaksikan secar dekat, pengunjung yang umumnya anak gadis dan pemuda berkerumun mendekati pentas. Sambil mengikuti lagu yang dibawakan Trio Lamtama, mereka juga asik dengan mengabadikan artis ini melalui telepon selularnya.
Hujan gerimis berganti terik matahari yang menerpa panggung ukuran 8 x 6 meter itu tidak sedikit pun tampak dirasakan ketiga personil trio ini. Mereka tetap setia menyanyikan lagu yang diminta oleh pengunjung. Acara hiburan sore itu, memang, dikhususkan buat Trio Lamtama dengan tujuan menghibur warga batak Pekanbaru yang haus dengan hiburan. 
Nikson Simanjuntak salah satu personil trio ini menjadi bintang. Sesekali dia turun panggung menghampiri pengunjung ke tengah tenda. Mikropon yang ada di tangannya sesekali diberi ke pengunjung menyambung lagu yang didendangkan.

Raja Tartar Simanjuntak yang sejak tengah hari hadir dan duduk di kursi jajaran depan spontan bangkit dari duduknya ketika Nikson Simanjuntak menyebut namannya. Dia berjalan menuju panggung dan menyalami ketiga artis trio itu sambil memberi saweran.
 Kepala Kesbangpolinmas Pekanbaru sempat mengalunkan sebuah lagu. Pengurus inti IKBPS yang telah dilantik turut berjoget di atas panggung menemaninya diantaranya Andus Hutasoit, RA Sitanggang, Romos Teddy Sianturi, Manahara Matondang, Yonesri dan Rustam Panjaitan. 
Setelah trio Lamtama turun panggung, penggemarnya langsung menyerbu meminta foto bersama. Anak-anak, remaja bahkan ibu-ibu menyempatkan diri berfoto bersama artis kesayangannya itu.
Di akhir acara, Panitia mengucapkan terimakasih banyak atas sambutan masyarakat dengan kehadiran IKBPS. Kita sangat bersyukur atas suksesnya acara ini, kita berterimkasih kepada masyarakat  Batak yang ada di Kota ini secara khusus juga untuk yang datang dari luar Kota atas antusiasnya menghadiri acara ini, kata Arthur Sihombing, SE selaku Sekretaris Panitia.*) 

Selasa, 05 Februari 2013

Sabtu, 9 Februari 2013 di Bandar Serai MTQ. Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Gelar Pesta Rakyat. Dimeriahkan Artis Ibukota Trio Lamtama


Horas, Pekanbaru

Yonesri. S
Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) akan menggelar Pesta Rakyat, Sabtu (9 Februari 2013) di Bandar Serai MTQ Jalan Sudirman Tangkerang Pekanbaru. Pesta Rakyat ini dimeraihkan oleh artis ibukota Trio Lamtama dan artis-artis Pekanbaru.

Ketua Panitia Yonesri S kepda wartawan di Pekanbaru, Selasa, (5/2) mengatakan Pesta Rakyat ini dilaksanakan dalam rangka pelantikan pengurus Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) periode 2013-2018. Andus Hutasoit terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum IKBPS, Sabtu, (19/1) di Hotel Ibis Pekanbaru dalam rapat seluruh Pengurus Parsahutaon yang ada di Kota Pekanbaru. Sementara Sekretaris R Amandus Sitanggang selaku Sekretaris Umum dan Ramos Teddy Sianturi selaku Bendahara Umum bersama pengurus lengkap lainnya ditetapkan berdasarkan rapat Tim Formatur.

Menurut Yonesri, yang melantik Pengurus IKBPS adalah Walikota Pekanbaru Firdaus MT dan mengenai kesiapannya sudah dikonfirmasikan. Diharapkan, masyarakan batak yang datang menghadiri perhelatan ini sekitar 2.000 orang. Undangan sudah dilayangkan kepada seluruh masyarakat Batak Pekanbaru melalui parsahutaon, kata Yonesri dan menambahkan, panitia sengaja mengundang artis ibukota Trio Lamtama untuk menghibur masyarakat Pekanbaru.

