Daftar Blog Saya

Selasa, 05 Februari 2013

Dapot Sinaga Terpilih Jadi Ketua Generasi Muda Batak Pekanbaru



Horas, Pekanbaru

Dapot Sinaga
Dapot Senaga SE secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Generasi Muda Batak (GMB) Kota Pekanbaru pada Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Hotel Mutiara, Selasa malam (5/2). Peserta yang terdiri dari generasi muda batak dari 12 kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru berjumlah kurang lebih 70 orang. Proses pemilihan ketua periode 2013-2017 ini berlangsung demokratis.

Setelah terpilih menjadi ketua, Dapot Sinaga dalam sambutannya mengatakan, susunan pengurus lengkap Generasi Muda Batak Pekanbaru akan disusun segera oleh formatur dengan melibatkan semua unsur dari kecamatan.

“Dalam kepengurusan nanti, kita akan merekrut para pengacara untuk bergabung dengan GMB, begitu juga dengan potensi pemuda lainnya,” kata Dapot Sinaga.

Yonesri S mantan ketua I periode kepengurusan sebelumnya dalam sambutan penutupan Musda mengucapkan selamat kepada Dapot Sinaga yang telah terpilih menjadi ketua GMB. Dia mengharapkan agar kepengurusan yang akan dibentuk nanti bisa menjalankan roga organisasi ini dengan baik. “Pilihlah pengurus yang mempunyai komitmen untuk aktif di organisasi ini,” kata Yonesri mantan anggota DPRD Kota Pekanbaru ini.

Generasi Muda Batak (GMP) Kora Pekanbaru berdiri pada tahun 2002 dan ketuanya adalah MH Hutabarat (Ucok Barat) dan sekretarisnya adalah Dapot Sinaga. GMP ini berada dibawah naungan Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) yang ketika itu diketahuai oleh St HW Hutahaean. Setelah IKBPS melebur ke IKBR Kota Pekanbaru, Generasi Muda Batak Pekanbaru berada dibawah naungan IKBR Kota Pekanbaru.

Sejak dibentuk tahun 2002, GMB tidak pernah mengadakan musyawarah untuk menggantikan kepengurusan hingga akhir tahun 2012. Semangat untuk menghidupkan kembali Generasi Muda Batak Pekanbaru berawal dari semangat terbentuknya kembali IKBPS yang sekarang yang diketuai Andus Hutasoit.

Dan, GMP ini berada dibawah naungan IKBPS. “Saya mengharapkan GMP ke depan tetap berkoordinasi dengan IKBPS,” kata Yonesri sambil mengharapkan agar seluruh generasi muda batak Pekanbaru supaya menghadiri Pesta Rakyat dan Pelantikan Pengurus IKBPS yang akan digelar Sabtu, (9/2) di Bandar Serai MTQ Pekanbaru. *)

Rabu, 23 Januari 2013

Pengurus IKBPS Dilantik 9 Februari di Purna MTQ. Akan Dimeriahkan Artis-Artis Ternama

Logo IKBPS
Pengurus Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) telah terbentuk dalam rapat Formatur Rabu malam (23/1) di sekretariat Jalan Sentosa Pekanbaru yang dipimpin oleh Ketua Umum terpilih Andus Hutasoit. Pengurus KSB-nya yaitu : Ketua Umum Andus Hutasoit, Sekretaris Umum RA Sitanggang dan Bendahara Umum Ramos Teddy Sianturi.

Dalam kesempatan itu telah ditetapkan bahwa kepengurusan IKBPS akan dilantik pada hari Sabtu, tanggal 9 Februari 2013 di lapangan Purna MTQ Pekanbaru. Yonesri Situmeang ditunjuk menjadi Ketua Panitia dan Arthur Sihombing sebagai sekretaris panitia. Sementara sekretariat panitia berkantor di Jalan Bangau No. 20 Sukajadi Pekanbaru. 

Struktur organisasi IKBPS telah disusun sedemikian rupa sehingga bisa mengakomodir semua unsur yang ada termasuk unsur lima sub etnis batak yaitu toba, simalungun, mandailing, karo dan pakpak Dairi. (Susunan kengkap kepengurusan belum bisa kami lampirkan karena masih ada perbaikan). Dibawah Badan Pengurus akan dibentuk segera Koordinator Kecamatan (Korcam) yang membawahi semua Punguan Parsahutaon.Pelantikan ini akan dimeriahkan oleh artis-artis ternama untuk menghibur masyarakat Batak Pekanbaru.

Logo Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (Logo IKBPS) diatas telah disepakatan, kata Arthur Sihombing sekretaris panitia.*)

Resmon Sagala Ditunjuk Jadi Komandan KOTI PP Riau

Yoyok Wardoyo berbincang-bincang dengan Resmon Sagala
Ketua MPW Pemuda Pancasila Anto Rachman menghunjuk Resmon Sagala menjadi Komandan Koti Pemuda Pancasila Provinsi Riau menggantikan Sumbara yang meninggal 2012 lalu. Sesuai dengan petunjuk ketua, saya diberi tugas untuk menyusun pengurus Koti PP Riau sebanyak 10 orang dan Pasukan Inti Koti Riau sebanyak minimal 30 orang (satu Pleton), kata Resmon Sagala dalam pertemuan di Global Jalan Tuanku Tambusai, Rabu, (23/1) dengan puluhan kader PP. Dihadiri sesepuh PP Yoyok Wardoyo, Burhan Manalu dan Hotman Sitompul. *)

Sabtu, 19 Januari 2013

ANDUS HUTASOIT TERPILIH JADI KETUA UMUM IKATAN KELUARGA BATAK PEKANBARU SEKITARNYA (IKBPS)

Andus Hutasoit, Ketua Umum IKBPS Terpilih


Horas, Pekanbaru
Seluruh Punguan Parsahutaon yang ada di Kota Pekanbaru akhirnya bersepakat untuk menghidupkan kembali Paguyuban Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) dan secara aklamasi Andus Hutasoit terpilih sebagai Ketua Umum. Kesepakatan itu diambil pada pertemuan seluruh pengurus parsahutaon yang ada di kota Pekanbaru, Sabtu malam (19/1) di Hotel Ibis Pekanbaru. yang dihimpun dan diprakarsai oleh Andus Hutasoit  Dengan demikian, seluruh Punguan Parsahutaon (batak) yang ada di Kota Pekanbaru tidak lagi mengakui dan tidak lagi menerima kehadiran Ikatan Keluarga Batak Riau (IKBR). Namun, bila kedua kubu IKBR bersatu, maka IKBPS akan melebur kembali ke IKBR.

Pada pertemuan pertama di Hotel Ibis Pekanbaru, Selasa, (8./1), seluruh Pengurus Punguan Parsahutaon telah memberi mandat kepada sembilan orang sebagai Tim Rekonsiliasi yaitu mempersatukan dua kubu IKBR yang sedang mengklaim dirinya yang benar yaitu kubu Tumpal Hutabarat (versi Mubes) dan Cornelius Barus (versi Mubeslub).

Ketua Tim Rekonsiliasi Andus Hutasoit dalam pertemuan kedua, Sabtu malam (19/1) di Hotel Ibis menjelaskan, tim rekonsiliasi telah mengundang pihak Tumpal Hutabarat dan Cornelius Barus pada hari Sabtu, (12/1) di Sekretariat Tim Jalan Sentosa Pekanbaru. Yang hadir hanya Tumpal Hutabarat. Sementara Cornelius Barus dkk tidak hadir.

Usai pertemuan dengan Tumpal Hutabarat, Hinsatopa Simatupang mengundang Tim Rekonsiliasi ke kantornya. Namun, kata Andus Hutasoit, Hinsatopa Simatupang tidak bersedia untuk dipersatukan dengan pihak Tumpal Hutabarat.

Mandat kepada kami hanya satu minggu dan tugas sudah kami jalankan, namun hasilnya kedua kubu tidak bisa dipersatukan. Karena itu kami serahkan kepada floor apa langkah yang akan kita tempuh untuk selanjutnya, kata Andus Hutasoit.

Yonesri Situmeang yang memimpin rapat malam itu memberi kesempatan kepada floor untuk memberi tanggapan atas pemaparan yang disampaikan Andus Hutasoit selaku ketua tim rekonsiliasi sekaligus pemrakarsa.

Tumpak Manalu yang diberi kesempatan pertama untuk menyampaikan tanggapan meminta kepada tim rekonsilisasi yang sekaligs menjadi pimpinan rapat dan duduk di depan untuk mengambil sikap yaitu membentuk kepengurusan Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) sesuai dengan kesepakatan pertama yang menyebutkan "bila tim tidak berhasil dalam tempo satu minggu untuk mempertemukan kedua kubu, maka akan dibentuk kepengurusan IKBPS".

Patar Sitanggang juga mempertegas agar komitmen semula segera dilaksanakan. Cuma dia meminta kepada seluruh pengurus parsahutaon yang ada di Pekanbaru agar tidak plin-plan. Artinya, semua harus mempunyai komitmen untuk membentuk IKBPS dan tidak tunduk kepada salah satu kepengurusan IKBR yang ada sekarang.

Pembicara lain seperti Manurung Parhasapi, Nainggolan dari Rumbai, Togap Marpaung, Sianipar dan utusan dari Palas serta pembicara lainnya mengutarakan pendapat yang sama. Semuanya sepakat untuk membentuk kepengurusan IKBPS.

Untuk menjawab pertanyaan dari floor, Dapot Sinaga mencoba memberi sedikit ulasan tentang keberadaan IKBPS. Menurut Dapot Sinaga, sebenarnya IKBPS merupakan cikal bakal terbentuknya IKBR. Dan pada awalnya di tahun 2000 IKBPS dan IKBR sama-sama dikukuhkan. Beberapa lama setelah itu, terbentuk juga Ikatan Keluarga Batak Duri (IKBD), Ikatan Keluarga Batak Dumai dan IKB-IKB lainnya di Riau. Di pertengahan perjalanannya, akhirnya semua IKB yang ada di daerah dirubah nama menjadi IKBR dan berada dibawah kepengurusan IKBR Pusat yang berkedudukan di Pekanbaru. Karena itu, tidak ada salahnya kita kembali ke asal yaitu IKBPS.

Setelah semuanya sepakat, maka pimpinan rapat Yonesri Situmeang mengajukan pertanyaan kepada floor "apakah kita semua setuju untuk membentuk IKBPS?". Floor menjawab "setuju........". Maka pimpinan rapat mengetuk palu pertanda bahwa IKBPS resmi dibentuk kembali.

Pemilihan Ketua Umum
Pimpinan rapat melemparkan kepada floor siapa calon ketua sekaligus mempersilahkan siapa diantara floor dan jajran pimpinan rapat yang menjadi ketua. Tumpak Manalu secara spontan mengusulkan nama Andus Hutasoit. Hampir seluruh floor bersedia. Namun, seorang peserta rapat Siagian tunjuk tangan dan mengusulkan nama Dapot Sinaga. Namun Dapot Sinaga langsung menjawab bahwa dirinya tidak bersedia menjadi ketua IKBPS. "Selama ini saya adalah sekretaris Generasi Muda Batak Pekanbaru. Dan dalam waktu dekat, kami akan melaksanakan Musda dan saya akan mencalonkan sebagai Ketua Generasi Muda Batak Pekanbaru," kata Dapot.

Dapot Sinaga yang dari tadi sudah memegang palu, kembali bertanya kepada floor apakah floor setuju bahwa Ketua IKBPS adalah Andus Hutasoit, seluruh mengatakan setuju. Sebelum palu diketok, Manurung Parhasapi angkat bicara agar semua angkat tangan dan berdiri sebagai pertanda persetujuan aklami kepada Andus Hutasoit. Dapot Sinaga pun mengetuk palu sebanyak tiga kali.