Sementara itu, sekretaris panitia Arthur Sihombing mengatakan, persiapan panitia sudah rampung. Lima sub etnis batak yaitu Toba, Karo, Simalungun, Mandailing dan Pakpak akan menampilkan tarian (tor-tor) dari daerah masing-masing.

Ketua Umum IKBPS Andus Hutasoit kepada wartawan mengatakan berdirinya kembali paguyuban IKBPS merupakan kesepakatan para pengurus parsahutaon yang ada di Kota Pekanbaru. Kesepakatan itu muncul setelah Tim Rekonsiliasi Ikatan Keluarga Batak Riau (IKBR) yang diketuai Andus Hutasoit tidak berhasil mempersatukan dualisme kepengurusan IKBR yang ada sekarang ini. Ketua Umum IKBR hasil Mubes di Hotel Mutiara adalah Tumpal Hutabarat dan Ketua Umum IKBR hasil Mubeslub di Hotel Grand Central adalah Cornelius Barus. Kedua kubu ini saling mengklaim dirinya yang benar.

Andus Hutasoit menjelaskan kronologis terbentuknya IKBPS. Ketika akhir tahun 2012 terdengar berita bahwa IKBR telah pecah dua kepengrusannya, Andus Hutasoit bersama rekan-rekannya sudah berusaha agar kedua kubu bersatu segera. Kedua kubu sudah dihimbau lewat media massa agar bersatu dan kemudian disurati, namun kedua kubu tetap bersitegang dengan pendapat dan kebenaran masing-masing.  

Selasa, (8/1) Andus Hutasoit mengundang pengurus parsahutaon yang ada di Kota Pekanbaru di Hotel Ibis untuk mencari solusi mempersatukan kedua kubu yang bersiteru ini. Semuanya setuju dan sepakat untuk membentuk Tim Rekonsiliasi. Ketika itu Andus Hutasoit terpilih sebagai ketua tim dan anggotanya FK Saragi, Rustam Panjaitan, Dapot Sinaga, N Purba, M Matondang, Bindang Sianipar dan Yonesri Situmeang. Kepada tim diberi waktu satu minggu untuk mempersatukan kedua kubu.

Sabtu, (12/1) tim rokonsilisasi mengundang kubu Tumpal Hutabarat dan kubu Conelius Barus di secretariat Jalan Selamat Gg Sentosa. Namun yang datang menghadiri undangan tersebut hanya Tumpal Hutabarat. Usai pertemuan tersebut, Tim berangkat menemui Hinsatopa Simatupang di kantornya selaku Sekretaris Umum IKBR versi Mubeslub. Dalam pertemuan itu tidak terdapat kesepakatan untuk bersatu.

Andus Hutasoit pun melaporkan hasil kerja tim kepada seluruh pengurus Parsahutaon dalam rapat yang digelar Sabtu, (19/1) di Hotel Ibis. Karena tidak ada titik temu, akhirnya para pengurus parsahutaon bersepakat untuk membentuk Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) dan malam itu juga memilih Ketua Umum. *)

Dapot Sinaga Terpilih Jadi Ketua Generasi Muda Batak Pekanbaru



Horas, Pekanbaru

Dapot Sinaga
Dapot Senaga SE secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Generasi Muda Batak (GMB) Kota Pekanbaru pada Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Hotel Mutiara, Selasa malam (5/2). Peserta yang terdiri dari generasi muda batak dari 12 kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru berjumlah kurang lebih 70 orang. Proses pemilihan ketua periode 2013-2017 ini berlangsung demokratis.

Setelah terpilih menjadi ketua, Dapot Sinaga dalam sambutannya mengatakan, susunan pengurus lengkap Generasi Muda Batak Pekanbaru akan disusun segera oleh formatur dengan melibatkan semua unsur dari kecamatan.

“Dalam kepengurusan nanti, kita akan merekrut para pengacara untuk bergabung dengan GMB, begitu juga dengan potensi pemuda lainnya,” kata Dapot Sinaga.

Yonesri S mantan ketua I periode kepengurusan sebelumnya dalam sambutan penutupan Musda mengucapkan selamat kepada Dapot Sinaga yang telah terpilih menjadi ketua GMB. Dia mengharapkan agar kepengurusan yang akan dibentuk nanti bisa menjalankan roga organisasi ini dengan baik. “Pilihlah pengurus yang mempunyai komitmen untuk aktif di organisasi ini,” kata Yonesri mantan anggota DPRD Kota Pekanbaru ini.