Setelah itu Andus Hutasoit ditanya apakah bersedia? Dia terdiam sejenak sambil memandangi satu persatu floor. Akhirnya dia berkata "ya". Untuk menyusun kepengurusan lengkap, Andus Hutasoit otomatis menjadi Ketua Tim Formatur ditambah tujuh orang mewakil Pengurus Punguan Parsahutaon, dari lima sub etnis dan para peimpinan rapat.

Sebelum rapat ditutup, Patar Saitanggang, seorang pengacara dan aktivis buruh kembali memegang corong dan meminta kepada ketua dan pengurus terpilih nantinya agar IKBPS jangan dijadikan sebagai alat untuk kepentingan pengurus IKBPS. Jangan dijadikan alat politik. Bila memang ada aspirasi untuk itu, kita semua berkumpul seperti ini untuk membicarakannya bersama-sama. Kita jadikan wadah ini untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi, kata Patar Sitanggang.Andus Hutasoit bangkit berdiri ke podium dan menyampaikan bahwa dia sangat setuju dengan apa yang disampaikan Patar Sitanggang.

Di akhir acara, FK Saragih memberikan pengarahan kepada seluruh pengurus Punguan Parsahutaon dan seluruh yang hadir dalam ruangan itu. Dia mengharapkan kiranya organisasi ini berjalan sesuai harapan masyarakat batak. Sesekali peserta rapat tertawa dibuat FK Saragih dengan gaya humornya. Selamat buat IKBS.*)


FK Saragih, M Simamora, Tumpak Manalu

Dapot Sinaga, Yonesri, Bintang Sianipar
Andus dan Rustam Panjaitan



Nainggolan dan Manurung Parhasapi


Patar, Dapot, Parpalas

Siahaan


Togap Marpaung



Arthur Hutasoit
Ibu-ibu peserta
Arthur dan Bintang
























Rabu, 16 Januari 2013

Pesta Syukuran Bona Taon Punguan Sitompul, 17 Februari 2013 Keluarga Kurang Mampu Mendapat Santunan

Anton, Hulman dan Hendrik
TAHUN II | Edisi 07 | 15-31 Jan 2013

Horas, Riau
Punguan Raja Toga Sitompul dan Boru Kota Pekanbaru  sesuai rencana akan melaksanakan Pesta Syukuran Bona Taon 2013, Minggu, (17/2).
Salah satu program nyata di bidang sosial akan diwujudkan pada pesta syukuran tersebut yaitu pemberian santunan kepada keluarga kurang mampu.
Hal tersebut diputuskan pada rapat panitia Minggu malam, (13/1) di Hotel Bumi Asih Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.
Ketua Punguan Raja Toga Sitompul Pekanbaru Ir Hendrik Sitompul dalam rapat tersebut mengatakan, pemberian santunan tersebut sudah diprogramkan oleh punguan. Pelaksanaan pemberiannya akan diserahkan pada Pesta Syukuran tahun 2013 ini.
Penasehat panitia Ardin Sitompul SH MH menambahkan, program sosial seperti ini harus tetap dipertahankan dan dilaksanakan setiap tahunnya.
Menurutnya, pesta syukuran bona taon sekali dua tahun sekaligus periodisasi pengurus  kurang tepat bila hanya makan-makan. Pemberian santunan kepada keluarga anggota punguan yang kurang mampu yang telah dilaksanakan selama ini oleh punguan memiliki nilai tambah tersendiri.
Pendataan keluarga kurang mampu dan yang layak mendapat santunan dilaksanakan oleh ketua wijk, kemudian akan dibahas dan dan difinalkan oleh pengurus dan natua-tua, kata Hendrik Sitompul.
Ketua Panitia Anton Sitompul kepada Horas mengatakan, persiapan panitia untuk mengadakan pesta syukuran bona taon 2012 ini sudah matang.
“Kali ini kita tidak mengundang tamu dari luar Pekanbaru seperti yang kita laksanakan pada Pesta Bona Taon 2011 lalu. Tahun kemarin, kita mengundang Ketua Umum Hatopan Raja Toga Sitompul se-Indonesia Sihol Sitompul dan rombongan dari Jakarta. Bahkan, artis ibukota Yamaro Sitompul diundang untuk meramaikan suasana. Saat itu juga kita mengundang natua-tua Sitompul dari Bona Pasogit Desa Sitompul Tarutung. Ketika itu, memang, Punguan Raja Toga Sitompul dan Boru Kota Pekanbaru memperingati ulang tahun ke-50,” kata Anton.
Pada peringatan hari ulang tahun Punguan Raja Toga Sitompul dan Boru Kota Pekanbaru ke-50 tahun 2011, punguan telah berhasil menulis sebuah buku tentang sejarah berdirinya punguan sejak tahun 1961.
Pada pesta syukuran bona taon 2013 ini sekaligus pelantikan pengurus punguan yang baru periode 2013-2015. Hendrik Sitompul yang memimpin punguan selama dua periode 2009-2011 dan 2011-2013 digantikan oleh Syafril Hulman Sitompul. *)

Adakah ‘Batak’ Calon Wagub Riau?

TAHUN II | edisi 07 | 15-31 Jan 2013
Syafriadi dan Marbaga
Ditengah terjadinya perpecahan orang batak di Riau (dualisme kepemimpinan IKBR) ternyata masih ada yang memberikan pandangan positif terhadap keberadaan batak di Riau.
Seorang tokoh Riau dan pengamat politik DR H Syafriadi SH MH mengatakan peluang ‘batak’ menjadi calon wakil Gubernur Riau sangat besar.
Masyarakat batak sudah sejak lama beradaptasi dan tersebar di Provinsi Riau. Batak ada dimana-mana.
Peranan batak dalam membangun dan memajukan Riau sangat besar. Selain petani, pedagang, pegawai negeri sipil dan pengusaha, wartawan, pengacara, notaris, jaksa, polisi dan hakim orang batak juga banyak yang terjun ke dunia politik. Tidak sedikit diantarnya menjadi anggota DPRD Riau dan DPRD Kabupaten/kota. Intinya, legitimasi batak sudah terpatri di bumi lancang kuning.
Bila demikian halnya, kenapa orang batak takut mencalonkan diri menjadi gubernur dan wakil gubernur Riau pada Pemilikada 2013 mendatang? Bila ada pandangan yang menyebutkan bahwa batak dan suku lainnya sebagai pendatang dan tidak diterima sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Riau, itu pandangan yang keliru. Itu tidak benar, sebab Riau terbuka untuk siapa saja. Yang penting ada komitmennya untuk membangun Riau.
Saya, kata Syafriadi, pernah berbincang-bincang dengan beberapa tokoh Riau seputar pesta demokrasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Riau 2013. Dari sekian banyak tokoh yang muncul diantaranya ada yang Melayu, Minang dan Jawa, namun saya belum melihat adanya tokoh batak yang muncul.
“Kepada Indra Mukhlis (bupati Indragiri Hilir) saya katakan, bila dia ingin menang dalam pemilihan gubernur Riau 2013 harus mencari figur wakil gubernur dari kalangan batak. Banyak tokoh batak yang mampu, diantaranya Marbaga Tampubolon,” kata Syafriadi kepada Horas di ruang kerjanya, Sabtu (12/1).
Ini fakta, Marbaga Tampubolon itu seorang tokoh muda yang energik. Visi dan misinya membangun Riau tidak diragukan lagi. Dia seorang aktivis LSM dan akitvis organisasi lainnya. Dia juga pernah menjadi calon anggota DPD RI dan di kalangan batak dia sangat dikenal. Itu alasan saya mengangkat nama Marbaga, kata Syafriadi.
Menurutnya, masih banyak sederetan nama yang dianggap mampu menjadi calon wakil gubernur Riau diantaranya Viator Butarbutar, ABPurba, Hinsatopa Simatupang, Hendrik Sitompul, Tumpal Hutabarat, HW Hutahaean, Bonar Saragi dan lainnya.
Prakiraan politik Syafriadi menyebutkan bila ada calon gubernur memilih wakilnya dari batak, kemungkinan untuk menang sangat besar. Bila ada yang mengatakan “belum saatnya”, itu sangat keliru. Kenapa menyerah sebelum bertanding, katanya nada bertanya.
Dia memberi contoh DKI Jakarta. Jokowi saat itu memang lagi ngetren, tapi peranan Ahok selaku calon wakil gubernur untuk memenangkan Pemilukada DKI Jakarta sangat besar. Jokowi tidak peduli dengan ocehan orang walau wakilnya keturunan Cina bahkan kristen lagi.
Ditempat terpisah, Marbaga Tampubolon ketika ditemui Horas, Sabtu, (12/1)  di Pekanbaru mengatakan bahwa prinsup Syafriadi itu benar. “Saya mengucapkan terima kasih atas pernyataan saudara Syafriadi tentang diri saya dan menyangkut keberadaan batak Riau secara umum,” katanya menyambut.
Apa yang dikatakan Syafriadi bukan tidak mungkin terjadi. Banyak tokoh batak yang mampu untuk calon wakil gubernur, tinggal siapa yang mau untuk maju. Menyangkut namasaya yang diangkat oleh Syfriadi, itu syah-syah saja. Mungkin itu hanya jalan pembuka untuk memancing emosional dan sikap tokoh batak untuk mencalonkan diri.
Lima Pasang
Syafriadi, mantan anggota DPRD Kampar itu memprediksi ada lima paket calon Gubernur Riau untuk bertanding pada Pemilukada 2013.
Yaitu Jon Erizal (koalisi PAN, PKS dan PBR), Anas Mamun (Partai Golkar), Ahmad (Partai Demokrat), Suryadi Khusaini (koalisi Partai PFIP dan PKB) dan Herman Abdullah (Koalisi Partai Non Parlemen). Untuk calon wakil hingga sekarang belum ada nama pasti yang muncul.
Masih dimungkinkan adanya satu pasangan lagi yaitu dari Independen. Tapi, kemungkinan lolos menjadi calon sangat tipis, kata Syafriadi yang juga Ketua SPS Cabang Pekanbaru dan Pemimpin Umum Tabloid Azam itu.
Masing-masing paket pasangan calon gubernur Riau seperti disebut diatas, menurutnya, peluang untuk menang sama sebab tidak ada calon incomben.
Tentang Jon Erizal
Secara jernih,Syafriadi menilai bahwa calon gubernur Riau Jon Erizal yang diusung oleh Partai PAN,PKS danPBR merupakan salah satu calon yang belum terkontaminasi dengan ‘permainan’ yang ada di Riau.
Artinya, dia belum pernah menjabat sebagai pejabat atau pengurus partai di Riau. “Jon Erizal adalah seorang pengusaha yang bergerak di bidang perminyakan dan gas, bertempat tinggal di Jakarta,” kata Syafriadi dan menambahkan bahwa dia adalah putra Riau yang lahir di Kampung Parit Bangkung, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Orangnya cerdas dan nasionalis serta faham betul apa yang diinginkan masyarakat Riau. Walau dia tinggal di Jakarta,tapi dia sering ke Riau. Jabatannya di partai adalah Bendahara Umum Partai Amanat Nasional (PAN). *)