Generasi Muda Batak (GMP) Kora Pekanbaru berdiri pada tahun 2002 dan ketuanya adalah MH Hutabarat (Ucok Barat) dan sekretarisnya adalah Dapot Sinaga. GMP ini berada dibawah naungan Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) yang ketika itu diketahuai oleh St HW Hutahaean. Setelah IKBPS melebur ke IKBR Kota Pekanbaru, Generasi Muda Batak Pekanbaru berada dibawah naungan IKBR Kota Pekanbaru.

Sejak dibentuk tahun 2002, GMB tidak pernah mengadakan musyawarah untuk menggantikan kepengurusan hingga akhir tahun 2012. Semangat untuk menghidupkan kembali Generasi Muda Batak Pekanbaru berawal dari semangat terbentuknya kembali IKBPS yang sekarang yang diketuai Andus Hutasoit.

Dan, GMP ini berada dibawah naungan IKBPS. “Saya mengharapkan GMP ke depan tetap berkoordinasi dengan IKBPS,” kata Yonesri sambil mengharapkan agar seluruh generasi muda batak Pekanbaru supaya menghadiri Pesta Rakyat dan Pelantikan Pengurus IKBPS yang akan digelar Sabtu, (9/2) di Bandar Serai MTQ Pekanbaru. *)

Rabu, 23 Januari 2013

Pengurus IKBPS Dilantik 9 Februari di Purna MTQ. Akan Dimeriahkan Artis-Artis Ternama

Logo IKBPS
Pengurus Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) telah terbentuk dalam rapat Formatur Rabu malam (23/1) di sekretariat Jalan Sentosa Pekanbaru yang dipimpin oleh Ketua Umum terpilih Andus Hutasoit. Pengurus KSB-nya yaitu : Ketua Umum Andus Hutasoit, Sekretaris Umum RA Sitanggang dan Bendahara Umum Ramos Teddy Sianturi.

Dalam kesempatan itu telah ditetapkan bahwa kepengurusan IKBPS akan dilantik pada hari Sabtu, tanggal 9 Februari 2013 di lapangan Purna MTQ Pekanbaru. Yonesri Situmeang ditunjuk menjadi Ketua Panitia dan Arthur Sihombing sebagai sekretaris panitia. Sementara sekretariat panitia berkantor di Jalan Bangau No. 20 Sukajadi Pekanbaru. 

Struktur organisasi IKBPS telah disusun sedemikian rupa sehingga bisa mengakomodir semua unsur yang ada termasuk unsur lima sub etnis batak yaitu toba, simalungun, mandailing, karo dan pakpak Dairi. (Susunan kengkap kepengurusan belum bisa kami lampirkan karena masih ada perbaikan). Dibawah Badan Pengurus akan dibentuk segera Koordinator Kecamatan (Korcam) yang membawahi semua Punguan Parsahutaon.Pelantikan ini akan dimeriahkan oleh artis-artis ternama untuk menghibur masyarakat Batak Pekanbaru.

Logo Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (Logo IKBPS) diatas telah disepakatan, kata Arthur Sihombing sekretaris panitia.*)

Resmon Sagala Ditunjuk Jadi Komandan KOTI PP Riau

Yoyok Wardoyo berbincang-bincang dengan Resmon Sagala
Ketua MPW Pemuda Pancasila Anto Rachman menghunjuk Resmon Sagala menjadi Komandan Koti Pemuda Pancasila Provinsi Riau menggantikan Sumbara yang meninggal 2012 lalu. Sesuai dengan petunjuk ketua, saya diberi tugas untuk menyusun pengurus Koti PP Riau sebanyak 10 orang dan Pasukan Inti Koti Riau sebanyak minimal 30 orang (satu Pleton), kata Resmon Sagala dalam pertemuan di Global Jalan Tuanku Tambusai, Rabu, (23/1) dengan puluhan kader PP. Dihadiri sesepuh PP Yoyok Wardoyo, Burhan Manalu dan Hotman Sitompul. *)