Rabu, 09 Januari 2013

Open House Menyambut Tahun Baru 2013 Ribuan Sahabat Banjiri Rumah RE Nainggolan

TAHUN II | edisi 07 | 09 - 22 Jan 2013

Horas, Medan
Kediaman Rustam Effendy (RE) Nainggolan yang terletak di Jalan Beringin VII nomor 62, Gaperta, Helvetia, Medan, sejak pukul 10.00 Wib Jumat, (4/1) sudah didatangi “sahabat-sahabat”nya yang ingin menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru 2013.
Acara Open House menyambut tahun baru 2013 itu berlangsung hingga pukul 16.00 Wib. Tim redaksi Tabloid Horas yang sengaja datang dari Pekanbaru menghadiri perhelatan Calon Wakil Gubernur Sumut yang diusung Partai Demokrat itu melihat sebuah suasana akrab antara RE Nainggolan serta istri dengan setiap tamu yang hadir.
RE Nainggolan tak sempat duduk. Setiap tamu yang hadir selalu disambut dengan salaman sambil melemparkan senyum khasnya. Dia pun berbaur dengan para sahabatnya.
Terima kasih atas kehadirannya, katanya kepada tim redaksi Tabloid Horas ketika menyalaminya sambil mengucapkan selamat tahun baru. Tim Horas pun dipersilahkan menyantap makanan yang telah disediakan dalam berbagai jenis makanan dalam bentuk prasmanan.
Tim Tabloid Horas yang datang dari Pekanbaru menghadiri undangan RE Nainggolan diantaranya Jhoni Banjarnahor (Pemimpin Umum), Drs PH Sitompul (Pemred), Hendrikson Tampubolon (Kepala Biro Kabupaten Bengkalis) dan Daniel (staf redaksi).
Setiap acara open house, biasanya, tuan rumah duduk santai dan tamu yang datang menyalaminya. Kali ini berbeda. RE Nainggolan dan istri jalan kesana kemari menghampiri tamu sambil mempersilahkan tamu mencicipi hidangan. Setiap tamu yang hendak pulang dia salami dan dihantar sampai ke pintu halaman. Di halaman rumah sampai ke badan jalan dipasang tenda ukuran besar serta kursi tempat duduk para tamu. 
Undangan yang datang selain para sahabat, terlihat juga ibu-ibu dari pasar, ibu-ibu tuna netra, pengurus marga dari seluruh sub etnis batak (toba, karo, mandailing, simalungun dan pakpak dairi).
Walikota Medan R Rahutman, Wakil Walikota Medan Drs H Dzulmi Eldin dan Sekretaris Kota Medan Syaiful Bahri serta rombongan Pemko Medan turut hadir dalam acara silaturahmi tersebut. Setelah menikmati hidangan di meja yang telah disediakan, walikota diundang menyanyikan lagu untuk menghibur hadirin.
Rahutman mengundang wakilnya Dzulmi Eldin dan sekretaris kota Syaiful Bahri untuk bernyanyi trio. Dua buah lagu batak  dinyanyikan secara Trio yaitu “Siantar Medan” dan “Anak Medan”. Hadirin yang menyaksikan kebolehan Trio Walikota itu menyambutnya dengan tepuk tangan riuh.
Tanggapan atas pencalonan RE Nainggolan
Beberapa orang yang sempat diajak Tabloid Horas berbicara tentang pencalonan RE Nainggolan secara umum mengatakan bahwa pemimpin Sumatera Utara sudah saatnya seperti RE Nainggolan.
“Pak RE itu Jokowinya Sumatera Utara,” kata Pak Sihombing memberi penilaian. “Alasan saya mengatakan itu, jelas terlihat bahwa Pak RE itu dekat dengan masyarakat. Dia suka terjun ke tengah masyarakat melihat secara langsung apa keluhan masyarakat”.
Selain itu, katanya, penampilan pak RE juga sangat sederhana dan selalu melemparkan senyum persahabatan kepada siapa saja yang dia temui. Ditambahkan, pak RE itu tidak calon dadakan dan tidak calon karbitan. Dia betul-betul seorang tokoh yang sudah sangat dikenal di Sumatera Utara. Pengalamannya di bidang pemerintahan tidak diragukan lagu. Dia kenal betul dengan letak gegrafis Sumatera Utara, tahu persis dengan adat dan budaya yang heterogen itu dan tahu betul apa keinginan masyarakat. Pokoknya pak RE Nainggolan tidak perlu diragukan lagi, sebut Sihombing.
Sementara itu, Marpaung, mengatakan semangat masyarakat Sumatera Utara tidak pernah surut memberi dukungan kepada RE Nainggolan walau kini ditetapkan sebagai calon wakil gubernur. Sebelum mendapat perahu, RE Nainggolan sudah mendapat dukungan penuh dari masyarakat menjadi calon gubenur. “Walau hanya wakil, kami tetap bersemangat dan berjibaku untuk memenangkan pasangan Amri dan RE,” kata Marpaung.
Marpaung mengatakan pasangan Amri dan RE dalam penyampaian visi dan visinya membangun Provinsi Sumatera Utara harus lebih menajaman programnya terhadap pemberantasan Korupsi, Nepotisme dan Transparansi.
Sebuah pemerintahan baru pasca pemilukada biasanya yang diperkuat pejabat baru (gubernur atau bupati) adalah korupsi. Ini salah satu cara mengembalikan biaya yang telah dihabiskan saat suksesi. Kemudian, menyusun para pejabat pemerintahan baik yang menduduki badan, lembaga dan dinas dari kalangan keluarganya sendiri. Tidak sedikit pejabat yang menduduki jabatannya tidak sesuai dengan ilmunya. Dudukkanlah seorang pejabat sesuai dengan ilmu dan keahliannya.
Transparansi kepemimpinan sangat dibutuhkan. Biasanya, pejabat tidak transparan dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan. Hal itu sengaja diciptakan untuk menutupi korupsi dan nepotisme. Sekarang ini jamannya transparansi, kata Marpaung.
Menurut Marpaung, persoalan korupsi ditangani oleh aparat penegak hukum seperti KPK, Polisi dan Jaksa. Tapi, kalau gubernurnya tegas dalam melaksanakan tugasnya dan tetap komit, korupsi di di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara paling tidak bisa dikurangi. Gubernur DKI Jakarta Jokowi misalnya, dalam kampanyenya dia mengatakan komit terhadap pemberantasan korupsi. Setelah terpilih dia langsung menemui ketua KPK untuk menandatangani sebuah memorandum of understanding terhadap pemberantasan korupsi di lingkungan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.
Banyak orang menyebut RE Nainggolan sebagai Jokowinya Sumatera Utara. Itu saya setuju. Gaya pak RE memang ada miripnya dengan Jokowi dan hal itu sudah terkihat selama ini. Tapi jangan terlena, pak RE harus lebih membuktikannya lagi sejak sekarang hingga pemilihan Maret mendatang, kata Marpaung. *)

Silaturahmi Biro Suara Kita dengan Wartawan Mandau dan Pinggir

Foto wartawan yang bertugas di Duri
TAHUN II | edisi 07 | 09 - 22 Jan 2013

Horas, Duri
Persatuan dan Kesatuan wartawan dan insan pers di Kecamatan Mandau dan Pinggir akhir-akhir ini terlihat semakin kompak.
Diperkirakan ada seratusan lebih wartawan yang bertugas di kedua kecamatan ini dari berbagai media cetak dan media online terbitan Riau dan luar Riau.
Ini sebagai pertanda bahwa Kecamatan Mandau dan Pinggir sudah semakin maju dan berkembang. Sebab, perkembangan sebuah kota selalu diikuti dengan perkembangan dunia pers.
Insan Pers yang ada, tentunya mendukung sepenuhnya program pemerintah untuk membangun daerah ini. Termasuk mendukung terbentuknya Kabupaten Mandau yang sudah lama diimpikan oleh seluruh masyarakat. Selamat bertugas kepada seluruh wartawan dan insan pers yang ada di kecamatan Mandau dan Pinggir. Jadilah pers yang bebas dan bertanggunjawab.Horas, Duri
Sekitar seratusan wartawan harian dan mingguan yang berada di kecamatan Mandau dan Pinggir menghadiri silaturrahmi yang diadakan Surat Kabar Suara Kita bertempat di Cafe Cangkir Malahayati Duri, Minggu (22/12).
Acara silaturrahmi itu juga dihadiri oleh 43 kepala biro dari berbagai media yang berada di Mandau dan Pinggir, beberapa ketua LSM dan tokoh masyarakat yang ada di Mandau. Acara itu selain silaurrahmi juga bersempena dengan hadirnya Koran Suara Kita di wilayah Kabupaten Bengkalis dan sekaligus sebagai acara tutup dan sambut tahun.
Acara silaturrahmi  yang berlangsung dengan sederhana namun keakraban sesama wartawan terasa sangat meriah. Acara itu juga menghadirkan hiburan dengan Orgen tunggal, yang berlangsung sampai tengah malam.
Agen Simbolon seorang tokoh Buruh Nasional yang berdomisili di Duri menyambut positif acara silaturrahmi Insan pers yang disponsori oleh Koran Suara Kita, “Apa yang dilakukan oleh Kabiro Suara Kita, merupakan salah satu kegiatan yang sangat luar biasa yang belum pernah dilakukan wartawan manapun hal sebagai motivasi wartawan lain untuk bisa lebih kreatif dapat melakukan bentuk-bentuk sosial dikalangan masyarakat agar  kalangan pers nantinya jadi panutan di Kabupaten Bengkalis khususnya di Kecamatan Mandau”, kata Agen antusias.
Sementara Hendrikson Tampubolon, SH. sebagai Kabiro Tabloid Horas mengatakan dengan hadirnya media Suara Kita di kabupaten Bengkalis, Kec Mandau mari kita sambut baik demi untuk meningkatkan nilai-nilai hak azasi manusia terutama masyarakat kecil, yang kurang mengerti tentang kehidupan masa sekarang.  Tidak lupa saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Media Suara Kita  yang telah membuat acara  syukuran dan silaturrahmi dalam acara ini, yang telah mengundang beberapa media pers untuk mempersatukan dengan tujuan terbitnya atau terwujud rasa persatuan dan kesatuan dikeluarga pers yang berada di kabupaten Bengkalis dan kec Mandau dan Pinggir, maka dengan terujudnya acara ini semoga kita mempunyai misi dan visi yang satu tujuan serta tidak mencari suatu permasalahan yang dapat memisahkan kita di keluarga media pers, seperti kata pepatah, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh”. Kata hendrikson  Tampubolon
Kepala Biro Bengkalis Koran Suara Kita Herlinda Wati mengatakan,”Acara silaturrahmi ini sengaja diadakan, dengan tujuan kedepannya Insan Pers yang ada di Mandau dan Pinggir supaya tetap terjalin hungan silaturrahmi dengan tetap menjalankan tugasnya dibidang jurnalistik dengan memberikan pembelajaran kepada masyarakat khusus pihak pemerintahan untuk bisa bekerja sama dalam pembangunan diwilayah Kabupaten Bengkalis khusus di Kecamatan Mandau dan Pinggir”. Ujar Herlinda Wati berharap.
(hendrikson tampubolon SH).

Pendapat Andus Hutasoit Tentang Dualisme IKBR

Andus Hutasoit dan Yonesri Situmeang
TAHUN II | edisi 07 | 09 - 22 Jan 2013
Horas, Pekanbaru
Sinyal akan terjadinya gelombang perpecahan yang cukup besar di tengah masyarakat batak yang ada di Provinsi Riau  akan terjadi. Ini berawal dari adanya dualisme kepemimpinan Ikatan Keluarga Batak Riau (IKBR) Provinsi Riau.
IKBR yang satu adalah kubu  Tumpal Hutabarat yang terpilih sebagai Ketua Umum pada Mubes yang dibentuk Viator Butarbutar Ketua IKBR periode 2007-2011. Sementara IKBR yang satu lagi adalah kubu Cornelius Barus yang terpilih sebagai ketua umum IKBR hasil Mubeslub IKBR yang diselenggarakan lima sub etnis batak ditambah IKBR kabupaten/kota.
Untuk menanggapi persoalan ini, seorang tokoh masyarakat batak Pekanbaru memberi komentar sekaligus pandangan dan himbauannya.
Andus Hutasoit alias Lompat termasuk salah seorang tokoh batak dan penggerak terbentuknya Ikatan Keluarga Batak di Kota Pekanbaru, sekarang dia masih memangku jabatan Ketua IKBR Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru.
Selama ini dia sangat peduli dengan keberadaan IKBR. Dia memberikan tenaga, waktu, pemikiran bahkan materi untuk mempertahankan nama IKBR.
Belakangan ini, kepercayaannya terhadap IKBR mulai luntur. Dia termasuk salah satu dari ratusan ribu warga Batak yang tinggal di Pekanbaru yang tidak setuju dengan adanya dualisme kepengurusan IKBR Provinsi Riau.
Sehubungan dengan terjadinya dualisme kepengurusan IKBR PRovinsi Riau akhir tahun 2012 lalu, Andus Hutasoit menyampaikan pandangan dan himbauan yang disampaikan kepada para penatua batak dan pengurus Punguan Parsahutaon/STM.
Berikut ini pandangan Andus Hutaoit terhadap dualisme kepengurusan IKBR Provinsi Riau yang disampaikan kepada penatua dan pengurus punguan Parsahutaon yang ada di Kota Pekanbaru.
Setelah melihat dan mengamati dinamika yang terjadi di organisasi Ikatan Keluarga Batak Riau (IKBR) yang merupakan satu-satunya organisasi paguyuban terbesar yang berkedudukan di Provinsi Riau, dimana terjadinya dualisme kepemimpinan yang masing-masing mengklaim kebenarannya dengan mengatakan keabsahannya sesuai aturan masing-masing yang dipandang benar, Andus Hutasoit dan masyarakat batak secara keseluruhan menjadi bingung. Masyarakat bertanya-tanya, siapa sebenarnya pemimpin IKBR yang absah.
Berangkat dari kebingunan itu, Andus melihat adanya indikasi perpecahan dan bahkan sudah terjadi perpecahan yaitu adanya dua kubu. Masing-masing kubu membentuk kepengurusannya (Pengurus Pusat IKBR) dan melakukan konsolidasi ke kabupaten/kota untuk membentuk pengurus daerah IKBR. Ini sebuah kejadian yang tidak baik dan tidak terpuji yang dilakukan oleh para orang tua yang dianggap sebagai tokoh batak di Provinsi Riau.
Andus Hutasoit memprediksi akan terjadi gelombang perpecahan yang semakin besar bagi suku batak hingga ke daerah. Masing-masing kubu membangun kekuatan dan kekuasaan. Kedua kubu ini terlihat ada maksud akan memecahbelah kekuatan batak yang telah terbangun baik selama ini.
 Menurutnya, nenek moyang batak (Ompunta sijolo-jolo tubu) tidak pernah mewariskan adanya tindakan-tindakan yang berupaya menceraiberaikan kesatuan bangso batak. Seperti umpasa “Balintang ma pagabe tumundalhon sitadoan, arinta do gabe molo hita masipaolooloan”. “Ompu raja dijolo martungkothon sialagundi, angka nauli na tinonahonni angka ompunta siihuthonon ni hita na di pudi”.
Yang terjadi sekarang ini di tengah bangsa batak di Provinsi Riau sama sekali tidak mencerminkan roh kehidupan bangsa batak sesuai falsafah Batak.
Untuk itu,kata Andus Hutasoit, dengan cara apapun, kedua kubu ini diharapkan bersatu kembali. Masyarakat Batak yang ada di Provinsi Riau menginginkan IKBR menjadi satu kembali yang mampu mengayomi, memberikan contoh yang baik kepada masyarakat batak dan tidak terpecah untuk kepentingan kelompok tertentu.
Ini berarti, masyarakat batak peduli IKBR yang diprakarsai Andus Hutasoit mencoba sebagai penengah untuk mempersatukan kembali kedua kubu ini.
Namun, kata Andus, bila kedua kubu ini tidak mau rujuk (kubu Tumpal Hutabarat dan kubu Cornelius Barus), maka akan ditempuh jalan terakhir dengan membentuk kembali wadah Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) khusus paguyuban batak yang tinggal di Pekanbaru.
Wadah IKBPS ini tidak masuk ke salah satu IKBR yang ada sekarang. Ini salah satu cara untuk menghindari perpecahan masyarakat batak yang ada di kota Pekanbaru.
Selaku pemrakarsa, Andus Hutasoit mengajak dan menghimbau seluruh masyakat batak melalui penatua dan pengurus parsahutaon untuk bersama-sama mendukung dan memberikan pandangan terbaiknya untuk kepentingan bersama.
Untuk mewujudkan pandangan ini, Andus Hutasoit selaku pemrakarsa mengundang para penatua dan pengurus punguan parsahutaon yang ada di kota Pekanbaru untuk mengadakan rapat pada hari Selasa, 8 Januari 2013 di Hotel Ibis Pekanbaru. *)

Tim Rekonsiliasi IKBR Terbentuk, Ketuanya Andus Hutasoit. Diberi Waktu Satu Minggu untuk Bersatu


Pimpinan Rapat : Andus Hutasoit, FK Saragih, N Purba, Yonesri Situmeang, Bintang Sianipar, Dapot Sinaga, Rustam Panjaitan, M Matondang

Andus Hutasoit

TAHUN II | edisi 07 | 09 - 22 Jan 2013
Horas, Pekanbaru
Masyarakat Batak yang ada di Kota Pekanbaru marah terhadap dualisme kepengurusan IKBR. Mereka akan memboikot seluruh kegiatan IKBR di Kota Pekanbaru sebelum kedua kubu bersatu.

Pertemuan Masyarakat Batak Peduli IKBR di Hotel Ibis, Selasa malam (8/1) yang diprakarsai Andus Hutasoit memanas. Ratusan Punguan Parsahutaon yang ada di Kota Pekanbaru yang diundang sebagai peserta pertemuan tersebut saling memberikan pendapatnya tentang dualisme kepemimpinan IKBR.

Pada umumnya, para pengurus parsahutaon tidak menginginkan adanya dua kepengurusan IKBR. Masyarakat Batak Pekanbaru memaksa kedua kubu untuk bersatu. Bila kedua kubu tidak mau bersatu, maka masyarakat batak Pekanbaru akan bertindak tegas dengan memboikot seluruh kegiatan kedua kubu IKBR di Kota Pekanbaru.

Pertemuan yang dipandu Yonesri Situmeang itu mengambil satu kesepakatan bersama yaitu dengan membentuk Tim Rekonsilisasi IKBR yang diketuai Andus Hutasoit. Seluruh peserta rapat yang terdiri dari ratusan Punguan Parsahutaon malam itu juga memberi mandat kepada tim rekonsilisasi untuk mengadakan pendekatan kepada kedua kubu IKBR yang masing-masing mengklaim dirinya yang benar.     
Kepada Tim Rekonsiliasi diberi tenggang waktu satu minggu untuk untuk mendamaikan kedua kubu yang bertikai.

Bila dalam waktu satu minggu tidak ada titik terang untuk bersatu, maka masyarakat batak Pekanbaru akan kembali menghidupkan Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS) yang berdiri tahun 2000 bersamaan dengan IKBR Provinsi Riau.

IKBPS inilah nantinya yang menjadi wadah paguyuban batak di Kota Pekanbaru dan seluruh warga batak Pekanbaru tidak mengakui IKBR. Dan, di Kota Pekanbaru tidak dibolehkan dibentuk IKBR. Yang menjadi anggota IKBPS adalah Punguan Parsahutaon.

Ketua Tim Rekonsilisasi IKBR yang mendapat mandat dari seluruh masyarakat batak Pekanbaru melalui Pengurus Punguan Parashutaon adalah Andus Hutasoit dengan anggotanya FK Saragih, N Purba, Bintang Sianipar, Yonesri Situmeang, Dapot Sinaga, Rustam Panjaitan dan M Matondang. (Para pimpinan rapat).
Pencerahan FK Saragih

Sebelum keputusan tersebut diketuk palu oleh pimpinan rapat, panatua FK Saragih memberikan pencerahan kepada peserta. Secara panjang lebar FK Saragih memaparkan bagaimana kehidupan berbangsa dan bernegara, secara khusus kehidupan masyarakat batak secara budaya dan agama.

Sesekali peserta tertawa terpingkal-pingkal mendengar ceramahnya yang disampaikan dengan gaya humoris. Dia juga menyinggung bahwa dalam satu tubuh tidak boleh dua kepala.
Pemaparan dari pimpinan rapat

Andus Hutasoit selaku pemrakarsa sekaligus pengundang mengatakan maksud dan tujuan dikumpulkannya para pengurus Punguan Parsahutaon adalah untuk menyatukan pikiran mencari jalan keluar menyatukan IKBR.

Sebenarnya, kata Andus, kedua kubu sudah dihimbau lewat media cetak supaya bersatu. Tidak ada tanggapan. Lalu disurati, itupun tidak dijawab. Kami sudah mengingatkan mereka akan bahaya yang muncul nantinya di tengah masyarakat bila masalah dualisme kepemimpinan IKBR ini tidak segera diatasi. Dia teringat dengan kemelut HKBP yang terjadi beberapa tahunsilam. Bahkan, kata Andus, saya sudah membuat ultimatum. Bila kedua kubu tidak mau bersatu, jangan disalahkan bila tokoh muda untuk berbuat dan mengambil tindakan.

Sebagai masyarakat yang peduli IKBR, kata Andus, kita harus mencegah agar kedua kubu jangan sampai membentuk pengurus IKBR di Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Desa. Bila ini terjadi, maka tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi.

Tokoh muda dari sub etnis Simalungun N Purba mengharapkan dengan sangat agar hasadoan ni halak batak di Riau tetap terjada. Kedua belah pihak harus tetap kita rangkul untuk bersatu kembali.

Sementara Dapot Sinaga dengan semangat tinggi meminta agar malam itu juga dibentuk pengurus Ikatan Keluarga Batak Pekanbaru Sekitarnya (IKBPS). Biar nanti pengurus IKBPS ini yang mengadakan rekonsiliasi dengan kedua kubu. Bila sudah bersatu, kita tanggalkan IKBPS dan kembali ke IKBR. Namun, pendapat ini ditentang oleh peserta.
Patar Sitanggang

Patar Sitanggang sempat mempertanyakan keberadaan IKBR Kota Pekanbaru sekarang ini. “Dimana ketua IKBR Kota Pekanbaru kenapa tidak hadir dalam pertemuan ini, padahal kita membahas soal IKBR Pekanbaru,” katanya nada bertanya.

Usul konkrit dari Patar Sitanggang agar masyarakat batak peduli IKBR membentuk tim dan diberi mandat oleh seluruh Pengurus Parsahutaon yang hadir untuk mempersatukan kedua kubu. Sebelum bersatu, seluruh kegiatan kedua kubu dibekukan.

Kepada Horas Patar Sitanggang berkomentar, sebaiknya IKBR dibubarkan saja bila mereka tetap bercokol dengan pendiriannya tidak mau bersatu. Sebab, bila hal ini dibiarkan terus berlangsung, maka akan terjadi perang saudara sesama batak di Provinsi Riau ini. Cara membubarkan gampang,tinggal niat dari para pendiri IKBR.

Dalam pertemua itu juga muncul mendapat yang mensinyalir munculnya dualisme kepengurusan IKBR adalah untuk kepentingan Pemilukada Gubernur Riau. Kami rindu akan perbuatan nyata IKBR di tengah masyarakat selama ini. Kenapa musti IKBR terpecah belah sekarang ini, apakah hanya untuk kepentingan Pemilukada, kata JM Lumbanbatu bertanya.

Pak Mei Manalu sependapat dengan usul Dapot Sinaga agar segera dibentuk IKBPS dan dipilih pengurusnya. Sifatnya temporer dan bila nanti sudah berdamai, kita kembali ke IKBR, kata Manalu.

Tampubolon, seorang peserta yang duduk di barisan depan meminta kepada pimpinan rapat untuk menjelaskan apa latar belakang terjadinya dualisme kepengurusan IKBR. Kalau memang ada yang salah di dalam tubuh IKBR atau ada yang salah dalam menjalankan organisasi ini, mari kita perbaiki dan pecahkan bersama. Kita bentuk tim konsolidasi untuk memecahkan masalah tersebut.

Viator : Bersedia Bersatu
Mantan Ketua Umum IKBR Viator Butarbutar yang dihubungi Horas melalui telepon selularnya memberi tanggapan positif dengan adanya tim rekonsiliasi IKBR yang diprakarsai Andus Hutasoit. *)